Ptosis atau mata turun adalah kondisi ketika kelopak mata atas berada lebih rendah dari posisi normal. Kondisi ini kerap dianggap hanya memengaruhi penampilan, padahal pada tingkat tertentu dapat menghambat penglihatan dan aktivitas sehari-hari. Informasi mengenai ptosis penting diketahui masyarakat agar tidak terlambat mendapatkan penanganan medis yang tepat (Kompas.com, 2021).
Sejumlah media dan institusi kesehatan di Indonesia mencatat bahwa mata turun ptosis dapat terjadi pada semua kelompok usia, baik sejak lahir maupun akibat faktor usia dan penyakit tertentu. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyebab, gejala, hingga cara penanganannya menjadi hal yang krusial (JEC Eye Hospitals & Clinics, 2025).
Apa Itu Mata Turun Ptosis?
Pengertian Mata Turun Ptosis
Mata turun ptosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan turunnya kelopak mata atas sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pupil mata. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada otot levator atau saraf yang berperan dalam mengangkat kelopak mata (JEC Eye Hospitals & Clinics, 2025).
Ptosis dapat terjadi pada satu mata atau kedua mata sekaligus. Tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari ringan hingga berat yang berpotensi mengganggu lapangan pandang penderitanya (Cleveland Clinic, 2025).
Penyebab Mata Turun Ptosis
Faktor Penyebab yang Umum Terjadi
Berdasarkan sejumlah sumber medis dan media lokal, terdapat beberapa penyebab utama mata turun ptosis, antara lain:
- Ptosis kongenital
Ptosis bawaan terjadi sejak lahir akibat otot pengangkat kelopak mata tidak berkembang secara optimal. Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus karena dapat mengganggu perkembangan penglihatan anak (Kompas.com, 2021). - Penuaan
Faktor usia menjadi penyebab paling sering pada orang dewasa. Seiring bertambahnya usia, otot dan jaringan penopang kelopak mata melemah sehingga menyebabkan kelopak mata turun (JEC Eye Hospitals & Clinics, 2025). - Penyakit tertentu
Beberapa penyakit seperti myasthenia gravis dan gangguan saraf lainnya dapat menyebabkan ptosis muncul secara perlahan maupun tiba-tiba (IDN Times, 2026). - Trauma dan tindakan medis
Cedera pada mata atau komplikasi pascaoperasi mata juga dapat memicu terjadinya mata turun ptosis (Cleveland Clinic, 2025).
Gejala Mata Turun Ptosis
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Gejala mata turun ptosis tidak hanya terlihat dari kelopak mata yang menurun. Media kesehatan mencatat beberapa tanda lain yang kerap menyertai kondisi ini, antara lain:
- Kelopak mata tampak menutup sebagian pupil
- Wajah terlihat lelah atau seperti mengantuk
- Penglihatan terasa terhalang, terutama saat melihat ke atas
- Sering mengangkat alis atau mendongakkan kepala agar dapat melihat lebih jelas
Pada anak-anak, ptosis yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen seperti ambliopia atau mata malas (Kompas.com, 2021).
Diagnosis Mata Turun Ptosis
Diagnosis mata turun ptosis dilakukan oleh dokter spesialis mata melalui pemeriksaan fisik dan evaluasi fungsi kelopak mata. Dokter akan menilai posisi kelopak mata, kekuatan otot pengangkat, serta dampaknya terhadap penglihatan pasien (Cleveland Clinic, 2025).
Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan jika ptosis dicurigai berkaitan dengan penyakit saraf atau kondisi medis tertentu lainnya (IDN Times, 2026).
Cara Mengatasi Mata Turun Ptosis
Pilihan Pengobatan yang Disarankan
Penanganan mata turun ptosis disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan meliputi:
- Tindakan operasi
Operasi ptosis bertujuan memperbaiki posisi kelopak mata dengan memperkuat otot pengangkatnya. Tindakan ini dianjurkan apabila ptosis mengganggu penglihatan atau berisiko menimbulkan komplikasi (Cleveland Clinic, 2025). - Pemantauan dan alat bantu
Pada kasus ringan, dokter dapat menyarankan observasi berkala atau penggunaan alat bantu tertentu tanpa tindakan operasi (IDN Times, 2026).
Mata turun ptosis bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang dapat berdampak pada kualitas penglihatan. Mengenali gejala dan penyebabnya sejak dini menjadi langkah penting agar penderita mendapatkan penanganan yang sesuai.
Untuk menambah wawasan seputar kesehatan mata dan informasi medis lainnya, pembaca dapat terus mengikuti artikel-artikel terbaru dan terpercaya hanya di Garap Media.
Referensi
