Tradisi Mappalette Bola: Filosofi Gotong Royong Masyarakat Bugis dalam Memindahkan Rumah Panggung
Di tengah arus modernisasi, masih ada tradisi yang menampilkan semangat gotong royong dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah mappalette bola, tradisi unik dari masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang melibatkan pemindahan rumah panggung secara utuh dengan tenaga manusia. Tradisi ini tidak hanya menunjukkan kekompakan sosial, tetapi juga mencerminkan hubungan mendalam antara manusia, rumah, dan lingkungan. (Inibaru.id, 2018)
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, mappalette bola menjadi cerminan filosofi hidup orang Bugis: ketika seseorang hendak pindah rumah, seluruh masyarakat turut membantu tanpa pamrih. Kegiatan ini memperkuat solidaritas sosial serta menjaga nilai gotong royong sebagai bagian penting dari identitas budaya Bugis. (Indonesia.go.id, 2019)
Asal Usul dan Makna Tradisi Mappalette Bola
Latar belakang sejarah
Tradisi ini berasal dari masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Barru dan Bone. Mappalette bola dilakukan ketika pemilik rumah ingin berpindah tempat tinggal namun tetap mempertahankan struktur bangunan rumah panggung mereka. Karena rumah-rumah Bugis umumnya terbuat dari kayu dan dirangkai tanpa paku, rumah tersebut bisa diangkat dan dipindahkan secara manual. (Budaya Data Kemdikbud, 2021)
Nilai budaya dan sosial
Tradisi ini memiliki makna lebih dalam daripada sekadar pemindahan rumah. Ia mencerminkan filosofi hidup masyarakat Bugis: sipakatau (saling menghormati), sipakainge (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling memuliakan). Semua warga ikut serta, menunjukkan bagaimana kebersamaan dapat memindahkan sesuatu yang besar secara harfiah dan simbolis. (Intisari, 2023)
Proses Pelaksanaan Mappalette Bola
Tahap persiapan
Sebelum rumah dipindahkan, pemilik rumah bersama warga melepas seluruh isi rumah agar tidak rusak selama proses berlangsung. Tiang-tiang rumah kemudian diperkuat dan dipasangi bambu panjang yang berfungsi sebagai pegangan. Setelah itu, masyarakat berkumpul untuk melakukan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat guna memohon keselamatan. (Inibaru.id, 2018)
Proses pemindahan rumah
Pemindahan dilakukan secara serentak oleh puluhan hingga ratusan warga laki-laki. Mereka mengangkat rumah dengan menggunakan bambu sebagai penopang dan berjalan perlahan menuju lokasi baru. Jika jarak cukup jauh, rumah bisa digeser menggunakan roda atau batang kayu. Kaum perempuan menyiapkan makanan dan minuman bagi peserta pemindahan sebagai bentuk dukungan dan rasa syukur. (Indonesia.go.id, 2019)
Upacara penutup dan doa syukur
Setelah rumah tiba di tempat baru, masyarakat menggelar doa syukur dan acara makan bersama. Beberapa daerah juga mengenal ritual maccera bola, yakni upacara menyembelih ayam dan mengoleskan darahnya ke tiang rumah sebagai simbol perlindungan. (RRI.co.id, 2025)
Nilai dan Relevansi Mappalette Bola di Era Modern
Pelestarian budaya lokal
Tradisi ini merupakan contoh nyata bagaimana masyarakat Bugis menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan melalui praktik kebersamaan. Meski jarang dilakukan di era modern, tradisi ini masih sesekali dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan warisan budaya. (Budaya Data Kemdikbud, 2021)
Tantangan dan peluang pelestarian
Kini, tantangan utama dalam pelestarian mappalette bola adalah minimnya regenerasi dan perubahan gaya hidup modern. Namun, beberapa pemerintah daerah dan komunitas budaya mulai mengangkat tradisi ini sebagai potensi wisata budaya dan media edukasi bagi generasi muda.
Nilai filosofis dan pesan moral
Tradisi ini mengajarkan bahwa kehidupan bermasyarakat tidak bisa dijalani sendiri. Kerja sama dan gotong royong adalah kekuatan utama yang mampu memindahkan beban besar, baik secara fisik maupun sosial. (ResearchGate, 2023)
Mappalette bola bukan hanya ritual memindahkan rumah, melainkan juga upaya menjaga nilai solidaritas dan kebersamaan. Dalam konteks masyarakat modern, tradisi ini mengingatkan kita bahwa gotong royong adalah fondasi yang membuat komunitas tetap hidup dan berdaya.
Mari terus mengenal tradisi-tradisi budaya Nusantara lainnya melalui liputan mendalam Garap Media. Kunjungi situs kami dan temukan kisah menarik seputar adat, budaya, dan warisan leluhur Indonesia yang tak lekang oleh waktu.
Referensi
