Tari Enggang Asal Kalimantan yang Memikat Hati Penonton

Last Updated: 4 October 2025, 21:00

Bagikan:

tari enggang asal kalimantan yang memikat hati penonton
Foto: Canva / burhanurrozak_id
Table of Contents

Tari Enggang (Tari Burung Enggang) – Tarian tradisional suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Tarian ini wajib ditampilkan dalam setiap upacara adat maupun festival budaya, menampilkan gerakan yang meniru burung enggang, simbol leluhur dan kemuliaan suku Dayak.

Selain sebagai hiburan, tarian ini sarat makna filosofi. Tarian ini melambangkan penghormatan terhadap leluhur, kehidupan nomaden masyarakat Dayak, serta harmoni antara manusia dan alam.


Asal-usul Tari Enggang

Tarian ini lahir dari kepercayaan masyarakat Dayak Kenyah. Konon nenek moyang mereka turun dari langit menyerupai burung enggang, sehingga burung ini dianggap sakral dan dihormati. Untuk menghormati leluhur, masyarakat membuat tarian yang meniru gerakan burung enggang. Bulu-bulu burung enggang juga memiliki peran penting dalam upacara adat, serta menjadi motif utama dalam ukiran-ukiran Dayak Kenyah (Detik, 2025; Wikipedia).


Makna dan Filosofi Tari Enggang

Tarian ini menyimbolkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Dayak. Gerakan tarian ini meniru perilaku burung enggang, yang juga melambangkan kehidupan nomaden masyarakat Dayak di masa lalu, berpindah tempat demi keselamatan dan perdamaian antar suku (Wikipedia).
Burung enggang sendiri memiliki makna simbolis: sayap tebal melambangkan perlindungan pemimpin terhadap rakyat, ekor panjang menandakan kemakmuran, dan perilaku burung dalam mengasuh anak mencerminkan nilai keluarga dan persatuan (Detik, 2025).


Gerakan Khas Tari Enggang

Tarian ini memiliki gerakan dasar yang khas:

  • Nganjat: Gerakan utama yang meniru burung enggang membuka dan menutup sayap, melambangkan kelembutan dan keanggunan penari.
  • Ngasai: Gerakan menyerupai burung enggang terbang, menandakan kebebasan dan ketangkasan penari.
  • Purak Barik: Gerakan perpindahan tempat, melambangkan mobilitas masyarakat Dayak dan dinamika hidup nomaden (Wikipedia).

Keindahan tarian ini juga diperkuat oleh keselarasan gerak, musik yang mengiringi, kostum berwarna cerah, manik-manik, dan motif ukiran khas Dayak. Ekspresi wajah penari menambah daya tarik, membuat penonton terbawa suasana tenang namun penuh semangat (Detik, 2025).

Baca juga: Tari Legong: Warisan Budaya Bali yang Penuh Makna


Perkembangan Tari Enggang di Era Modern

Kini tarian tidak hanya ditampilkan dalam upacara adat, tetapi juga festival budaya nasional dan internasional. Tarian ini mengalami beberapa kreasi baru dalam gerakan, tetap menjaga filosofi asli sebagai simbol budaya dan sarana mempererat persaudaraan antar suku bangsa Indonesia (Wikipedia).

Tarian ini menjadi sarana edukasi budaya, memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda dan wisatawan, sekaligus menjaga agar tradisi ini tetap hidup dan relevan di era modern (Detik, 2025).


Penutup

Tari Enggang adalah warisan budaya yang memikat, menyatukan estetika, filosofi, dan sejarah dalam satu pertunjukan. Setiap gerakannya mengajarkan nilai leluhur dan memperkuat identitas suku Dayak Kenyah.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya tentang kekayaan budaya Indonesia di Garap Media. Temukan cerita unik dan inspiratif tentang seni tradisional Nusantara yang memperkaya wawasan Anda.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /