Thịt Bò Kiến Đốt: Kuliner Ekstrem Vietnam yang Jadi Buruan Wisatawan
Thịt bò kiến đốt atau bò tái kiến đốt adalah salah satu kuliner ekstrem paling terkenal di Vietnam, terutama di kawasan Tam Đảo, Provinsi Vĩnh Phúc. Hidangan unik ini dibuat dengan cara menggantung daging sapi dekat sarang semut hutan agar semut menggigit daging secara langsung. Sensasi asam-pedas dari formic acid semut menciptakan rasa khas yang tidak ditemukan dalam masakan lain. (Vietnam News, 2024)
Popularitasnya meningkat pesat karena liputan media lokal dan wisatawan kuliner yang tertarik pada cara pengolahannya yang tidak biasa. Hidangan ini kini menjadi salah satu ikon kuliner Tam Đảo yang banyak dicari wisatawan domestik maupun mancanegara. (Vietnam.vn, 2024)
Asal Usul Thịt Bò Kiến Đốt
Hidangan ini berasal dari tradisi kuliner masyarakat etnis Sán Dìu di Tam Đảo. Secara historis, daging sapi segar diproses menggunakan bantuan semut hutan yang hidup di pepohonan. Penduduk lokal percaya bahwa gigitan semut memberikan aroma dan rasa alami sekaligus membantu mengawetkan daging dalam waktu singkat. (Vietnam News, 2024)
Seiring waktu, kuliner ini menjadi bagian dari identitas budaya Tam Đảo. Wisatawan yang berkunjung sering mencari makanan autentik yang mempertahankan teknik pemrosesan tradisional tanpa modifikasi modern yang berlebihan. (Vietnam.vn, 2024)
Proses Pembuatan Thịt Bò Kiến Đốt
Pembuatan hidangan ini tergolong unik dan membutuhkan keterampilan khusus. Daging sapi segar dipotong tebal sekitar satu hingga dua sentimeter, lalu digantung di dekat sarang semut hutan. Semut yang merasa terganggu akan keluar dan menggigit permukaan daging, meninggalkan rasa asam dan aroma khas. (Vietnam.vn, 2024)
Setelah proses “penyengatan” selesai, daging dicuci dengan air garam encer untuk menghilangkan semut yang tersisa tanpa menghilangkan rasa asam alami dari gigitan mereka. Daging kemudian dipanggang di atas bara arang hingga bagian luarnya matang dan bagian dalamnya tetap merah muda atau medium rare. Teknik ini mempertahankan kelembutan daging dan rasa unik dari interaksi dengan semut.
Cita Rasa dan Cara Penyajian Tradisional
Saat disajikan, daging diiris tipis dan disertai dengan berbagai pelengkap seperti daun ketumbar Vietnam, buah belimbing wuluh (sour star fruit), cabai, dan pisang hijau muda. Komponen pendamping ini membantu menyeimbangkan rasa asam-pedas khas yang berasal dari semut.
Salah satu unsur paling penting adalah garam semut (ant salt), yaitu bumbu tradisional yang dibuat dari garam, cabai, dan semut hutan tumbuk. Racikan ini memberi sensasi pedas-asam yang lebih kuat dan memperkaya rasa keseluruhan hidangan. (Vietnam.vn, 2024)
Perkembangan Modern dan Popularitasnya
Saat ini, thịt bò kiến đốt tidak hanya tersedia di rumah-rumah penduduk lokal, tetapi juga menjadi menu resmi di sejumlah restoran di Tam Đảo. Banyak restoran memperkenalkan versi modern dengan penyajian yang lebih higienis tetapi tetap mempertahankan proses tradisional. (Vietnam.vn, 2024)
Harganya cukup terjangkau untuk wisatawan, yaitu sekitar 150.000–200.000 VND per porsi, yang biasanya cukup untuk dua orang. (Vietnam.vn, 2024)
Pengakuan terhadap kuliner ini semakin kuat ketika Vietnam Record Organization memasukkannya sebagai salah satu dari Top 100 Specialty Dishes Vietnam, menjadikan hidangan ini semakin populer di kalangan pemburu kuliner ekstrem maupun penikmat masakan autentik. (Vietnam.vn, 2024)
Thịt bò kiến đốt merupakan bukti kekayaan kuliner Vietnam yang memadukan kreativitas, tradisi, dan keberanian dalam memanfaatkan bahan-bahan alam sekitar. Proses pembuatannya yang ekstrem justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.
Jika Anda tertarik mengeksplorasi kuliner-kuliner unik lainnya, kunjungi Garap Media untuk membaca berita dan rekomendasi kuliner terbaru dari berbagai penjuru dunia. Banyak artikel menarik yang dapat menjadi inspirasi perjalanan dan eksplorasi rasa Anda berikutnya.
Referensi
