Kecelakaan lalu lintas kembali menelan banyak korban jiwa. Sebuah bus antarkota milik PO Cahaya Trans mengalami kecelakaan maut di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah. Insiden ini terjadi pada Senin dini hari dan langsung menyita perhatian publik karena jumlah korban yang cukup besar.
Peristiwa kecelakaan bus Cahaya Trans tersebut terjadi saat arus perjalanan masih terbilang lengang. Namun, dampak yang ditimbulkan sangat serius, mulai dari korban meninggal dunia hingga penumpang yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kronologi Kecelakaan Bus Cahaya Trans
Kecelakaan bus Cahaya Trans terjadi sekitar pukul 00.30–00.45 WIB di Exit Tol Krapyak, Semarang. Bus yang melaju dari Jatiasih, Bekasi, dengan tujuan Yogyakarta itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi saat memasuki tikungan simpang susun. Akibatnya, kendaraan besar tersebut kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya terguling (detikJateng, 2025).
Bus diketahui mengangkut sekitar 34 penumpang. Benturan keras menyebabkan sejumlah penumpang terlempar dan terjepit di dalam badan bus. Petugas gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan tenaga medis segera melakukan proses evakuasi yang berlangsung hingga beberapa jam.
Jumlah Korban dan Kondisi Penumpang
Berdasarkan data dari kepolisian dan rumah sakit, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus Cahaya Trans ini mencapai belasan orang. Sebagian korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sementara lainnya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis (ANTARA News, 2025).
Selain korban meninggal, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Semarang, termasuk RSUP Dr. Kariadi dan beberapa rumah sakit rujukan lainnya. Identifikasi korban meninggal dilakukan oleh tim DVI Polda Jawa Tengah.
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Polisi menyatakan bahwa kecelakaan bus Cahaya Trans merupakan kecelakaan tunggal. Dugaan awal mengarah pada faktor kecepatan kendaraan yang tidak sesuai saat melintasi tikungan tajam di exit tol. Kondisi jalan dan faktor kelalaian pengemudi masih terus didalami (Suara.com, 2025).
Selain itu, hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa bus diduga tidak dalam kondisi laik jalan. Status kendaraan dan kelengkapan administrasi operasional juga menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian dan instansi terkait (detikJateng, 2025).
Pemeriksaan Sopir dan Kendaraan
Pengemudi bus Cahaya Trans diketahui merupakan sopir cadangan. Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sopir, termasuk tes urine, guna memastikan tidak adanya pengaruh alkohol atau narkoba saat kejadian (Radar Magelang, 2025).
Sementara itu, pihak kepolisian bersama Kementerian Perhubungan akan melakukan pemeriksaan teknis terhadap bus untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan pada sistem pengereman atau komponen penting lainnya yang berkontribusi terhadap kecelakaan.
Dampak dan Perhatian Publik
Kecelakaan bus Cahaya Trans di Tol Krapyak ini kembali menjadi sorotan terkait keselamatan transportasi darat, khususnya angkutan umum jarak jauh. Banyak pihak mendesak agar pengawasan terhadap kelayakan kendaraan dan jam kerja pengemudi diperketat, terutama menjelang periode libur panjang.
Tragedi kecelakaan bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menjadi pengingat bahwa keselamatan perjalanan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah, operator transportasi, dan pengemudi diharapkan lebih disiplin dalam memenuhi standar keselamatan demi mencegah kejadian serupa.
Ikuti terus perkembangan berita dan informasi penting lainnya hanya di Garap Media. Temukan berbagai laporan aktual dan mendalam seputar peristiwa nasional untuk menambah wawasan Anda.
Referensi
