Aksi sekelompok warga yang membawa dan mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terjadi di Kota Lhokseumawe, Aceh. Aksi tersebut berlangsung di jalan nasional Banda Aceh–Medan dan sempat mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat sekitar.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun langsung ke lokasi untuk membubarkan aksi tersebut secara persuasif. Dalam proses pengamanan, aparat juga mengamankan seorang pria yang membawa senjata api dan senjata tajam, sehingga peristiwa ini menjadi perhatian publik.
Kronologi Pembubaran Aksi Bendera GAM Aceh
Lokasi dan Jalannya Aksi
Aksi pengibaran bendera GAM Aceh berlangsung di kawasan Simpang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Massa terlihat berkumpul di badan jalan sambil membawa atribut bendera bulan bintang yang identik dengan GAM. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan dan menarik perhatian warga serta pengguna jalan (ANTARA News, 2025).
Langkah Persuasif TNI di Lapangan
TNI dari Korem 011/Lilawangsa mendatangi lokasi dan melakukan dialog dengan massa. Aparat meminta peserta aksi untuk menurunkan atribut dan tidak melanjutkan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Pendekatan ini dilakukan tanpa tindakan represif sehingga situasi dapat dikendalikan (Republika Online, 2025).
Penangkapan dan Pengamanan Senjata
Dalam proses pembubaran, TNI mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa sepucuk senjata api jenis pistol serta sebilah rencong. Pria tersebut diduga berupaya memprovokasi massa dan sempat mencoba melarikan diri sebelum akhirnya diamankan aparat (Suara.com, 2025).
Barang bukti berupa senjata api dan senjata tajam kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku (ANTARA News, 2025).
Dampak Aksi terhadap Keamanan
Gangguan Ketertiban Umum
Aksi pengibaran simbol GAM dinilai sensitif karena berkaitan dengan sejarah konflik di Aceh. Kehadiran massa di jalan nasional dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat jika tidak segera ditangani (TIMES Indonesia, 2025).
Respons Aparat dan Warga
Aparat keamanan menegaskan bahwa langkah pembubaran dilakukan demi menjaga stabilitas wilayah. Sejumlah warga setempat juga membantu aparat dengan melaporkan pergerakan massa dan mendukung upaya persuasif agar situasi tidak berkembang menjadi kericuhan (TIMES Indonesia, 2025).
Pembubaran aksi pengibaran bendera GAM Aceh di Lhokseumawe menunjukkan kesigapan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pendekatan dialogis yang dilakukan aparat dinilai efektif untuk meredam potensi konflik tanpa menimbulkan bentrokan.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga kondusivitas wilayah dan tidak mudah terprovokasi oleh aksi-aksi yang berpotensi memicu ketegangan. Ikuti terus berita nasional dan daerah lainnya hanya di Garap Media.
Referensi
