Thailand Berlakukan Aturan Alkohol Baru, Turis Bisa Didenda hingga Rp5 Juta Bila Minum di Jam Terlarang

Last Updated: 11 November 2025, 13:58

Bagikan:

Keramaian pasar siang hari di Bangkok mencerminkan aktivitas wisata yang tetap hidup meski Thailand memperketat aturan alkohol. Sumber gambar: Nerd Nomads/Maria Wulff Hauglann
Table of Contents

Thailand Berlakukan Aturan Alkohol Baru, Turis Bisa Didenda hingga Rp5 Juta Bila Minum di Jam Terlarang

Thailand resmi memperbarui peraturan terkait konsumsi dan penjualan minuman beralkohol melalui revisi Alcoholic Beverage Control Act (No. 2) B.E. 2568 yang mulai berlaku pada 8 November 2025. Dalam aturan baru ini, konsumen atau wisatawan kini bisa dikenai denda hingga 10.000 baht (sekitar Rp5 juta) apabila kedapatan minum atau dilayani minuman beralkohol di luar jam yang diperbolehkan (IDN Times, 2025).

Kebijakan tersebut menjadi perhatian banyak pihak, terutama para pelaku industri pariwisata di Bangkok, Phuket, dan Pattaya. Banyak pengusaha restoran dan bar mengaku khawatir aturan ini akan menimbulkan kebingungan di kalangan wisatawan asing yang tidak mengetahui batas waktu konsumsi alkohol yang sah.


Jam Larangan Konsumsi Alkohol di Thailand

Berdasarkan laporan Asia Daily dan Tourism Authority of Thailand (TAT), jam penjualan alkohol secara nasional hanya diperbolehkan pada rentang waktu 11.00–14.00 dan 17.00–24.00 waktu setempat (Asia Daily, 2025; TAT News, 2025).

Di luar jam tersebut, baik penjual maupun pembeli tidak boleh melakukan transaksi atau mengonsumsi alkohol di tempat umum. Sanksi bagi pelanggar bisa berupa denda hingga 10.000 baht atau hukuman penjara singkat, tergantung pada tingkat pelanggaran.

Beberapa tempat seperti hotel berlisensi, lounge bandara, dan venue dengan izin khusus menjadi pengecualian dari aturan waktu ini. Artinya, konsumsi alkohol masih dapat dilakukan di tempat-tempat tersebut selama sesuai izin operasi yang berlaku.


Dampak Aturan Baru bagi Industri Pariwisata

Pelaku usaha sektor pariwisata dan restoran di Thailand mengungkapkan kekhawatiran bahwa kebijakan ini dapat menurunkan minat wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara Barat yang memiliki kebiasaan menikmati alkohol di siang hari. Menurut laporan The Nation Thailand, beberapa asosiasi bisnis meminta pemerintah memberikan sosialisasi lebih luas agar wisatawan tidak kebingungan dengan jam larangan baru (The Nation Thailand, 2025).

Sementara itu, pihak pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menekan tingkat konsumsi alkohol berlebih di ruang publik dan mengurangi dampak sosial, termasuk kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh alkohol.


Reaksi Masyarakat dan Wisatawan Asing

Di media sosial, beberapa wisatawan mengungkapkan kebingungan terhadap implementasi aturan baru ini. Banyak yang mengira larangan hanya berlaku untuk penjualan, bukan konsumsi. Padahal, dalam praktiknya, wisatawan yang kedapatan meminum alkohol di tempat umum pada jam terlarang juga dapat dikenai sanksi.

Meski begitu, sejumlah pihak menilai kebijakan ini sejalan dengan tren regional dalam pengendalian alkohol, di mana negara-negara Asia Tenggara semakin memperketat regulasi demi menjaga ketertiban umum.


Perubahan dalam aturan alkohol Thailand menjadi pengingat bagi wisatawan untuk selalu memperhatikan norma dan regulasi lokal sebelum bepergian. Meskipun tampak ketat, kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan wisata yang lebih aman dan tertib.

Untuk informasi menarik lainnya seputar kebijakan perjalanan internasional, kuliner, dan budaya Asia, baca terus berita terbaru hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /