Tari Ronggeng Blantek – Tarian Betawi yang memukau dan sarat makna. Tarian ini menampilkan sosok perempuan Betawi yang cantik, ramah, dan rendah hati, sekaligus menjadi salah satu warisan budaya yang diterima luas oleh masyarakat. Keindahan gerakan, musik, dan kostum membuat tarian ini mudah dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Selain sebagai hiburan, Tari Ronggeng juga menjadi bukti kreativitas perempuan Betawi dalam mengembangkan seni tradisional dan mempertahankan identitas budaya lokal. Tarian ini kerap dipentaskan pada berbagai acara budaya dan perayaan masyarakat Betawi, sehingga menjadi simbol pelestarian tradisi yang hidup dan relevan hingga kini.
Sejarah Tari Ronggeng Blantek
Tari Ronggeng diciptakan oleh Wiwik Widiyastuti melalui instruksi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta pada tahun 1978. Tarian ini merupakan pengembangan dari Tari Topeng Blantek dan diberi julukan Ronggeng Blantek.
Nama “Blantek” berasal dari bunyi alat musik pengiring Topeng Blantek yang sederhana, seperti rebana biang berbunyi “blang-blang” dan kecrek yang berbunyi “tek-tek”. Awalnya, tarian ini sempat diragukan masyarakat santri Betawi karena dibawakan perempuan dengan gerakan lenggok goyang. Wiwik berhasil menyesuaikan kostum, gerak, dan komposisi musik agar tetap sesuai nilai-nilai Islam sambil menonjolkan keanggunan perempuan Betawi (Kompas, 2023; Seni Budaya Betawi, 2021).
Makna Tari Ronggeng Blantek
Tari Ronggeng menampilkan sosok perempuan Betawi yang cantik, ramah, dan rendah hati. Tarian ini juga menceritakan kehidupan masyarakat Betawi dan kerap diselingi unsur komedi atau lawakan, sehingga menjadi hiburan yang menarik sekaligus sarat makna (Seni Budaya Betawi, 2021).
Gerakan Tari Ronggeng Blantek
Gerakan Tari Ronggeng terbagi menjadi tiga bagian:
- Pembuka: menampilkan gerakan lembut dan gemulai dengan ritme santai.
- Isi: diisi gerakan enerjik yang mengikuti ritme cepat.
- Penutup: menampilkan beberapa gerakan silat Betawi, seperti silat tangkis sejajar dan silat tangkis rempak, sebagai klimaks.
Selain itu, tarian ini juga mencakup gerakan lain seperti lenggang rongeh, ogek, selancar ronggeng, dan selancar pakblang. Penari, yang biasanya berjumlah empat hingga enam orang perempuan, harus menunjukkan kelenturan, keseimbangan, dan ketepatan ritme agar gerakan tampak luwes dan dinamis (Kompas, 2023; Seni Budaya Betawi, 2021).
Kostum Tari Ronggeng Blantek
Kostum dibuat asimetris dengan warna cerah, seperti merah, oranye, dan hijau. Penari mengenakan kebaya merah muda, kain tumpal putih bermotif burung hong, selendang, serta aksesoris kepala berupa kembang topeng yang menunjukkan pengaruh Tionghoa. Aksesoris tambahan meliputi pending, anting, dan kalung bunga teratai.
Musik pengiringnya menggunakan gamelan topeng, rebana biang, gendang, kenong, kempul, dan gong, sehingga tarian terlihat luwes dan dinamis (Kompas, 2023; Seni Budaya Betawi, 2021).
Prestasi Tari Ronggeng Blantek
Tari Ronggeng telah meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Pada 1987, tarian ini mendapatkan penghargaan Tempio de Oro dan menjadi juara dalam International Folklore di Sicilia, Italia, yang diikuti 35 negara (Seni Budaya Betawi, 2021).
Prestasi ini membuktikan bahwa Tari Ronggeng mampu menembus panggung dunia sekaligus menjadi simbol seni tradisional Indonesia.
Baca juga: Tari Gambyong: Sejarah, Makna, Fungsi, dan Gerakan
Penutup
Tari Ronggeng menjadi bukti bahwa seni tradisional Betawi dapat berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya dan nilai agama. Gerakan, kostum, dan makna yang mendalam membuat tarian ini digemari masyarakat luas.
Jelajahi lebih banyak tentang kebudayaan Indonesia lainnya di Garap Media. Temukan berbagai artikel menarik seputar tradisi dan seni budaya Nusantara yang penuh inspirasi.
Referensi:
- Kompas. (2023). Tari Ronggeng: Pengertian, Gerakan, dan Kostumnya. Retrieved from https://www.kompas.com/skola/read/2023/02/13/180000769/tari-ronggeng-blantek–pengertian-gerakan-dan-kostumnya
- Seni Budaya Betawi. (2021). Tari Ronggeng, Asa Tari Kreasi Perempuan Betawi Dapat Berterima di Semua Lapisan Masyarakat. Retrieved from https://www.senibudayabetawi.com/6010/tari-ronggeng-blantek-asa-tari-kreasi-perempuan-betawi-dapat-berterima-di-semua-lapisan-masyarakat.html
