Terbongkar! Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Digerebek, 321 WNA Langsung Dibekuk Polisi

Last Updated: 10 May 2026, 17:56

Bagikan:

Markas Judi Online Internasional Hayam Wuruk
Penggerebekan markas judi online internasional di Hayam Wuruk membuka fakta baru tentang besarnya jaringan perjudian digital lintas negara yang beroperasi di Indonesia. Polisi mengamankan ratusan WNA dan menyita miliaran rupiah dalam operasi besar tersebut. Sumber foto: Istimewa
Table of Contents

Bareskrim Polri membongkar markas sindikat judol internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan menangkap 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat aktivitas perjudian online lintas negara. Polisi menemukan ratusan operator bekerja di dalam gedung perkantoran dengan perangkat komputer, telepon seluler, dan sistem komunikasi digital yang digunakan untuk mengoperasikan situs judi online internasional (detikJabar, 2026).

Penggerebekan tersebut menjadi salah satu operasi terbesar yang dilakukan aparat terhadap jaringan perjudian online internasional di Indonesia. Polisi juga menyita uang tunai miliaran rupiah dalam berbagai mata uang asing serta mengamankan puluhan domain perjudian yang diduga aktif beroperasi.

321 WNA Sindikat Judol Internasional Berasal dari Berbagai Negara

Bareskrim Polri mengungkap bahwa para pelaku berasal dari sejumlah negara Asia Tenggara dan Asia Timur. Aparat menemukan mayoritas WNA berasal dari Vietnam dengan jumlah mencapai 228 orang. Polisi juga mengamankan warga negara China, Laos, Thailand, Myanmar, Malaysia, dan Kamboja dalam operasi tersebut (Asatu News, 2026).

Polisi menduga jaringan tersebut memiliki struktur kerja terorganisasi dengan pembagian tugas yang jelas. Para operator bertugas menjalankan promosi, komunikasi pelanggan, hingga pengelolaan transaksi perjudian digital.

Beberapa fakta penting yang ditemukan aparat meliputi:

  • Polisi menangkap total 321 WNA di lokasi penggerebekan.
  • Mayoritas pelaku berasal dari Vietnam.
  • Pelaku menggunakan gedung perkantoran sebagai markas operasi.
  • Polisi menemukan puluhan situs dan domain perjudian online.
  • Aktivitas perjudian menyasar korban dari luar negeri.

Penyidik menduga jaringan tersebut beroperasi secara internasional dengan dukungan sistem digital dan operator dari berbagai negara. Aparat masih mendalami pola komunikasi dan aliran dana yang digunakan jaringan perjudian online tersebut (Asatu News, 2026).

Polisi Sita Uang Miliaran dan Puluhan Domain Judi Online

Bareskrim Polri menyita uang sekitar Rp1,9 miliar, jutaan dong Vietnam, serta mata uang asing lain dari lokasi penggerebekan. Aparat juga menemukan ratusan perangkat elektronik yang digunakan untuk mengelola aktivitas perjudian daring (tvOneNews, 2026).

Selain uang tunai, polisi mengamankan berbagai barang bukti lain seperti:

  • Komputer dan CPU dalam jumlah besar.
  • Telepon seluler dan tablet operator.
  • Perangkat jaringan internet.
  • Buku rekening dan dokumen transaksi.
  • Data akses puluhan website perjudian online.

Asatu News melaporkan polisi menemukan sekitar 75 domain dan website perjudian yang digunakan sindikat untuk menjaring pemain dari berbagai negara (Asatu News, 2026). Aparat kini mendalami jalur transaksi keuangan dan kemungkinan keterlibatan jaringan internasional lain.

Modus Sindikat Judol Internasional Gunakan Visa Wisata

Penyidik mengungkap para pelaku masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata untuk menyamarkan aktivitas mereka. Polisi menduga jaringan tersebut sengaja memanfaatkan mobilitas internasional agar operasi perjudian online sulit terdeteksi aparat keamanan (tvOneNews, 2026).

Server situs perjudian diduga berada di luar negeri sehingga operator hanya menjalankan aktivitas pemasaran dan pelayanan pelanggan dari Indonesia. Polisi menilai pola tersebut sering digunakan jaringan judi online internasional untuk menghindari pelacakan hukum.

Beberapa modus operasi yang digunakan sindikat meliputi:

  • Pelaku menggunakan visa wisata sebagai kedok.
  • Pelaku mengoperasikan situs judi luar negeri.
  • Pelaku memanfaatkan transaksi digital lintas negara.
  • Pelaku menggunakan aplikasi komunikasi terenkripsi.
  • Pelaku menyamarkan aktivitas melalui jaringan internet privat.

Polisi juga menemukan indikasi adanya aliran dana internasional yang menghubungkan jaringan tersebut dengan operator perjudian di negara lain.

Aktivitas Judi Online Diduga Baru Berjalan Dua Bulan

Bareskrim Polri menyebut aktivitas perjudian online di gedung Hayam Wuruk diduga baru berjalan sekitar dua bulan sebelum akhirnya digerebek aparat. Meski demikian, polisi menilai jaringan tersebut memiliki kapasitas besar karena melibatkan ratusan operator asing dan sistem digital yang terorganisasi (tvOneNews, 2026).

Penyidik kini terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung dengan sindikat tersebut. Polisi juga menelusuri pihak yang menyediakan fasilitas gedung dan infrastruktur teknologi untuk mendukung aktivitas perjudian online.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap ratusan WNA yang diamankan saat operasi berlangsung. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan perjudian internasional lain yang terhubung dengan lokasi penggerebekan tersebut (detikJabar, 2026).

Polri Tegaskan Komitmen Berantas Judi Online Internasional

Polri menegaskan komitmen untuk memberantas jaringan perjudian online internasional yang beroperasi di Indonesia. Aparat memperkuat patroli siber dan pengawasan transaksi digital guna mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini.

Langkah penindakan yang dilakukan aparat meliputi:

  • Pengawasan situs perjudian online.
  • Penelusuran aliran dana digital.
  • Koordinasi dengan lembaga internasional.
  • Pengawasan aktivitas WNA mencurigakan.
  • Penindakan terhadap operator dan fasilitator.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat aktivitas perjudian daring karena dapat menyebabkan kerugian finansial dan pelanggaran hukum.

Kasus penggerebekan markas sindikat judol internasional di Hayam Wuruk menunjukkan bahwa jaringan perjudian online lintas negara masih menjadi ancaman serius bagi keamanan digital Indonesia. Polisi terus memperkuat kerja sama internasional untuk membongkar aliran dana dan jaringan operator yang terhubung dengan kasus tersebut.

Pembaca dapat mengikuti perkembangan berita kriminal, keamanan siber, dan penegakan hukum terbaru lainnya di Garap Media. Temukan juga berbagai artikel menarik mengenai teknologi digital, kejahatan internasional, dan isu nasional hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /