Kejadian mengerikan terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, ketika seorang mahasiswi UIN Suska menjadi korban pembacokan oleh rekan sesama mahasiswa. Insiden terjadi pada Kamis pagi saat korban bersiap mengikuti sidang skripsi dan langsung menjadi viral di media massa serta media sosial (DetikNews, 2026).
Polisi segera menanggapi laporan tersebut dan menangkap pelaku di lokasi. Kepolisian dan pihak kampus kini tengah mendalami motif yang diduga terkait persoalan pribadi antara pelaku dan korban, serta mengevaluasi sistem keamanan di kampus tersebut (FN Indonesia, 2026).
Detik-detik Insiden di Kampus UIN Suska
Kejadian Saat Sidang Skripsi
Peristiwa pembacokan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di lantai 2 Gedung Fakultas Hukum Syariah UIN Suska Riau ketika korban yang berinisial F (23) tengah bersiap mengikuti sidang skripsi. Pelaku tiba-tiba datang dan menyerang korban dengan senjata tajam (DetikNews, 2026).
Korban mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala dan lengan, dan segera dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi korban dilaporkan stabil setelah mendapatkan pertolongan medis (DetikNews, 2026).
Penangkapan Pelaku di Lokasi
Usai aksi brutalnya, pelaku berhasil diamankan oleh sekuriti kampus bersama mahasiswa lain yang membantu meredakan situasi sebelum menyerahkan pelaku ke polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut (DetikNews, 2026).
Pelaku, yang diketahui berinisial R (21), dibawa ke Polsek Bina Widya untuk menjalani proses hukum. Polisi menyatakan bahwa pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan dalam KUHP dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara (FN Indonesia, 2026).
Motif Pembacokan dan Dugaan Asmara
Penyelidikan Polisi
Menurut Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, pelaku telah merencanakan serangan tersebut dan membawa parang serta kapak sebelum masuk ke kampus. Kejadian diketahui merupakan tindak pidana penganiayaan dengan unsur dendam dan sakit hati (DetikNews, 2026).
Pihak kepolisian masih mendalami motif lebih jauh, namun berdasarkan keterangan awal, hubungan antara pelaku dan korban pernah cukup dekat, sehingga diduga konflik pribadi menjadi alasan utama aksi tersebut (DetikNews, 2026).
Aspek Hubungan Pribadi
Motif asmara yang gagal atau sakit hati karena penolakan cinta sebagai salah satu pemicu tindakan sadis ini. Ini membuat kasus tersebut tidak hanya menjadi masalah kriminal, tetapi juga refleksi hubungan antarmahasiswa yang berujung tragis (Suara.com, 2026).
Respons Kampus dan Lingkungan Akademik
Pernyataan Resmi dan Evaluasi Keamanan
Pihak kampus UIN Suska Riau menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Kampus juga berjanji membantu penyelidikan dan mengevaluasi aspek keamanan yang memungkinkan pelaku membawa senjata tajam masuk kampus tanpa terdeteksi (Suara.com, 2026).
Kejadian ini membuka diskusi tentang pentingnya keamanan di lingkungan akademik, khususnya untuk kegiatan yang melibatkan mahasiswa akhir atau sidang akademik penting seperti skripsi (Suara.com, 2026).
Sorotan Mahasiswa dan Masyarakat
Civitas akademika dan mahasiswa lain menyatakan keprihatinan atas peristiwa ini. Mereka mendesak kampus memperkuat sistem perlindungan mahasiswa. Layanan konseling juga dinilai penting untuk mencegah konflik pribadi berujung kekerasan.
Insiden pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau menjadi peringatan serius soal keamanan kampus. Kasus ini juga menyoroti konflik pribadi yang tak terselesaikan. Aparat penegak hukum masih memproses pelaku secara tegas.
Terus pantau update berita lain dan berbagai liputan menarik lainnya hanya di Garap Media. Informasi faktual dan masa kini tentang pendidikan, kriminal, hingga isu sosial selalu kami hadirkan untuk kamu setiap hari.
Referensi
