Tangsel Darurat Sampah, Ditutup Terpal Picu Protes Warga

Last Updated: 16 December 2025, 03:15

Bagikan:

Pemkot Tangsel menutup tumpukan sampah dengan terpal sebagai langkah darurat, namun bau dan dampaknya masih memicu keluhan warga serta sorotan publik soal solusi jangka panjang pengelolaan lingkungan. Sumber gambar: TangerangNews
Table of Contents

Tangsel Darurat Sampah, Ditutup Terpal Picu Protes Warga

Masalah sampah tangsel kembali menjadi sorotan publik setelah tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik jalanan utama, khususnya di wilayah Ciputat dan Serpong. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat serta mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan (detikNews, 2025).

Sebagai respons cepat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menutup tumpukan sampah menggunakan terpal dan melakukan penyemprotan cairan antibau. Langkah ini disebut sebagai solusi sementara sembari proses penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang dilakukan secara bertahap.

Sampah Tangsel Menggunung di Ruang Publik

Tumpukan sampah terlihat di kolong flyover Ciputat, dekat kantor DPRD Tangsel, hingga kawasan Puskesmas Serpong. Sampah yang semula terbuka kini ditutup terpal putih untuk menekan bau, namun volumenya tetap memicu kekhawatiran warga sekitar (detikNews, 2025).

Keluhan warga ramai disampaikan karena bau tak sedap tercium hingga ke permukiman dan area aktivitas publik. Beberapa warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung berhari-hari tanpa kepastian kapan sampah benar-benar diangkut.

Langkah Cepat Pemkot Tangsel

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan sejumlah langkah darurat, antara lain:

  • Menutup tumpukan sampah dengan terpal
  • Penyemprotan cairan antibau secara berkala
  • Pengawasan lapangan oleh petugas

Menurut Pemkot, langkah ini dilakukan agar dampak bau dan potensi gangguan kesehatan dapat ditekan sambil menunggu sistem pengangkutan kembali normal (TangerangNews, 2025).

Akar Masalah Sampah Tangsel

Masalah sampah tangsel tidak terlepas dari penataan TPA Cipeucang yang tengah berlangsung. Proses penataan menyebabkan distribusi dan pengolahan sampah tidak berjalan optimal sehingga berdampak pada penumpukan di luar TPA (detikNews, 2025).

Selain itu, volume sampah harian yang tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas pengolahan yang memadai, sehingga memaksa pemerintah mengambil langkah darurat di ruang publik.

Dampak bagi Warga dan Lingkungan

Tumpukan sampah berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama masalah pernapasan akibat bau menyengat. Selain itu, kondisi ini juga mengundang lalat dan hewan pengerat yang berisiko menyebarkan penyakit.

Dari sisi tata kota, permasalahan ini dinilai mencoreng citra Tangerang Selatan sebagai kota penyangga ibu kota yang modern dan berkembang.

Sorotan DPRD dan Tuntutan Solusi Jangka Panjang

DPRD Tangerang Selatan turut menyoroti persoalan ini dan mendorong Pemkot agar segera menuntaskan penanganan sampah secara menyeluruh. Solusi jangka panjang seperti optimalisasi TPA, kerja sama antar daerah, hingga pembangunan fasilitas pengolahan modern dinilai mendesak.

Kasus sampah tangsel yang menggunung dan ditutup terpal menjadi alarm serius bagi pengelolaan lingkungan perkotaan. Penanganan darurat dinilai belum cukup tanpa perbaikan sistemik yang berkelanjutan.

Ikuti terus perkembangan isu lingkungan dan kebijakan publik lainnya hanya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terpercaya dan mendalam.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /