Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar laboratorium narkoba cair di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara. Lokasi yang dikenal sebagai kawasan wisata itu ternyata dimanfaatkan sebagai tempat produksi narkotika berbentuk vape dan minuman cair yang dikenal dengan sebutan happy water (detikNews, 2026).
Pengungkapan ini menyita perhatian publik karena modus yang digunakan tergolong baru. Narkoba diproduksi dalam bentuk cair dan dikemas menyerupai liquid vape biasa, sehingga berpotensi menyasar generasi muda tanpa disadari.
BNN Bongkar Lab Narkoba Ancol
BNN menggerebek satu unit apartemen di kawasan Ancol yang dijadikan laboratorium narkoba. Dari lokasi tersebut, petugas menyita peralatan produksi, bahan kimia, serta ratusan cartridge vape yang mengandung zat etomidate. Dalam pengungkapan ini, aparat menetapkan empat orang sebagai tersangka dengan peran berbeda, mulai dari kurir hingga pengendali produksi (detikNews, 2026).
Apartemen dipilih sebagai lokasi karena dinilai aman, tertutup, dan minim kecurigaan. Modus ini membuat aktivitas produksi narkoba dapat berlangsung cukup lama tanpa terdeteksi.
Modus Produksi Vape Happy Water
Zat etomidate yang seharusnya digunakan untuk kepentingan medis disalahgunakan menjadi bahan narkotika. Zat ini diolah menjadi cairan vape dan produk minuman yang dikenal sebagai happy water (ANTARA News, 2026).
BNN menjelaskan bahwa narkoba cair tersebut dikemas menyerupai produk legal. Cara ini membuat peredarannya sulit dibedakan dari liquid vape biasa, sekaligus meningkatkan risiko penyalahgunaan di kalangan masyarakat.
Diotaki WNA, Bahan Baku dari China
Hasil penyelidikan BNN mengungkap bahwa jaringan narkoba ini dikendalikan oleh warga negara asing (WNA). Bahan baku utama narkotika diketahui diselundupkan dari China melalui jalur tertentu untuk menghindari pengawasan aparat (detikNews, 2026).
Peran WNA dalam kasus ini menunjukkan bahwa jaringan narkoba yang beroperasi bersifat lintas negara. Indonesia masih menjadi target pasar yang dinilai potensial bagi sindikat narkotika internasional.
BNN Masih Buru Tiga Orang
Selain empat tersangka yang telah ditangkap, BNN masih memburu sedikitnya tiga orang lain yang diduga kuat terlibat dalam jaringan lab narkoba Ancol. Ketiganya diduga memiliki peran strategis dalam penyediaan bahan baku dan distribusi produk (ANTARA News, 2026).
BNN menyatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memutus jaringan peredaran narkoba cair tersebut hingga ke akar.
Apartemen Jadi Laboratorium Narkotika Cair
Kasus ini kembali menegaskan tren penyalahgunaan apartemen sebagai lokasi produksi narkotika. Apartemen dipilih karena menawarkan privasi tinggi serta akses logistik yang relatif mudah (RRI.co.id, 2026).
BNN mengimbau pengelola apartemen agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penghuni. Peran masyarakat juga dinilai krusial untuk melaporkan aktivitas mencurigakan sejak dini.
Pengungkapan lab narkoba Ancol menjadi peringatan serius bahwa peredaran narkotika terus berkembang dengan modus yang semakin canggih. Pengemasan narkoba dalam bentuk vape dan minuman cair menunjukkan upaya sindikat untuk mengelabui aparat dan masyarakat.
Untuk mengikuti perkembangan isu hukum dan kriminal nasional lainnya, pembaca dapat menyimak berita dan analisis mendalam di Garap Media.
Referensi
