Colonoscopy adalah prosedur medis yang berperan besar dalam mendeteksi gangguan pada usus besar, termasuk kanker kolorektal. Pemeriksaan ini kerap direkomendasikan dokter karena mampu menemukan kelainan sejak tahap awal, bahkan sebelum muncul gejala yang dirasakan pasien. Deteksi dini melalui colonoscopy terbukti meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Di Indonesia, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan usus besar masih tergolong rendah. Banyak orang baru menjalani colonoscopy ketika gejala sudah berat. Padahal, berbagai media kesehatan lokal dan internasional menegaskan bahwa pemeriksaan rutin dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker usus besar.
Apa Itu Colonoscopy?
Pengertian Colonoscopy
Colonoscopy adalah prosedur pemeriksaan medis menggunakan alat berbentuk selang panjang dan fleksibel yang dilengkapi kamera kecil di ujungnya. Alat ini dimasukkan melalui anus untuk melihat kondisi dinding usus besar dan rektum secara langsung. Dengan bantuan kamera, dokter dapat mengidentifikasi peradangan, luka, polip, hingga jaringan abnormal yang berpotensi menjadi kanker.
Selain berfungsi sebagai alat diagnosis, colonoscopy juga memungkinkan dokter melakukan tindakan langsung, seperti pengambilan sampel jaringan (biopsi) atau pengangkatan polip dalam satu prosedur.
Tujuan Pemeriksaan Colonoscopy
Tujuan utama colonoscopy adalah mendeteksi kelainan pada usus besar sedini mungkin. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk mencari penyebab perdarahan saluran cerna, nyeri perut berkepanjangan, diare kronis, sembelit yang tidak biasa, serta perubahan pola buang air besar.
Kenapa Colonoscopy Penting untuk Deteksi Dini Kanker Usus
Colonoscopy dikenal sebagai standar emas dalam skrining kanker usus besar karena tingkat akurasi yang tinggi. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter menemukan polip pra-kanker dan mengangkatnya sebelum berkembang menjadi kanker ganas.
Media kesehatan lokal melaporkan bahwa sebagian besar kasus kanker kolorektal ditemukan pada stadium lanjut akibat keterlambatan diagnosis. Padahal, jika kanker terdeteksi pada tahap awal melalui colonoscopy, tingkat kesembuhan pasien bisa mencapai lebih dari 90 persen.
Prosedur Colonoscopy: Tahapan dan Persiapan
Persiapan Sebelum Colonoscopy
Sebelum menjalani colonoscopy, pasien diwajibkan melakukan persiapan khusus untuk membersihkan usus besar. Dokter biasanya menyarankan diet rendah serat atau diet cair selama satu hingga dua hari. Pasien juga akan mengonsumsi obat pencahar agar sisa makanan tidak menghalangi pandangan kamera.
Persiapan ini sangat penting karena usus yang tidak bersih dapat menyebabkan hasil pemeriksaan kurang akurat dan meningkatkan risiko pemeriksaan ulang.
Proses Pemeriksaan Colonoscopy
Saat prosedur dilakukan, pasien umumnya diberikan obat penenang agar tetap nyaman. Colonoscope dimasukkan secara perlahan melalui anus hingga ke seluruh bagian usus besar. Proses ini berlangsung sekitar 30–60 menit, tergantung kondisi pasien dan temuan selama pemeriksaan.
Alternatif Pemeriksaan: Virtual Colonoscopy
Seiring perkembangan teknologi, kini tersedia alternatif pemeriksaan bernama Virtual Colonoscopy atau kolonoskopi virtual. Metode ini menggunakan CT scan untuk menghasilkan gambaran tiga dimensi usus besar tanpa memasukkan alat endoskopi ke dalam tubuh.
Media lokal menyebutkan bahwa virtual colonoscopy menjadi pilihan bagi pasien yang tidak dapat menjalani colonoscopy konvensional. Namun, metode ini tidak memungkinkan tindakan langsung seperti pengangkatan polip, sehingga colonoscopy biasa tetap dibutuhkan jika ditemukan kelainan.
Risiko dan Efek Samping Colonoscopy
Colonoscopy tergolong aman jika dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman. Efek samping ringan seperti perut kembung, mual, atau kram perut dapat terjadi setelah prosedur dan biasanya bersifat sementara.
Komplikasi serius seperti perdarahan atau perforasi usus sangat jarang terjadi. Risiko ini umumnya meningkat jika dilakukan pengangkatan polip berukuran besar, namun tetap dapat diminimalkan dengan prosedur yang tepat.
Siapa yang Dianjurkan Menjalani Colonoscopy?
Colonoscopy dianjurkan bagi individu berusia 45 tahun ke atas sebagai bagian dari skrining rutin kanker usus besar. Selain itu, pemeriksaan ini juga disarankan bagi orang dengan riwayat keluarga kanker kolorektal atau yang mengalami gejala seperti perdarahan rektal dan perubahan pola buang air besar.
Colonoscopy merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, khususnya usus besar. Dengan memahami prosedur, manfaat, dan risikonya, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk menjalani pemeriksaan ini sesuai anjuran medis.
Untuk informasi kesehatan lainnya yang akurat, aktual, dan mudah dipahami, pembaca dapat terus mengikuti artikel pilihan di Garap Media. Temukan berbagai berita kesehatan dan gaya hidup terbaru hanya di Garap Media.
Referensi
