Topan Kalmaegi Luluhlantakkan Filipina, Ratusan Korban Tewas dan Ribuan Mengungsi

Last Updated: 7 November 2025, 03:29

Bagikan:

Evakuasi massal berlangsung di Cebu, Filipina, setelah Topan Kalmaegi menghantam dengan hujan lebat dan angin kencang, menewaskan ratusan orang. Sumber gambar: Reuters
Table of Contents

Topan Kalmaegi Luluhlantakkan Filipina, Ratusan Korban Tewas dan Ribuan Mengungsi

Topan Kalmaegi kembali menguji ketahanan Filipina setelah badai tropis tersebut menerjang wilayah tengah dan selatan negara itu pada awal November 2025. Dengan kekuatan angin mencapai 150 kilometer per jam dan hujan lebat yang berlangsung selama dua hari, badai ini menimbulkan banjir besar, tanah longsor, dan kerusakan parah di beberapa provinsi seperti Cebu, Leyte, dan Samar (Reuters, 2025).

Pemerintah Filipina menetapkan status bencana nasional setelah laporan awal menunjukkan setidaknya 114 orang tewas dan lebih dari 127 orang masih hilang (ABC News, 2025). Ribuan penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di pusat-pusat evakuasi yang tersebar di seluruh Visayas dan Mindanao.


Dampak Besar Topan Kalmaegi di Filipina

Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur

Berdasarkan laporan Associated Press (2025), Topan Kalmaegi menyebabkan banjir parah di Cebu, yang disebut sebagai banjir terburuk dalam sejarah provinsi tersebut. Banyak rumah hanyut terbawa arus deras, sementara kendaraan dan jembatan rusak berat akibat meluapnya sungai. Pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa ribuan keluarga kini kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan mendesak.

Selain kerusakan fisik, sejumlah fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, dan jaringan listrik juga lumpuh. Lebih dari 200.000 warga mengalami pemadaman listrik selama berhari-hari, sementara tim penyelamat terus berupaya mencari korban di antara puing-puing bangunan (Al Jazeera, 2025).


Respons Pemerintah dan Upaya Penyelamatan

Status Bencana Nasional Ditetapkan

Pemerintah Filipina melalui National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC) secara resmi mengumumkan keadaan darurat nasional untuk mempercepat distribusi bantuan. Langkah ini juga memungkinkan mobilisasi dana dan sumber daya dari pemerintah pusat ke daerah-daerah terdampak (Antara, 2025).

Evakuasi Massal dan Bantuan Internasional

Lebih dari 200.000 orang telah dievakuasi dari wilayah pesisir yang berisiko tinggi terhadap banjir dan gelombang setinggi tiga meter. Beberapa negara tetangga, termasuk Jepang dan Australia, menawarkan bantuan logistik dan medis.

Baca juga: Bandara Dhoho Kediri Siap Layani Penerbangan Komersial Penuh Mulai 2025 (https://www.garapmedia.com/bandara-dhoho-kediri-siap-layani-penerbangan-komersial)


Tantangan Pemulihan Pasca-Bencana

Infrastruktur dan Akses Logistik Terhambat

Proses pemulihan di daerah terdampak diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan. Jalan utama di Cebu dan Leyte masih tertutup lumpur dan reruntuhan bangunan, membuat pengiriman bantuan logistik menjadi sulit. Menurut laporan Reuters (2025), beberapa daerah masih terisolasi karena jembatan penghubung runtuh.

Ancaman Cuaca Ekstrem Berlanjut

Topan Kalmaegi merupakan badai ke-20 yang melanda Filipina sepanjang tahun 2025 (The Guardian, 2025). Badan meteorologi setempat memperingatkan adanya potensi sistem cuaca baru yang dapat berkembang di Samudra Pasifik dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini membuat pemerintah tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan.


Pelajaran dari Topan Kalmaegi

Bencana ini menunjukkan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat di negara rawan topan seperti Filipina. Infrastruktur tahan bencana perlu menjadi prioritas nasional agar dampak bencana serupa dapat diminimalisir. Selain itu, dukungan komunitas internasional berperan besar dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.


Topan Kalmaegi meninggalkan luka mendalam bagi rakyat Filipina, namun juga menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam. Pemerintah dan masyarakat kini bergotong royong untuk memulihkan kehidupan di tengah kerusakan yang meluas.

Untuk berita lingkungan, bencana alam, dan kebijakan iklim lainnya, terus ikuti Garap Media agar Anda selalu mendapatkan informasi terpercaya dan terbaru seputar Asia Tenggara.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /