Torticollis: Leher Miring yang Perlu Diwaspadai

Last Updated: 28 October 2025, 03:45

Bagikan:

Kondisi leher miring perlu penanganan tepat untuk mencegah kekakuan permanen. Sumber gambar: ResearchGate
Table of Contents

Torticollis: Leher Miring yang Perlu Diwaspadai

Kondisi torticollis terjadi ketika otot leher menyebabkan kepala berputar atau miring ke satu sisi, sehingga posisi kepala tampak tidak normal dan sering disertai rasa kaku. Kondisi ini dapat muncul sejak lahir maupun diperoleh kemudian dalam kehidupan seseorang (Johns Hopkins Medicine, 2024).
Torticollis memerlukan pemahaman mengenai penyebab, diagnosis, dan penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut, terutama pada bayi di masa pertumbuhan mereka (Cleveland Clinic, 2022).


Apa itu Torticollis?

Definisi torticollis

Torticollis, atau dikenal juga sebagai “wryneck”, adalah kondisi ketika kepala dan leher berputar atau miring secara tidak normal akibat otot leher yang kaku atau spasme (Johns Hopkins Medicine, 2024).

Jenis-jenis torticollis

  • Kongenital (sejak lahir): biasanya ditemukan pada bayi karena pemendekan otot sternocleidomastoid (AAOS, 2023).
  • Diperoleh (acquired): terjadi akibat infeksi, cedera, otot menegang, atau kebiasaan postur tubuh yang buruk (Cleveland Clinic, 2022).

Penyebab dan Faktor Risiko

Torticollis kongenital biasanya disebabkan oleh posisi janin dalam rahim yang tidak optimal atau trauma saat persalinan yang memendekkan otot leher (AAOS, 2023). Sedangkan torticollis yang diperoleh dapat terjadi akibat spasme otot setelah tidur dalam posisi buruk, cedera tulang leher, atau gangguan saraf (eMedicine Medscape, 2023).
Faktor risiko termasuk kelahiran pertama, bayi yang lama dalam posisi rahim terbatas, atau orang dewasa dengan riwayat otot leher kaku atau gangguan tulang belakang.


Gejala dan Cara Diagnosis

Gejala utama

  • Kepala miring ke satu sisi, dagu mengarah ke sisi lainnya (AAOS, 2023).
  • Gerak kepala terbatas (sulit memutar atau menunduk/mendongak) (Johns Hopkins Medicine, 2024).
  • Nyeri atau kekakuan pada otot leher (lebih umum pada torticollis diperoleh) (eMedicine Medscape, 2023).
  • Pada bayi, mungkin muncul benjolan kecil di otot sternocleidomastoid yang terkena (AAOS, 2023).

Diagnosa

Diagnosis dilakukan melalui riwayat medis dan pemeriksaan fisik, serta jika diperlukan melalui pencitraan (X-ray, MRI) untuk menyingkirkan penyebab tulang atau saraf (Johns Hopkins Medicine, 2024).


Pengobatan dan Penanganan

Terapi konservatif

Untuk banyak kasus, terutama pada bayi dengan torticollis kongenital, intervensi fisik berupa latihan peregangan dan pengaturan posisi sangat efektif (Cleveland Clinic, 2022). Contoh: menempatkan bayi pada posisi yang memicu gerakan ke sisi yang terbatas, latihan rotasi kepala, pengaturan posisi tidur dan bermain (Cleveland Clinic, 2023).
Baca juga: Pentingnya Latihan Fisioterapi bagi Anak dengan Torticollis di Garap Media (Link Artikelnya)

Penanganan lanjutan

Jika setelah periode konservatif kondisi tidak membaik, pilihan lanjut dapat berupa injeksi botulinum toxin atau pembedahan korektif pada otot atau tulang leher (eMedicine Medscape, 2023).

Prognosis

Prognosis untuk torticollis kongenital yang mendapat penanganan dini sangat baik dengan tingkat keberhasilan tinggi bila terapi dimulai lebih awal (eMedicine Medscape, 2023). Untuk kasus yang mulai lebih terlambat atau ada faktor saraf/tulang, pemulihan bisa lebih lama.


Pencegahan

Beberapa langkah yang bisa membantu pemulihan dan mencegah kekambuhan torticollis:

  • Pastikan bayi diberi waktu tummy time serta variasi posisi tidur dan bermain untuk merangsang gerak leher ke kedua sisi.
  • Hindari posisi tidur atau duduk yang menyebabkan leher miring terlalu lama.
  • Pada orang dewasa, jaga postur leher saat bekerja atau menggunakan laptop/ponsel untuk menghindari otot kaku yang bisa memicu torticollis.
  • Jika muncul kekakuan mendadak atau rasa sakit leher yang menetap, segera konsultasikan ke dokter guna menyingkirkan penyebab serius.

Torticollis bisa diatasi dengan baik bila dikenali sejak awal dan mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan dukungan latihan fisik, posisi yang baik, dan intervensi medis bila diperlukan, banyak orang—khususnya bayi—dapat kembali ke gerak leher normal secara optimal.
Silakan terus ikuti berita-kesehatan lainnya di Garap Media untuk informasi terkini tentang gangguan otot dan tulang serta tips pencegahannya. Kami mengajak Anda mengeksplor artikel lain di Garap Media untuk menambah wawasan tentang topik kesehatan yang relevan dan praktis.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /