Teror Baru Demon Slayer di Infinity Castle
Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Infinity Castle resmi tayang dan menjadi pembuka trilogi penutup yang dinanti. Dirilis di Jepang pada 18 Juli 2025, film ini langsung menggebrak box office dan memecahkan rekor. Dengan visual spektakuler dan pertempuran emosional, Infinity Castle membawa penonton masuk ke babak klimaks pertarungan Tanjiro melawan kekuatan iblis.
Sinopsis Singkat
Tanjiro, Nezuko, dan para Hashira tersedot ke dalam markas iblis milik Muzan—Infinity Castle—sebuah dimensi penuh lorong berubah yang memisahkan mereka. Di sana, mereka bertarung satu lawan satu melawan para Upper Moons: Shinobu menghadapi Doma, Zenitsu melawan mantan muridnya Kaigaku, dan Tanjiro bersama Giyu menantang Akaza di duel menentukan nasib
Sejarah Rilis dan Antusiasme Global
Rilis di Jepang
Film ini adalah adaptasi Infinity Castle Arc dari manga Demon Slayer. Diproduksi ufotable dan didistribusikan Aniplex-Toho, Infinity Castle memulai debutnya pada 18 Juli 2025. Dalam empat hari pertama, pendapatan mencapai ¥7,31 miliar, rekor pembukaan akhir pekan terbesar di Jepang.
Rilis Internasional
Setelah sukses di Jepang, Infinity Castle mulai tayang di Asia Tenggara pada Agustus 2025. Indonesia mendapat jadwal rilis pada 15 Agustus 2025. Wilayah lain seperti Amerika Serikat, India, dan Eropa menyusul pada September. Antusiasme penggemar global membludak, dengan tiket pre-sale ludes di banyak negara.
Keberhasilan Box Office
Pecahkan Rekor
Hanya dalam delapan hari, Infinity Castle meraih pendapatan lebih dari ¥10 miliar. Dua minggu kemudian, total pendapatan menembus ¥17,63 miliar atau sekitar US$130 juta. Pencapaian ini membuatnya masuk daftar 10 besar film Jepang terlaris sepanjang masa.
Saingi Mugen Train
Banyak analis menyebut performa awal Infinity Castle bahkan menyalip Mugen Train dalam periode rilis yang sama. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa trilogi final Demon Slayer bisa mencetak rekor baru.
Visual, Cerita, dan Respon Penonton
Visual Spektakuler
Seperti seri sebelumnya, ufotable kembali memanjakan mata penonton. Setiap pertarungan dikemas dengan detail memukau, pencahayaan dramatis, dan gerakan kamera yang menghidupkan adegan. Skor musik memperkuat tensi, membuat setiap adegan semakin emosional.
Kritik dan Pujian
Walau menuai pujian, sebagian penonton mengkritik pacing cerita. Banyak flashback yang memakan porsi durasi, membuat aksi terasa sedikit tertahan. Namun, penggemar tetap memuji pembangunan karakter, terutama pada kisah Akaza yang menyentuh.
Suara dari Penggemar
Di komunitas online, komentar positif mendominasi:
“Animasi dan musiknya luar biasa. Ceritanya bikin merinding.”
Namun ada pula yang berharap lebih banyak adegan pertempuran di bagian pertama ini.
Menatap Dua Bagian Selanjutnya
Infinity Castle adalah awal dari klimaks panjang yang akan dibagi menjadi tiga film. Bagian kedua dan ketiga diprediksi akan menghadirkan pertempuran paling brutal melawan Muzan Kibutsuji dan para Upper Moon. Dengan pondasi cerita yang kuat di bagian pertama, ekspektasi terhadap dua film selanjutnya semakin tinggi.
Penutup
Demon Slayer: Infinity Castle bukan sekadar film anime. Ini adalah perayaan visual dan emosional yang memulai akhir dari perjalanan Tanjiro. Meski pacing sempat menjadi sorotan, kualitas animasi dan kekuatan cerita membuat film ini wajib ditonton. Nantikan kabar terbaru dan ulasan mendalam seputar dunia anime hanya di Garap Media.
Referensi
