Persaingan panjang di industri kendaraan listrik dunia memasuki babak baru pada 2025. Produsen otomotif asal China, BYD, secara resmi menggeser Tesla dari posisi puncak sebagai penjual kendaraan listrik murni terbanyak di dunia berdasarkan data penjualan tahunan.
Perubahan peta kekuatan ini menegaskan bahwa pasar mobil listrik global kini tidak lagi didominasi satu pemain saja. Produsen China tampil semakin agresif, sementara Tesla menghadapi tekanan dari perlambatan penjualan di sejumlah pasar utama.
BYD Pimpin Mobil Listrik Global Sepanjang 2025
Berdasarkan laporan Otomotif ANTARA News, BYD menutup tahun 2025 dengan total penjualan 2.254.714 unit kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Capaian tersebut tumbuh sekitar 27,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadikan BYD sebagai produsen BEV terlaris di dunia (Antara News, 2026).
Keberhasilan ini mengakhiri dominasi Tesla yang selama beberapa tahun terakhir memimpin pasar kendaraan listrik global. Pencapaian BYD juga mencerminkan konsistensi pertumbuhan perusahaan dalam menggarap pasar domestik dan internasional.
Penjualan Tesla Alami Penurunan
Di sisi lain, Tesla mencatatkan pengiriman sekitar 1.636.129 unit kendaraan listrik sepanjang 2025. Angka tersebut turun sekitar 9 persen dibandingkan performa perusahaan pada 2024 (Antara News, 2026).
Penurunan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik secara global. Sejumlah analis menilai, tekanan persaingan dan terbatasnya pembaruan model menjadi faktor yang memengaruhi kinerja Tesla.
Ekspansi Global Jadi Kunci Keunggulan BYD
Performa BYD sepanjang 2025 turut ditopang oleh ekspansi global yang semakin solid. Untuk pertama kalinya, penjualan internasional BYD menembus angka lebih dari 1 juta unit, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 150 persen secara tahunan (Antara News, 2026).
BYD agresif memperluas pasar ke kawasan Eropa, Asia Tenggara, hingga Amerika Latin. Strategi ini membuat merek asal China tersebut semakin dikenal sebagai alternatif kendaraan listrik dengan harga kompetitif dan fitur lengkap.
Pasar Eropa Tekan Performa Tesla
Tekanan terhadap Tesla terlihat jelas di pasar Eropa. Penjualan Tesla di Jerman anjlok hampir 50 persen pada Desember 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Reuters, 2026).
Kondisi serupa juga terjadi di Inggris. Penjualan Tesla di negara tersebut turun sekitar 29 persen pada Desember 2025 seiring meningkatnya persaingan dari produsen kendaraan listrik lain, termasuk merek-merek asal China (Reuters, 2026).
Persaingan Harga dan Minim Inovasi Model
Tekanan terhadap Tesla tidak hanya berasal dari sisi pasar, tetapi juga dari strategi produk. Jajaran model Tesla dinilai relatif minim pembaruan besar, sementara kompetitor seperti BYD menawarkan lebih banyak pilihan model dengan harga yang lebih variatif (detikOto, 2026).
Kondisi ini membuat persaingan harga di segmen kendaraan listrik semakin ketat. BYD mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk memperluas pangsa pasar, terutama di segmen menengah dan terjangkau.
Industri EV Masuki Fase Persaingan Baru
Keberhasilan BYD menyalip Tesla menandai fase baru dalam industri kendaraan listrik global. Dominasi kini tidak lagi ditentukan oleh pionir, melainkan oleh efisiensi produksi, kecepatan ekspansi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar (InsideHook, 2026).
Persaingan antara BYD dan Tesla diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik dan masuknya pemain baru di berbagai kawasan.
Keberhasilan BYD menyalip Tesla sepanjang 2025 menegaskan bahwa peta kekuatan mobil listrik global tengah berubah. Produsen China semakin menunjukkan taringnya, sementara Tesla dituntut beradaptasi di tengah persaingan yang kian ketat.
Ikuti perkembangan terbaru seputar industri otomotif, teknologi, dan ekonomi global dengan membaca berita dan analisis mendalam lainnya hanya di Garap Media.
Referensi
