Tari Gambyong: Sejarah, Makna, Fungsi, dan Gerakan

Last Updated: 18 October 2025, 21:00

Bagikan:

tari gambyong - sejarah, makna, fungsi, dan gerakan
Foto: Traveloka
Table of Contents

Tari Gambyong (Bahasa Jawa: ꦒꦩ꧀ꦧꦾꦺꦴꦁ) – Tarian klasik Jawa yang berasal dari Surakarta. Awalnya, tarian ini digunakan dalam upacara ritual pertanian untuk menghormati Dewi Sri, dewi padi, dengan harapan panen melimpah.

Seiring perkembangan, tarian ini tidak hanya dipertunjukkan dalam ritual, tetapi juga dalam acara resepsi pernikahan dan penyambutan tamu kehormatan. Hal ini menjadikan tarian ini ikon budaya Jawa yang kaya makna sekaligus estetika.


Sejarah Tari Gambyong

Tarian ini tercatat dalam Serat Centhini pada masa pemerintahan Pakubuwana IV (1788 – 1820) hingga Pakubuwana V (1820 – 1823) sebagai tarian tlèdhèk. K.R.M.T. Wreksadiningrat, penata tari pada era Pakubuwana IX (1861 – 1893), mengadaptasi tarian rakyat ini agar layak dipentaskan di kalangan bangsawan.

Pada 1950, Nyi Bei Mintoraras membakukan versi Gambyong Pareanom yang dipertunjukkan pertama kali pada pernikahan Gusti Nurul (1951). Dari situ muncul berbagai variasi lain seperti Gambyong Mudhatama, Gambyong Sala Minulya, Gambyong Pangkur, dan lainnya, menunjukkan dinamika budaya yang hidup di Jawa Tengah (Detik, 2024; Wikipedia).


Makna dan Fungsi Tari Gambyong

Makna Tari Gambyong

  1. Kecantikan dan Kelembutan – Gerakan penari menampilkan citra ideal wanita Jawa yang anggun.
  2. Keramahan – Tarian awalnya digunakan untuk menyambut tamu.
  3. Semangat dan Optimisme – Gerakan dinamis mencerminkan semangat masyarakat Jawa (Detik, 2024).

Fungsi Tari Gambyong

  1. Penyambutan Tamu – Digunakan dalam acara resepsi atau pertemuan kenegaraan.
  2. Penghormatan Kepada Dewi Sri – Tarian ini memiliki akar ritual pertanian untuk memohon kesuburan.
  3. Hiburan – Diperlihatkan dalam berbagai acara perayaan.
  4. Pelestarian Budaya – Menjaga nilai tradisi dan estetika Jawa untuk generasi mendatang (Detik, 2024; Wikipedia).

Gerakan dan Ciri Khas Tari Gambyong

Tarian ini memiliki tiga bagian utama: awal (maju beksan), isi (beksan), dan akhir (mundur beksan). Gerakan kaki, tangan, tubuh, dan kepala yang harmonis menjadi fokus utama, dengan pandangan mata mengikuti gerakan tangan.

Pakaian penari bernuansa kuning dan hijau sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan, dilengkapi sampur (selendang), kain jarik, kamisol, sanggul, dan aksesoris tradisional. Pola lantai terbagi menjadi garis lurus dan lengkung, menambah estetika pementasan, baik untuk penari tunggal maupun kelompok (Detik, 2024; Wikipedia).


Keunikan Tari Gambyong

  1. Perpaduan Budaya Keraton dan Rakyat – Berasal dari tari rakyat tayub/tlèdhèk namun dimodifikasi untuk kalangan keraton.
  2. Gerakan Tangan Dominan – Tangan dan kepala menjadi pusat ekspresi dengan pandangan mata mengikuti jari tangan.
  3. Variasi yang Kaya – Muncul versi seperti Gambyong Pareanom, Gambyong Pangkur, Gambyong Mudhatama, dan lain-lain.
  4. Pementasan Tunggal dan Kelompok – Menampilkan keluwesan individu atau formasi kompak penari.
  5. Makna Berlapis – Melambangkan kecantikan, keramahan, semangat, dan optimisme.
  6. Fungsi Beragam – Hiburan, penyambutan tamu, penghormatan kepada Dewi Sri, dan pelestarian budaya (Detik, 2024; Wikipedia).

Baca juga: Tari Jaran Kepang: Sejarah, Jenis-jenis, Makna, dan Gerakan


Penutup

Tari Gambyong tidak hanya memperlihatkan keindahan gerak, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang sarat makna. Temukan keindahan dan nilai budaya tarian ini untuk memahami tradisi, estetika, dan kehidupan masyarakat Jawa.

Jelajahi lebih banyak tentang kebudayaan Indonesia lainnya di Garap Media. Temukan berbagai artikel menarik seputar tradisi dan seni budaya Nusantara yang penuh inspirasi.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /