Tiba-Tiba Tuli? Kenali Penyebab & Cara Menghadapinya
Pernahkah Anda merasa tiba-tiba kehilangan pendengaran di salah satu telinga tanpa alasan jelas? Kondisi ini dikenal sebagai tuli mendadak atau sudden sensorineural hearing loss (SSNHL). Meskipun jarang terjadi, kondisi ini cukup serius karena bisa memengaruhi kualitas hidup jika tidak segera ditangani. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang pendengaran pulih.
Apa Itu Tuli Mendadak?
Definisi dan Gejala
Tuli mendadak adalah kehilangan pendengaran secara cepat—lebih dari 30 desibel—dalam waktu kurang dari 72 jam. Gejala yang sering muncul termasuk telinga berdenging (tinnitus), pusing berputar (vertigo), atau sensasi penuh di telinga. Sebagian besar orang tidak merasakan gejala sebelumnya, sehingga kehilangan pendengaran mendadak bisa sangat mengejutkan.
Siapa yang Berisiko?
SSNHL bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih umum dialami orang berusia 40–60 tahun. Biasanya hanya memengaruhi satu telinga, dan sering kali penyebab pastinya tidak diketahui.
Penyebab Tuli Mendadak
Hanya sekitar 10–15% kasus SSNHL yang penyebabnya bisa dipastikan. Namun, ada beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kondisi ini:
Infeksi Virus
Virus seperti herpes zoster, influenza, dan bahkan COVID-19 dapat menyebabkan peradangan pada telinga bagian dalam. Hal ini bisa mengganggu sel-sel pendengaran sehingga muncul kehilangan pendengaran mendadak.
Gangguan Vaskular
Masalah aliran darah ke telinga, seperti pembekuan darah atau sumbatan pembuluh darah, dapat merusak sel-sel telinga bagian dalam. Akibatnya, kemampuan mendengar bisa menurun secara tiba-tiba.
Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun, misalnya lupus, dapat membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan telinga secara keliru. Serangan ini merusak sel-sel pendengaran dan memicu tuli mendadak.
Trauma atau Cedera
Cedera kepala atau paparan suara keras secara tiba-tiba dapat merusak struktur telinga bagian dalam, sehingga muncul kehilangan pendengaran mendadak.
Faktor Lain
Stres berat, merokok, dan konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko SSNHL. Menjaga gaya hidup sehat dapat menjadi salah satu langkah pencegahan.
Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis
Untuk memastikan kondisi ini, dokter biasanya melakukan audiometri untuk mengukur tingkat kehilangan pendengaran. Tes tambahan seperti MRI atau pemeriksaan darah kadang diperlukan untuk mencari penyebab yang mendasari.
Pengobatan
Penanganan dini sangat menentukan peluang pemulihan. Beberapa metode pengobatan meliputi:
- Steroid Oral: Obat antiinflamasi seperti prednison dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan peluang pendengaran pulih.
- Steroid Injeksi: Jika obat oral tidak efektif, injeksi langsung ke telinga bagian dalam bisa dipertimbangkan.
- Terapi Oksigen Hiperbarik: Digunakan pada beberapa kasus untuk meningkatkan suplai oksigen ke telinga bagian dalam.
- Observasi: Pada kasus ringan, tubuh kadang dapat pulih sendiri tanpa pengobatan khusus.
Prognosis dan Pemulihan
Sekitar 50% penderita SSNHL mengalami pemulihan sebagian atau total dalam dua minggu pertama setelah gejala muncul. Namun, jika pengobatan dimulai lebih dari dua hingga empat minggu setelah onset, kemungkinan pemulihan menjadi sangat kecil.
Tuli mendadak bukan kondisi sepele. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala kehilangan pendengaran mendadak, segera konsultasikan ke dokter THT. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang pendengaran pulih.
Untuk berita kesehatan terbaru dan artikel menarik lainnya, kunjungi Garap Media. Jangan lewatkan informasi penting yang bisa menyelamatkan telinga Anda!
Referensi:
