Ban Mobil – Komponen penting yang menentukan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Kondisi ban yang aus, retak, atau sudah terlalu lama digunakan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Memahami tanda-tanda ban yang perlu diganti serta cara mengganti dan merawat ban dengan benar menjadi langkah penting agar kendaraan tetap aman, performa tetap optimal, dan perjalanan lebih nyaman.
Tanda-Tanda Ban Mobil Harus Diganti
- Muncul Benjolan pada Permukaan Ban – Benjolan menandakan kawat penguat ban putus, melemahkan daya tahan terhadap tekanan udara, dan berpotensi menyebabkan pecah ban saat digunakan.
- Tapak Ban Menyentuh Tread Wear Indicator (TWI) – Jika kembang ban sudah sejajar dengan TWI, ban dianggap aus dan tidak aman dipakai, terutama di jalan basah.
- Menempuh Jarak Lebih dari 40.000 – 50.000 Kilometer – Setelah jarak ini, elastisitas ban berkurang meskipun secara fisik masih terlihat utuh. Ban menjadi keras dan grip berkurang, sehingga lebih mudah tergelincir.
- Usia Ban Lebih dari Tiga Tahun – Ban yang sudah berusia tiga tahun akan kehilangan elastisitas alaminya, karet cenderung mengeras dan lebih rentan retak.
- Ban Gundul, Retak, atau Terlalu Banyak Tambalan – Ban yang gundul, mengalami retakan, atau terlalu sering ditambal tidak lagi memiliki kekuatan optimal. Kondisi ini sangat berbahaya ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi (Liputan6, 2025; Wuling, 2025).
Baca juga: Penyebab Ban Mobil Habis Sebelah dan Cara Mengatasinya
Cara Mengganti Ban Mobil yang Tepat
- Utamakan Ban Belakang – Jika tidak bisa mengganti semua ban, dahulukan ban belakang. Ban ini menjadi penyeimbang sekaligus penggerak roda.
- Perhatikan Ukuran Sesuai Velg –Gunakan ban dengan ukuran yang sesuai velg. Jika terlalu besar atau kecil, kenyamanan berkurang dan konsumsi bahan bakar meningkat.
- Pilih Tapak Ban Sesuai Kebutuhan – Ban dengan tapak Highway Terrain cocok untuk penggunaan sehari-hari di jalan aspal halus, Mud Terrain lebih pas untuk area berlumpur atau off-road.
- Konsisten dengan Merek yang Terbukti – Gunakan merek ban yang sudah teruji kualitasnya agar performa, daya cengkeram, dan ketahanan tetap konsisten.
- Rotasi Ban secara Berkala – Lakukan rotasi setiap 10.000 km untuk menjaga keausan merata, memperpanjang usia ban, dan menjaga stabilitas kendaraan.
- Periksa Tekanan Angin dan Kondisi Ban – Pastikan tekanan angin sesuai standar kendaraan. Selalu periksa kondisi ban, termasuk retak atau lecet, untuk mencegah risiko pecah ban atau tergelincir saat berkendara (Liputan6, 2025; Wuling, 2025).
Tips Merawat Ban Agar Lebih Awet
- Periksa tekanan angin secara rutin setidaknya sekali sebulan.
- Lakukan rotasi, spooring, dan balancing sesuai rekomendasi pabrikan.
- Hindari muatan berlebih dan berkendara di jalan rusak dengan kecepatan tinggi.
- Gunakan ban sesuai spesifikasi kendaraan agar performa tetap optimal (Wuling, 2025).
Penutup
Demi menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara, kondisi ban mobil harus selalu diperhatikan. Ban yang sudah aus, retak, atau terlalu sering ditambal dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan mengurangi daya cengkeram kendaraan.
Untuk informasi otomotif lainnya, baca berita menarik lainnya di Garap Media. Temukan tips perawatan kendaraan dan update otomotif terkini yang dapat membantu menjaga keselamatan dan performa mobil di berbagai kondisi jalan.
Referensi:
- Liputan6. (2025). Tanda-tanda ban mobil harus ganti, jangan abaikan demi keselamatan. Retrieved from https://www.liputan6.com/otomotif/read/6167483/tanda-tanda-ban-mobil-harus-ganti-jangan-abaikan-demi-keselamatan
- Wuling. (2025). Kapan harus ganti ban mobil? Kenali tanda-tandanya. Retrieved from https://wuling.id/id/blog/autotips/kapan-harus-ganti-ban-mobil-kenali-tanda-tandanya
