Tambal Gigi Online Picu Infeksi, Dokter Ungkap Risiko Pakai Bahan Sendiri

Last Updated: 2 September 2026, 07:52

Bagikan:

Tambal Gigi Online
Penggunaan bahan tambal gigi yang dibeli secara online dapat memicu infeksi jika dilakukan tanpa pemeriksaan dan penanganan dokter gigi. Sumber gambar: Kevin Daniel/kumparan.
Table of Contents

Fenomena tambal gigi online menjadi sorotan setelah sejumlah pasien menggunakan bahan penambal yang dibeli melalui platform digital dan memasangnya sendiri di rumah. Dokter gigi Aprillya Sakila mengungkap salah satu kasus pasien yang mengalami pembengkakan dan infeksi setelah menggunakan bahan tersebut selama beberapa bulan. Kondisi itu menunjukkan bahwa penggunaan bahan tambal tanpa pemeriksaan dokter dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius. (Kumparan.com, 2026).

Tambal Gigi Online Dipilih karena Pasien Ingin Solusi Cepat

Penjualan bahan tambal gigi melalui platform e-commerce membuat produk tersebut mudah ditemukan masyarakat. Sejumlah produk menawarkan cara penggunaan sederhana dan harga yang relatif murah sehingga sebagian konsumen menganggap produk tersebut dapat menggantikan perawatan dokter gigi.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang memilih perawatan mandiri ketika mengalami masalah pada gigi. Trauma terhadap perawatan gigi juga menjadi salah satu alasan yang mendorong pasien mencari alternatif melalui internet.

Salah satu pengguna bernama Nafilatul mengaku mencari bahan tambal gigi secara daring setelah mengalami trauma untuk menjalani perawatan ke dokter gigi. Ia mengatakan kondisi gigi berlubang semakin besar sehingga dirinya mencari cara untuk menutup lubang tersebut secara mandiri. (Kumparan.com, 2026).

Beberapa faktor yang dapat mendorong masyarakat membeli bahan tambal gigi secara online meliputi:

  • Harga produk yang terlihat lebih murah daripada biaya perawatan klinik.
  • Kemudahan pembelian melalui marketplace.
  • Anggapan bahwa prosedur pemasangan dapat dilakukan sendiri.
  • Rasa takut atau trauma terhadap perawatan dokter gigi.
  • Keinginan mendapatkan solusi cepat untuk gigi berlubang atau rusak.

Bahan Tambal Tanpa Pemeriksaan Dokter Dapat Memicu Infeksi

Dokter gigi memiliki peran penting dalam menentukan jenis perawatan berdasarkan kondisi gigi pasien. Pemeriksaan tersebut diperlukan karena lubang pada gigi dapat memiliki tingkat kerusakan yang berbeda.

Bahan tambal yang digunakan dokter juga memiliki fungsi dan prosedur pemasangan tertentu. Dokter perlu membersihkan jaringan gigi yang mengalami kerusakan sebelum memasang bahan restorasi agar perawatan dapat berlangsung sesuai kondisi pasien.

Penggunaan bahan yang tidak sesuai dapat menyebabkan masalah pada jaringan gigi dan gusi. Bahan yang sulit dilepas juga dapat menyulitkan dokter ketika pasien akhirnya membutuhkan perawatan profesional. (Kumparan.com, 2026).

Kasus yang diungkap Aprillya menunjukkan salah satu risiko tersebut. Pasien mengalami infeksi setelah menggunakan tambalan yang dipasang sendiri dalam waktu beberapa bulan. Kondisi tersebut membuat pasien membutuhkan penanganan dokter untuk mengatasi masalah yang muncul.

Mengapa Tambal Gigi Sendiri Berisiko bagi Pasien?

Perawatan mandiri dapat membuat pasien mengabaikan penyebab utama kerusakan gigi. Tambalan hanya menutup bagian tertentu pada gigi, sedangkan kerusakan di bagian dalam tetap dapat berkembang apabila pasien tidak mendapatkan pemeriksaan.

Dokter juga perlu menentukan apakah gigi masih dapat dipertahankan melalui tambalan atau membutuhkan tindakan lain. Pemeriksaan profesional dapat membantu menentukan pilihan perawatan berdasarkan tingkat kerusakan gigi.

Risiko penggunaan bahan tambal secara mandiri dapat mencakup:

  • Infeksi pada jaringan gigi atau gusi.
  • Iritasi pada jaringan di sekitar gigi.
  • Kerusakan gigi yang terus berkembang.
  • Bahan tambalan sulit dilepas ketika pasien membutuhkan perawatan.
  • Keterlambatan mendapatkan penanganan terhadap penyebab utama sakit gigi.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa kemudahan memperoleh produk secara online tidak berarti produk tersebut aman digunakan tanpa pemeriksaan. Konsumen juga perlu memahami bahwa produk yang dipasarkan sebagai bahan tambal gigi tidak otomatis dapat menggantikan tindakan restorasi yang dilakukan tenaga kesehatan.

Dokter Gigi Sarankan Pemeriksaan sebelum Menambal Gigi

Aprillya Sakila mengingatkan pasien agar tidak menjadikan pengalaman buruk dengan satu dokter sebagai alasan untuk menghindari seluruh perawatan gigi. Dokter juga menyarankan pasien mencari tenaga profesional lain apabila pasien merasa tidak cocok dengan dokter sebelumnya. (Kumparan.com, 2026).

Pasien dengan gigi berlubang sebaiknya melakukan pemeriksaan sebelum memilih tindakan perawatan. Dokter dapat menentukan kondisi gigi dan memilih metode penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.

Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap produk kesehatan yang menawarkan solusi instan untuk masalah gigi. Informasi dari marketplace tidak dapat menggantikan pemeriksaan klinis karena kondisi setiap gigi berbeda.

Fenomena tambal gigi online menjadi pengingat bahwa solusi murah dan praktis tidak selalu menjadi pilihan yang aman. Penggunaan bahan secara mandiri dapat menimbulkan komplikasi ketika pasien tidak mengetahui kondisi gigi dan cara pemasangan yang tepat.

Pembaca dapat menemukan informasi kesehatan dan gaya hidup lainnya melalui Garap Media. Berbagai artikel tersebut dapat membantu pembaca memahami isu kesehatan yang sedang ramai diperbincangkan.

Ikuti pula artikel terbaru di Garap Media untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan, teknologi, gaya hidup, dan berbagai peristiwa terkini. Pembaca juga dapat menggunakan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan terkait kesehatan.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /