Dunia dikejutkan oleh tragedi kereta cepat Spanyol yang terjadi pada Minggu malam, 18 Januari 2026, di dekat Adamuz, Provinsi Córdoba. Kecelakaan maut ini disebut sebagai salah satu insiden perkeretaapian terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Insiden tersebut melibatkan dua kereta yang melaju berlawanan arah di jalur yang sama setelah salah satu kereta mengalami anjlok. Benturan keras menyebabkan puluhan penumpang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Kronologi Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol
Detik-detik Adu Banteng di Rel Adamuz
Berdasarkan laporan investigasi awal, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.39 waktu setempat. Kereta cepat Iryo 6189 yang melaju dari Málaga menuju Madrid dilaporkan keluar rel di lintasan lurus dekat Adamuz, lalu melintas ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan kereta Renfe Alvia 2384 yang datang dari arah berlawanan (Wikipedia, 2026).
Benturan tersebut menyebabkan beberapa gerbong terangkat, terguling, bahkan terlempar dari jalur rel. Tim penyelamat menyebut kerusakan pada rangka kereta sangat parah, menyulitkan proses evakuasi korban.
Korban Jiwa dan Penanganan Darurat
Puluhan Tewas, Ratusan Luka
Sedikitnya 39 hingga 40 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 290 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Beberapa korban luka berat harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat (Reuters, 2026).
Otoritas kesehatan setempat segera membuka pusat darurat medis. Rumah sakit di Córdoba dan sekitarnya dilaporkan bekerja ekstra untuk menangani lonjakan pasien akibat kecelakaan tersebut.
Evakuasi Dramatis di Lokasi
Lokasi kejadian yang relatif terpencil membuat proses evakuasi berlangsung sulit. Petugas pemadam kebakaran, Garda Sipil, dan relawan Palang Merah dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong (Mistar.id, 2026).
Investigasi Penyebab Kecelakaan
Dugaan Kerusakan Infrastruktur Rel
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan kerusakan sambungan rel yang menyebabkan kereta pertama kehilangan kestabilan. Jalur tersebut diketahui baru saja menjalani renovasi pada pertengahan 2025, sehingga aspek kualitas infrastruktur menjadi sorotan utama (Reuters, 2026).
Pihak berwenang menegaskan bahwa belum ada kesimpulan akhir dan seluruh kemungkinan, termasuk faktor teknis dan operasional, masih terus diselidiki.
Respons Pemerintah Spanyol
Berkabung Nasional Tiga Hari
Pemerintah Spanyol menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban kecelakaan kereta cepat Spanyol. Perdana Menteri Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menjanjikan penyelidikan menyeluruh (ANTARA News, 2026).
Selain itu, seluruh agenda kenegaraan berskala besar ditunda selama masa berkabung tersebut.
Dampak dan Sorotan Internasional
Evaluasi Keselamatan Kereta Cepat
Tragedi ini memicu perhatian internasional terhadap standar keselamatan kereta cepat di Eropa. Para pakar transportasi menilai kecelakaan di Adamuz harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perawatan rel dan teknologi pengaman.
Tragedi kereta cepat Spanyol di Adamuz meninggalkan duka mendalam sekaligus peringatan keras akan pentingnya keselamatan transportasi publik. Hasil investigasi diharapkan mampu memberikan kejelasan dan mencegah kejadian serupa terulang.
Ikuti terus perkembangan berita internasional lainnya serta laporan mendalam hanya di Garap Media, sumber informasi terpercaya untuk peristiwa penting dunia.
Referensi
