Lampung- Tari Sigeh Pengunten merupakan salah satu tarian tradisional paling terkenal dari Provinsi Lampung. Tarian ini bukan sekadar pertunjukan estetis, tetapi juga simbol keramahan, kehormatan, dan rasa syukur masyarakat Lampung dalam menyambut tamu kehormatan. Setiap gerak lembut penari, senyum tulus, serta gemulai tangan mereka menggambarkan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Lampung.
Asal Usul dan Sejarah Tarian Sigeh Pengunten
Tari Sigeh Pengunten berakar dari tradisi sembah sigeh, yaitu upacara adat Lampung yang digunakan untuk menyambut tamu agung. Dalam perkembangannya, tradisi tersebut diolah menjadi bentuk tarian yang lebih artistik agar bisa ditampilkan dalam berbagai acara resmi dan budaya. Kata sigeh berarti sembah atau penghormatan, sementara pengunten bermakna izin atau permohonan. Secara filosofis, Tari Sigeh Pengunten mencerminkan sikap sopan santun, penghormatan, serta permohonan izin kepada tamu yang datang. Nilai-nilai ini menjadi inti dari karakter masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi etika dan keramahan.
Makna dan Filosofi Gerakan
Gerakan dalam Tari Sigeh Pengunten menggambarkan keanggunan, ketulusan, dan kesopanan wanita Lampung. Setiap langkah kaki dan gerakan tangan memiliki makna simbolis. Misalnya, gerakan tangan yang lembut dan perlahan menunjukkan sikap hormat dan kesantunan, sementara senyum para penari menandakan sambutan hangat bagi tamu yang hadir.Biasanya, tarian ini dibawakan oleh sembilan penari wanita. Angka sembilan dipercaya melambangkan kesempurnaan dan keseimbangan dalam kehidupan. Dalam setiap pertunjukan, para penari mengenakan busana adat khas Lampung lengkap dengan siger (mahkota emas), yang memperkuat nuansa kebesaran dan kehormatan dalam tarian ini.
Busana dan Musik Pengiring
Kekuatan estetika Tari Sigeh Pengunten juga terlihat dari busana dan musik pengiringnya. Para penari mengenakan tapis Lampung, kain tenun tradisional yang kaya motif dan berhiaskan benang emas. Warna-warna cerah dan kilauan kain tapis melambangkan keindahan, kemakmuran, dan kebanggaan perempuan Lampung. Sementara itu, musik pengiringnya dimainkan menggunakan alat musik tradisional seperti gamelan, gong, dan kulintang. Irama lembut dan harmonis dari alat-alat tersebut menciptakan suasana sakral dan penuh penghormatan, seolah membawa penonton untuk merasakan kehangatan sambutan masyarakat Lampung.
Fungsi dan Nilai Sosial Budaya
Tari Sigeh Pengunten memiliki fungsi sosial dan budaya yang kuat. Tarian ini sering ditampilkan dalam acara penyambutan tamu penting, upacara adat, pernikahan, hingga festival budaya. Lebih dari itu, tarian ini menjadi sarana pelestarian nilai-nilai luhur seperti kesopanan, rasa hormat, dan kebersamaan. Bagi masyarakat Lampung, menampilkan Tari Sigeh Pengunten bukan sekadar bentuk hiburan, tetapi juga wujud kebanggaan terhadap identitas dan warisan budaya daerah. Melalui tarian ini, generasi muda diajak untuk terus mencintai serta menjaga kekayaan tradisi yang telah diwariskan sejak masa lampau.
Baca juga: Tari Landek: Sejarah, Makna, dan Keunikan Tradisi Karo
Penutup
Tari Sigeh Pengunten adalah cerminan jiwa masyarakat Lampung yang hangat, ramah, dan penuh rasa hormat. Keindahan gerak, busana, serta irama musiknya menjadi media untuk menyampaikan pesan budaya yang universal: menghormati tamu dan menyambut mereka dengan hati terbuka. Melestarikan Tari Sigeh Pengunten berarti menjaga identitas dan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter bangsa. Karena di balik setiap gerakan penari, tersimpan pesan kearifan lokal yang tetap relevan di tengah modernitas. Ingin mengenal lebih banyak budaya dan tradisi dari Tanah Lampung? Simak artikel budaya Nusantara menarik lainnya hanya di Garap Media.
Sumber refrensi
Ardi, A. J. (2024, Desember 1). Sigeh Pengunten: Tarian penyambut tamu dari Lampung. Kumparan. h
