Teqball, Olahraga Gabungan Sepak Bola dan Tenis Meja yang Kini Mendunia

Last Updated: 23 October 2025, 01:42

Bagikan:

Teqball hadir sebagai olahraga modern yang memadukan teknik sepak bola dan permainan meja, menarik perhatian dunia hingga ajang internasional. Sumber gambar: FITEQ Official
Table of Contents

Teqball, Olahraga Gabungan Sepak Bola dan Tenis Meja yang Kini Mendunia

Olahraga teqball kini semakin dikenal di dunia dan Indonesia berkat konsep uniknya yang memadukan teknik sepak bola dengan permainan meja mirip tenis meja. Diciptakan oleh Gábor Borsányi dan Viktor Huszár di Hungaria pada tahun 2012, teqball menawarkan permainan tanpa kontak fisik yang aman namun menantang.

Permainan ini dimainkan di atas meja melengkung khusus yang disebut Teq Table dengan bola sepak standar. Dengan sentuhan kaki, kepala, atau dada, pemain harus memantulkan bola ke sisi lawan tanpa menggunakan tangan. Berkat karakteristiknya yang menarik, teqball kini masuk ke dalam agenda olahraga resmi di berbagai negara, termasuk Indonesia.


Sejarah dan Perkembangan Teqball di Dunia

Teqball pertama kali dikenalkan secara resmi pada 2016 dan dengan cepat mendapat dukungan dari pesepak bola ternama seperti Ronaldinho dan Luís Figo. Seiring meningkatnya popularitas global, olahraga ini kini berada di bawah naungan Federation Internationale de Teqball (FITEQ). Organisasi ini aktif menggelar kejuaraan dunia dan mendorong pengakuan resmi dari berbagai lembaga olahraga internasional.

Olahraga ini juga mulai menjadi bagian dari kompetisi bergengsi di Asia. Menurut Antara (2018), pengenalan teqball di Asia berawal dari inisiatif untuk memperluas jangkauan olahraga ini lewat Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangannya di kawasan.


Perkembangan Teqball di Indonesia

Indonesia termasuk negara yang aktif mengembangkan teqball di Asia. Berdasarkan laporan Kompas.com (2020), cabang olahraga ini resmi diakui di Indonesia dan berada di bawah pembinaan PP POTSI (Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia). Pengakuan ini membuka jalan bagi pembinaan atlet nasional serta penyelenggaraan turnamen resmi di tingkat daerah dan nasional.

Menpora Dito Ariotedjo juga menyatakan harapannya agar Indonesia dapat merintis prestasi internasional di olahraga ini (ANTARA News, 2024). Dengan dukungan pemerintah, berbagai pelatihan dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball terus digelar setiap tahun untuk menjaring atlet potensial.


Kejurnas Teqball 2025 dan Kiprah Atlet Indonesia

Pada Juli 2025, PP POTSI menggelar Kejurnas Teqball 2025 yang diikuti oleh puluhan atlet dari berbagai provinsi (Liputan6.com, 2025). Ajang ini bertujuan menjaring atlet andalan yang akan dipersiapkan untuk Asian Youth Games dan SEA Games mendatang (JPNN.com, 2025).

Beberapa atlet muda Indonesia mulai menorehkan prestasi di kancah internasional. Misalnya, pasangan Sumaya dan Gabriel Kota berhasil meraih medali perunggu di World Tour Teqball Championship Bangkok 2025 (PojokBaca.id, 2025). Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar Indonesia dalam olahraga yang masih tergolong baru ini.

Selain itu, Padek Jawapos (2025) juga melaporkan bahwa atlet muda seperti Zikra Dwi Putri telah mewakili Sumatera Barat di Kejurnas 2025, menandakan antusiasme yang tinggi di berbagai daerah terhadap olahraga ini.


Teqball vs Sepak Takraw

Meski sekilas mirip, teqball dan sepak takraw merupakan dua olahraga berbeda. Sepak takraw menggunakan bola rotan dan dimainkan di lapangan dengan net, sementara teqball memakai bola sepak biasa dan meja melengkung. Jika takraw menonjolkan kelincahan dan aksi akrobatik seperti smash dan block, maka teqball lebih fokus pada teknik kontrol, akurasi pantulan, serta refleks.

Perbedaan ini membuat teqball lebih mudah dimainkan oleh berbagai kalangan, termasuk pemula dan pesepak bola profesional yang menjadikannya latihan tambahan untuk meningkatkan kontrol bola dan koordinasi tubuh.


Tantangan dan Masa Depan Teqball

Meski pertumbuhannya pesat, teqball masih menghadapi tantangan dari segi fasilitas dan pelatihan di beberapa daerah. Namun dengan dukungan FITEQ dan pemerintah, peluang olahraga ini untuk masuk ke ajang multi-event seperti SEA Games semakin terbuka.

Menurut Kompas.com (2023), potensi prestasi Indonesia di cabang ini cukup besar, terutama dengan pembinaan jangka panjang dari PP POTSI dan antusiasme generasi muda yang terus meningkat.


Teqball bukan sekadar tren olahraga baru, melainkan simbol inovasi dan kreativitas di dunia olahraga modern. Dengan kombinasi teknik sepak bola dan permainan meja, teqball berhasil menarik perhatian dunia sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi atlet muda Indonesia.

Untuk mengikuti berita olahraga terbaru dan kisah inspiratif lainnya, kunjungi Garap Media dan temukan berbagai artikel menarik seputar dunia olahraga, teknologi, dan gaya hidup masa kini.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /