Tradisi Cokaiba: Topeng Setan Pererat Persaudaraan

Last Updated: 7 September 2025, 15:49

Bagikan:

Warna-warni tradisi Cokaiba yang hidupkan suasana Maulid Nabi. Sumber gambar: Life – Indozone.id
Table of Contents

Tradisi Cokaiba: Topeng Setan Pererat Persaudaraan

Indonesia dikenal dengan kekayaan budaya yang beragam. Setiap daerah memiliki tradisi unik yang tidak hanya menjadi identitas masyarakatnya, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam. Salah satunya adalah tradisi Cokaiba di Maluku Utara. Tradisi yang sering disebut sebagai Topeng Setan ini erat kaitannya dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski namanya terkesan menyeramkan, Cokaiba justru menyimpan pesan kebersamaan, solidaritas, dan keimanan yang kuat.

Artikel ini akan membahas asal-usul, prosesi, hingga makna filosofis dari tradisi Cokaiba, serta tantangan yang dihadapi di era modern.


Asal Usul Tradisi Cokaiba

Jejak Sejarah di Maluku Utara

Tradisi Cokaiba berkembang di kawasan Gamrange yang meliputi Weda, Patani, dan Maba di Halmahera Tengah. Kata “Cokaiba” sendiri berasal dari bahasa Tidore yang berarti “bermuka setan”. Nama tersebut mencerminkan wujud para peserta ritual yang mengenakan topeng menyeramkan.

Sejarahnya, Cokaiba muncul sebagai ekspresi kegembiraan masyarakat menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam keyakinan lokal, bahkan jin dan setan turut bersukacita atas lahirnya sang Nabi pembawa rahmat. Sejak itu, tradisi ini diwariskan turun-temurun hingga menjadi bagian penting dari identitas budaya Maluku Utara.

Filosofi Fagogoru

Cokaiba tak lepas dari nilai adat Fagogoru, yang menekankan lima hal: persaudaraan (ngaku rasai), ketulusan (budi bahasa), sopan santun (sopan re hormat), serta rasa malu dan takut terhadap dosa (memoi re metat). Nilai-nilai inilah yang terus dipelihara melalui setiap perayaan Cokaiba.


Prosesi Ritual Cokaiba

Tahapan Pelaksanaan

Ritual Cokaiba biasanya digelar selama 3 hingga 5 hari, bertepatan dengan tanggal 10–12 Rabiul Awal. Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan doa dan zikir yang dikenal sebagai Sarawal Anam, dipimpin tokoh agama dan tokoh adat (Sangadji).

Setelah itu, tokoh adat melepas “pasukan Cokaiba” yang jumlahnya tradisional mencapai 99 orang, melambangkan 99 Asmaul Husna. Mereka mengenakan topeng menyeramkan dan berkeliling kampung. Uniknya, pasukan ini akan “menghukum” warga yang tidak ikut berzikir dengan cara simbolis, seperti dipukul ringan, agar masyarakat terdorong lebih taat beribadah.

Simbolisme dalam Hidangan

Pada hari terakhir, masyarakat menyajikan hidangan nasi berwarna: putih, merah, kuning, dan hijau. Masing-masing memiliki makna, yaitu keikhlasan, keberanian, kemakmuran, dan kesejahteraan. Setelah itu, ritual ditutup dengan pembacaan riwayat Nabi dan doa bersama.


Makna Sosial dan Tantangan

Nilai Kebersamaan

Lebih dari sekadar perayaan Maulid, Cokaiba berfungsi sebagai sarana memperkuat persatuan. Gotong royong dalam menyiapkan ritual, kebersamaan dalam zikir, dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat menjadi bukti betapa pentingnya solidaritas sosial dalam tradisi ini.

Tantangan Modernitas

Seiring berkembangnya zaman, partisipasi generasi muda mulai menurun. Urbanisasi, pengaruh budaya global, dan perubahan gaya hidup menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, tokoh masyarakat mendorong agar Cokaiba dimasukkan dalam Peraturan Daerah (Perda) dan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda. Upaya ini dianggap penting agar tradisi tetap lestari dan dikenal luas, bahkan berpotensi mendapat pengakuan UNESCO.


Tradisi Cokaiba membuktikan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga sumber nilai kebersamaan yang relevan hingga kini. Dari topeng menyeramkan hingga doa bersama, setiap detail ritual menyimpan pesan mendalam tentang iman dan solidaritas.

Mari terus lestarikan kekayaan budaya Nusantara, dan jangan lewatkan artikel menarik lainnya hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /