Tragedi Kebakaran Hong Kong Tewaskan 55 Orang & 2 WNI

Last Updated: 27 November 2025, 17:08

Bagikan:

Tragedi kebakaran Hong Kong yang menelan puluhan korban ini kembali menyoroti buruknya standar keselamatan hunian di Tai Po. Sumber gambar: AFP/Yan Zhao
Table of Contents

Tragedi Kebakaran Hong Kong Tewaskan 55 Orang & 2 WNI

Kebakaran besar melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025), menyebabkan korban jiwa dan puluhan luka. Api menyebar cepat ke beberapa tower, memicu evakuasi massal dan operasi penyelamatan intensif. (Detik, 2025)

Pemerintah Hong Kong, aparat kepolisian, dan perwakilan Indonesia di Hong Kong bergerak cepat untuk menangani dampak peristiwa — termasuk pendataan WNI yang terdampak. Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan renovasi vertikal dan penggunaan material dalam proyek konstruksi. (ANTARA, 2025)

Kebakaran Hong Kong: Kronologi dan Data Korban

Kronologi singkat kebakaran Hong Kong

Kebakaran dilaporkan bermula pada sore hari dari area perancah/renovasi di salah satu tower, lalu menyebar cepat ke bangunan lain karena material yang mudah terbakar dan kondisi berangin. Petugas pemadam bekerja keras selama lebih dari 24 jam untuk menahan dan memadamkan kobaran api. ((Reuters, 2025)

Jumlah korban dan evakuasi

Hingga laporan terbaru, jumlah korban tewas mencapai 55 orang, ratusan dilaporkan hilang sementara, dan puluhan lainnya dirawat karena luka bakar maupun inhalasi asap. Sekitar 900 penghuni dievakuasi ke shelter darurat. (Reuters, 2025)

Dampak pada WNI dan Penanganan KJRI

Status WNI: 2 WNI Tewas

Kementerian Luar Negeri dan KJRI Hong Kong mengonfirmasi adanya WNI yang menjadi korban: dua dilaporkan meninggal dan sejumlah lain mengalami luka. KJRI membuka hotline dan mendata WNI terdampak untuk bantuan konsuler dan pemulangan jenazah bila diperlukan. (Detik; ANTARA, 2025)

Upaya konsuler dan perlindungan PMI

KJRI terus berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk memastikan identifikasi korban, akses layanan medis bagi yang terluka, dan dukungan administratif bagi keluarga korban. Pendataan PMI (pekerja migran Indonesia) menjadi prioritas agar tidak ada keluarga yang tak mendapat informasi. (Liputan6, 2025)

Faktor Penyebab & Isu Keselamatan

Dugaan kelalaian renovasi dan material mudah terbakar

Penyelidikan awal menyinggung penggunaan material foam/plastik untuk menutup jendela, serta scaffolding bambu pada proyek renovasi yang diduga mempercepat penyebaran api. Kepolisian telah menangkap beberapa pihak terkait dugaan kelalaian berat. (The Guardian; Reuters, 2025)

Hambatan operasi penyelamatan

Asap tebal, panas tinggi, dan akses terbatas ke unit‑unit atas membuat operasi penyelamatan sulit. Beberapa tim harus menghentikan pencarian karena risiko keselamatan personel. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya korban. (AP, 2025)

Tuntutan Perubahan Regulasi & Pengawasan

Pascatragedi, masyarakat dan aktivis menuntut pengetatan standar renovasi dan larangan penggunaan material berisiko di bangunan padat penghuni. Pemerintah Hong Kong mengumumkan inspeksi menyeluruh ke proyek renovasi lain dan peninjauan regulasi keselamatan. (The Guardian, 2025)

Peristiwa kebakaran Hong Kong ini meninggalkan duka mendalam bagi korban dan keluarga, termasuk warga negara Indonesia. Semoga proses identifikasi dan penanganan korban berjalan cepat, serta upaya pencegahan serupa dapat ditegakkan agar tragedi tak terulang.

Kami di Garap Media mengajak pembaca untuk mengikuti perkembangan berita ini dan membaca liputan terkait tentang keselamatan hunian dan perlindungan pekerja migran di situs kami.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /