Tantangan Sandwich Generation dan Cara Menghadapinya

Last Updated: 15 December 2025, 21:00

Bagikan:

tantangan sandwich generation dan cara menghadapinya dengan bijak
Foto: Canva / RDNE Stock project
Table of Contents

Sandwich Generation atau Generasi Sandwich – Bukanlah fenomena baru di Indonesia. Kondisi ini menggambarkan kelompok usia produktif yang menanggung kebutuhan dua generasi sekaligus, yaitu orang tua dan anak, sehingga mereka terhimpit di antara dua tanggung jawab besar. Fenomena ini semakin meluas seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat dan perubahan struktur piramida penduduk di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2022 rasio ketergantungan penduduk produktif terhadap nonproduktif mencapai 44,67 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif harus menanggung 44 penduduk usia nonproduktif atau rentan. Angka ini diprediksi meningkat menjadi 47,3 persen pada tahun 2025, menandakan bahwa jumlah sandwich generation di Indonesia akan terus bertambah dan menjadi tantangan sosial-ekonomi yang perlu dikelola dengan bijak.

Mengapa Disebut Sandwich Generation?

Istilah sandwich generation berasal dari analogi roti sandwich, di mana orang tua dan anak diibaratkan sebagai lapisan roti bagian atas dan bawah, sementara individu usia produktif yang menopang keduanya menjadi isi di tengah-tengah roti. Situasi ini menggambarkan seseorang yang harus membiayai hidup keluarganya sekaligus membantu orang tua yang sudah tidak bekerja.

Kondisi tersebut membuat generasi sandwich menghadapi tekanan finansial dan emosional. Mereka harus mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab terhadap keluarga kecil dan kewajiban membantu orang tua, di tengah biaya hidup yang terus meningkat (Manulife Indonesia).

Tantangan Sandwich Generation

1. Tekanan Ekonomi yang Berat

Tantangan utama bagi sandwich generation adalah tekanan ekonomi akibat tanggungan ganda. Mereka harus memenuhi kebutuhan anak, rumah tangga, serta biaya hidup dan kesehatan orang tua. Dengan biaya hidup yang terus naik, banyak dari mereka kesulitan menyisihkan dana untuk tabungan atau investasi jangka panjang.

Laporan Global Medical Trends Survey 2019 dari Willis Towers Watson mencatat bahwa inflasi biaya medis di Indonesia mencapai 10,8 persen. Kenaikan ini menjadikan pengeluaran kesehatan salah satu pos terbesar bagi keluarga yang menanggung lansia.

2. Ketidakseimbangan Waktu dan Peran

Selain tekanan ekonomi, sandwich generation juga menghadapi tantangan waktu dan peran. Mereka harus membagi fokus antara pekerjaan, mengurus anak, dan merawat orang tua. Kondisi ini sering menimbulkan stres dan kelelahan emosional. Untuk mengatasinya, diperlukan komunikasi yang baik dalam keluarga serta pembagian tanggung jawab yang seimbang agar beban tidak ditanggung sendirian (Manulife Indonesia).

Cara Menghadapi Tantangan Sandwich Generation

1. Rencanakan Keuangan Secara Matang

Langkah pertama untuk menghadapi tekanan finansial adalah menyusun rencana keuangan yang realistis. Buat daftar kebutuhan pokok, dana darurat, dan tabungan pensiun. Prinsip “pay yourself first” atau menyisihkan sebagian penghasilan untuk diri sendiri sebelum memenuhi kebutuhan lain dapat membantu menjaga stabilitas finansial.

Perlindungan finansial juga penting untuk mengantisipasi risiko tak terduga. Produk asuransi seperti MiProsper Assurance for Pension (MiPASSION) dari Manulife Indonesia menawarkan manfaat perlindungan jiwa dan santunan kesehatan selama masa pensiun. Solusi ini dapat membantu generasi produktif menjaga keamanan finansial sekaligus memutus rantai generasi sandwich di masa depan.

2. Siapkan Dana Kesehatan untuk Orang Tua

Bagi mereka yang menanggung kebutuhan orang tua, penting untuk memahami pos pengeluaran terbesar seperti biaya medis. MiPASSION memberikan manfaat santunan rawat inap hingga Rp4.000.000 per hari dan penggantian biaya pemeriksaan kesehatan hingga Rp4.000.000 per tahun. Perlindungan ini membantu mengelola risiko finansial akibat meningkatnya kebutuhan kesehatan di usia lanjut.

Menyiapkan asuransi bagi orang tua bukan hanya bentuk kasih sayang, tetapi juga langkah strategis untuk menjaga keuangan pribadi tetap sehat dan berkelanjutan.

3. Bangun Dukungan Sosial dan Keseimbangan Emosional

Selain keuangan, dukungan emosional memiliki peran penting dalam menghadapi tekanan hidup. Ajak anggota keluarga lain untuk berbagi tanggung jawab, lakukan pertemuan keluarga secara rutin, dan jaga komunikasi yang terbuka. Dukungan sosial yang tinggi terbukti dapat mengurangi stres dan meningkatkan ketahanan mental sandwich generation.

Hindari sikap perfeksionis dan nikmati setiap momen bersama keluarga. Dengan cara ini, kehidupan menjadi lebih seimbang dan bermakna meskipun menghadapi banyak tanggung jawab (Manulife Indonesia).

Penutup

Menjadi bagian dari sandwich generation memang menantang, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan perencanaan keuangan yang cermat, perlindungan asuransi yang memadai, dan dukungan emosional yang kuat, setiap individu dapat menjalani peran ganda ini dengan lebih tenang dan produktif.

Untuk mendapatkan informasi dan berita inspiratif lainnya seputar gaya hidup, keluarga, keuangan, serta tips praktis menghadapi tantangan hidup sehari-hari, kunjungi Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /