Terungkap! Axolotl, Amfibi Super yang Terancam Punah
Axolotl (Ambystoma mexicanum) adalah amfibi endemik dari Danau Xochimilco, Meksiko, yang terkenal karena kemampuan regenerasi tubuhnya yang luar biasa. Hewan ini tetap dalam bentuk larva seumur hidupnya, memiliki insang eksternal, dan hidup sepenuhnya di air (WWF, 2023).
Populasi liar axolotl menurun drastis akibat hilangnya habitat dan polusi air. Ancaman lain termasuk spesies invasif yang memakan telur dan larva axolotl (Conservation International, 2025).
Keunikan dan Kemampuan Regenerasi Axolotl
Axolotl memiliki kemampuan regenerasi yang menakjubkan. Hewan ini dapat memulihkan lengan, kaki, ekor, jantung, dan bahkan bagian otak tanpa meninggalkan bekas luka. Proses regenerasi melibatkan jalur sinyal molekuler kompleks yang menjadi fokus penelitian biologi dan kedokteran regeneratif (NSF, 2025).
Selain itu, axolotl bersifat neotenik, tetap mempertahankan ciri larva sepanjang hidupnya, seperti insang eksternal dan sirip punggung. Kemampuan ini memungkinkan axolotl hidup sepenuhnya di lingkungan perairan tanpa mengalami metamorfosis menjadi bentuk dewasa yang serupa salamander darat (WWF, 2023).
Habitat dan Ancaman Populasi
Axolotl hanya ditemukan di Danau Xochimilco dan kanal sekitarnya di Meksiko. Urbanisasi, pembangunan, dan pertanian telah mengurangi luas habitat mereka. Polusi dari limbah domestik dan pertanian menurunkan kualitas air, mengurangi oksigen terlarut, dan membuat lingkungan hidup axolotl tidak ideal (Conservation International, 2025).
Ancaman lain adalah spesies invasif seperti ikan mas dan tilapia yang memakan telur dan larva axolotl. Kompetisi untuk makanan juga semakin memperburuk kelangsungan hidup mereka. Populasi liar yang dahulu ribuan ekor per kilometer persegi kini menyusut drastis, menciptakan risiko kepunahan yang nyata.
Upaya Konservasi dan Pemulihan Habitat
Beberapa organisasi, termasuk pemerintah Meksiko dan lembaga internasional, menjalankan program konservasi axolotl. Strategi utama meliputi restorasi kanal, pengendalian polusi, dan pengawasan spesies invasif. Pemulihan chinampa tradisional juga dilakukan untuk menyediakan habitat yang aman bagi axolotl (Conservation International, 2025).
Teknologi environmental DNA (eDNA) digunakan untuk memantau populasi axolotl secara efektif, mengidentifikasi area kritis yang perlu dilindungi, dan menentukan langkah konservasi lebih lanjut (AP News, 2025). Program penangkaran juga dijalankan untuk menyediakan populasi cadangan yang dapat dilepas ke alam jika diperlukan.
Axolotl dalam Budaya dan Ilmu Pengetahuan
Di Meksiko, axolotl memiliki nilai budaya yang tinggi. Hewan ini sering muncul dalam seni dan mitologi sebagai simbol keabadian dan regenerasi. Selain nilai budaya, axolotl juga memiliki nilai ilmiah yang penting karena kemampuan regenerasinya yang unik. Penelitian terhadap axolotl dapat memberikan wawasan untuk terapi regeneratif pada manusia, termasuk pengembangan jaringan dan organ baru (NSF, 2025).
Axolotl adalah contoh nyata pentingnya menjaga ekosistem agar spesies langka tetap bertahan. Melalui upaya konservasi, penelitian, dan kesadaran masyarakat, diharapkan populasi axolotl dapat pulih dan tetap memberikan manfaat ilmiah dan budaya.
Untuk berita lebih lengkap mengenai satwa langka dan upaya pelestariannya, baca artikel lain di Garap Media. Informasi ini dapat menjadi inspirasi untuk menjaga keanekaragaman hayati di sekitar kita.
Referensi:
