Tari Pakarena – Tarian tradisional asli suku Makassar, Sulawesi Selatan, yang memukau dengan gerakan halus dan sarat makna. Tarian ini diiringi alat musik tradisional seperti gandrang (gendang) dan puik-puik (seruling khas), menciptakan irama yang menambah keindahan pertunjukan.
Awalnya, tarian ini berfungsi sebagai tarian ritual untuk menyampaikan rasa syukur kepada penghuni langit. Seiring waktu, tarian ini berkembang menjadi bagian dari upacara kerajaan, penyambutan tamu, hingga perayaan kenegaraan, sambil tetap mempertahankan filosofi dan nilai budaya tradisionalnya.
Sejarah Tari Pakarena Makassar
Berkembang di Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini diperkenalkan dan dibawakan oleh keluarga kerajaan, termasuk Ibunda Sultan Hasanuddin, I Limatakontu, serta permaisuri I Mallombassi Daeng Mattawang dan Ipetta Nisali. Dahulu, tarian ini dikenal dengan nama Sere Jaga, digunakan dalam upacara ritual dan dianggap keramat. Seiring masuknya ajaran Islam, fungsi Sere Jaga berubah menjadi Tari Pakarena, yang kini dipentaskan pada berbagai acara resmi dan adat (Detik, 2023).
Selain versi Gowa, terdapat juga Tari Pakarena Gantarang dari Kepulauan Selayar. Tarian ini pertama kali ditampilkan pada tahun 1603 saat Pangali Patta dinobatkan sebagai Raja Gantarang Lalang Bata. Tari ini diyakini berasal dari legenda Tumanurung, bidadari yang turun dari langit untuk memberikan petunjuk kepada manusia. Gerakan tarian diadaptasi dari simbol-simbol kehidupan sehari-hari dan upacara syukur masyarakat (Wikipedia).
Gerakan dan Filosofi Tari Pakarena
Tarian ini memiliki enam gerak dasar yang masing-masing sarat makna:
- Ma’biring Kassi (Berjalan di Tepi Pantai) – Mengajarkan kehati-hatian dan menjaga diri.
- Sita’lei (Berpindah Tempat) – Melambangkan kerja sama dan kekeluargaan.
- Sonnayya (Bermimpi) – Mengingatkan agar tidak terlalu berkhayal dan malas.
- Accarammeng (Bercermin) – Mengajarkan introspeksi sebelum menilai orang lain.
- Anging Kamalino (Angin Tanpa Berhembus) – Melambangkan empat sifat manusia: air, api, angin, dan tanah.
- Renjang-renjang – Gerakan penutup sebagai sikap pamit dan menutup tarian dengan baik (Detik, 2023).
Tarian ini biasanya dibawakan oleh empat penari perempuan dan berlangsung sekitar dua jam. Ada aturan khusus, seperti posisi duduk sebagai penanda awal dan akhir, gerakan kaki tidak terlalu tinggi, dan mata tidak dibuka terlalu lebar, agar filosofi tarian tersampaikan secara utuh (Wikipedia).
Alat Musik dan Kostum Tari Pakarena
Alat musik pengiring tarian meliputi:
- Ganrang (gendang), untuk mengatur tempo.
- Puik-Puik, alat tiup khas dari logam, kayu, atau daun lontar.
- Gong Gentung, gong yang digantung untuk menghasilkan suara nyaring.
- Katto-Katto, alat pukul bambu.
- Parappasa, alat pukul bambu kecil.
Kostum penari menambah keindahan visual dan terdiri dari: baju bodo, lipa’ sa’be (sarung sutra), bando (hiasan kepala), bangkara (anting), ponto korro-korro (gelang panjang), pinang goyang (tusuk konde bergerak), rante susung (kalung bertingkat), simak (pengikat lengan), bunga simboleng, selendang, dan kipas sebagai properti utama (Detik, 2023).
Tari Pakarena di Kancah Nasional dan Internasional
Tarian ini telah tampil di berbagai acara nasional dan internasional. Pada tahun 2007, Tari Pakarena Gantarang mewakili Indonesia dalam acara Jembatan Budaya di Kuala Lumpur, Malaysia. Penampilan ini membuktikan bahwa tarian tradisional Makassar memiliki daya tarik global dan mampu mempromosikan budaya Indonesia ke dunia internasional (Wikipedia).
Baca juga: Tari Enggang Asal Kalimantan yang Memikat Hati Penonton
Penutup
Tari Pakarena adalah warisan budaya yang kaya makna dan sarat simbol. Pelestariannya penting untuk menjaga identitas budaya Sulawesi Selatan dan Indonesia. Setiap gerakan penari mencerminkan harmoni antara manusia dan alam, sehingga tetap memikat penonton dari generasi ke generasi.
Temukan lebih banyak berita budaya Indonesia di Garap Media. Simak juga pertunjukan tradisional lainnya yang masih lestari hingga kini, agar kekayaan budaya bangsa tetap dikenal dan diapresiasi secara luas.
Referensi:
- Detik. (2023). Tari Pakarena Makassar: Sejarah, Gerakan hingga Filosofinya. Retrieved from https://www.detik.com/sulsel/budaya/d-6615277/tari-pakarena-makassar-sejarah-gerakan-hingga-filosofinya
- Wikipedia. Tari Pakarena. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Pakarena
