Bencana tanah longsor besar melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan menelan korban dari unsur TNI Angkatan Laut. Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah diketahui puluhan personel Korps Marinir tertimbun material longsor saat menjalani latihan lapangan di kawasan tersebut.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa sebanyak 23 personel Marinir menjadi korban dalam insiden longsor tersebut. Hingga saat ini, empat di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan (ANTARA News, 2026).
Kronologi Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua
Longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Cisarua selama dua hari berturut-turut. Kondisi tanah yang labil di kawasan perbukitan menyebabkan pergerakan tanah secara tiba-tiba dan menimbun area tempat para prajurit Marinir melaksanakan latihan lapangan.
Para personel tersebut tengah menjalani latihan sebagai bagian dari persiapan tugas pengamanan perbatasan. Material longsor berupa tanah, lumpur, dan bebatuan menutup lokasi latihan dalam waktu singkat sehingga menyulitkan upaya penyelamatan awal.
Data Korban dan Proses Evakuasi
Dalam keterangan resminya, KSAL mengonfirmasi bahwa dari 23 Marinir yang tertimbun, empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses identifikasi korban dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Jawa Barat, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pencarian dengan bantuan alat berat, drone, dan anjing pelacak. Medan yang curam serta cuaca yang belum sepenuhnya membaik menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan ini (ANTARA News, 2026).
Dampak Longsor Terhadap Warga Sekitar
Selain menimpa prajurit Marinir, bencana longsor di Cisarua juga berdampak pada warga sekitar. Sejumlah rumah warga di Desa Pasirlangu dilaporkan tertimbun material longsor, memaksa penduduk setempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status tanggap darurat bencana guna mempercepat penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak. Bantuan logistik, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial mulai disalurkan kepada warga terdampak longsor.
Peringatan Potensi Longsor Susulan
Badan Geologi Kementerian ESDM mengingatkan adanya potensi longsor susulan di wilayah Cisarua dan sekitarnya. Curah hujan yang masih tinggi serta kondisi tanah yang belum stabil meningkatkan risiko terjadinya bencana lanjutan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah lereng dan perbukitan. Aparat setempat juga diminta untuk terus memantau kondisi tanah dan mengevakuasi warga jika diperlukan (ANTARA News, 2026).
Tragedi marinir tertimbun longsor di Cisarua menjadi pengingat akan besarnya risiko bencana alam di wilayah rawan longsor. Duka mendalam menyelimuti keluarga korban serta institusi TNI Angkatan Laut atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa.
Ikuti terus perkembangan berita bencana, nasional, dan peristiwa penting lainnya hanya di Garap Media. Baca juga laporan mendalam dan update terbaru untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Referensi
