Kebiasaan Buruk – Menghilangkan kebiasaan tidak baik sering kali terdengar seperti misi besar yang penuh tekad dan motivasi. Namun, dalam praktiknya, kebiasaan yang sudah pernah dilakukan tidak benar-benar lenyap begitu saja dari diri seseorang.
Pendekatan yang lebih realistis adalah memahami bahwa kebiasaan tidak baik dapat ditekan, diminimalisir, dan dikelola. Salah satu kuncinya bukan terletak pada kekuatan niat semata, melainkan pada bagaimana seseorang mengatur lingkungan di sekitarnya.
Kebiasaan Buruk Tidak Hilang, Tapi Bisa Dikendalikan
Dalam buku Atomic Habits, James Clear menjelaskan bahwa kebiasaan terbentuk dari pengulangan yang konsisten. Artinya, kebiasaan—baik atau buruk—yang pernah dilakukan akan selalu memiliki jejak dalam diri seseorang.
Alih-alih berambisi menghapus kebiasaan buruk sepenuhnya, langkah yang lebih masuk akal adalah mengendalikannya. Kebiasaan tidak baik dapat ditekan sehingga frekuensi dan dampaknya semakin kecil dari waktu ke waktu.
Tiga Pilihan Menghadapi Kebiasaan Buruk
Secara umum, ada tiga pendekatan yang bisa dilakukan untuk menghadapi kebiasaan tidak baik, yakni memperbaiki, melawan, atau menghindar.
Memperbaiki berarti mengubah bentuk kebiasaan menjadi versi yang lebih sehat. Melawan kebiasaan tidak baik membutuhkan energi besar karena melibatkan konflik langsung dengan dorongan internal. Sementara itu, menghindar menjadi opsi paling ringan secara energi karena meminimalkan pemicu sejak awal.
Menghindar Adalah Strategi Paling Rasional
Melawan kebiasaan tidak baik sering kali menguras energi mental. Setiap kali dorongan muncul, seseorang dipaksa untuk berkata “tidak” berulang kali. Dalam jangka panjang, strategi ini sulit dipertahankan.
Sebaliknya, menghindar bekerja dengan cara menghilangkan atau menjauhkan pemicu kebiasaan tidak baik dari lingkungan. Ketika pemicu tidak terlihat, keinginan pun melemah secara alami.
Peran Lingkungan dalam Membentuk Kebiasaan Buruk
Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan. Ketika seseorang berada di lingkungan yang mendukung perilaku buruk, peluang untuk mengulang kebiasaan tersebut menjadi lebih besar.
Atomic Habits menekankan bahwa manusia cenderung melakukan apa yang paling mudah, paling terlihat, dan paling dekat. Oleh karena itu, lingkungan yang dipenuhi pemicu kebiasaan tidak baik akan mendorong perilaku tersebut tanpa disadari.
Mengatur Lingkungan untuk Menekan Kebiasaan Buruk
Langkah paling efektif untuk menurunkan kebiasaan tidak baik adalah dengan tidak menciptakan lingkungan yang mendukungnya. Jika ingin mengurangi kebiasaan tertentu, buat kebiasaan tersebut menjadi sulit dilakukan.
Misalnya, menjauhkan benda pemicu dari jangkauan, mengubah rutinitas harian, atau membatasi akses terhadap situasi tertentu. Semakin besar hambatan yang diciptakan, semakin kecil kemungkinan kebiasaan tidak baik terulang.
Fokus pada Penurunan, Bukan Kesempurnaan
Kesalahan umum dalam membangun kebiasaan adalah mengejar kesempurnaan. Padahal, progres kecil yang konsisten jauh lebih berkelanjutan.
Menekan kebiasaan buruk tidak berarti gagal jika sesekali tergelincir. Yang terpenting adalah memastikan bahwa lingkungan tetap mendukung perubahan ke arah yang lebih baik.
Lingkungan Sebagai Sistem Pendukung Jangka Panjang
Motivasi bisa naik dan turun, tetapi lingkungan yang dirancang dengan baik akan terus bekerja tanpa perlu diingatkan. Inilah mengapa perubahan lingkungan disebut sebagai strategi jangka panjang.
Dengan mengatur lingkungan, seseorang tidak perlu terus-menerus mengandalkan tekad. Sistem yang tepat akan membantu menjaga kebiasaan tidak baik tetap terkendali.
Penutup
Mengelola kebiasaan buruk bukan soal kekuatan melawan diri sendiri, melainkan kecerdasan dalam mengatur lingkungan. Dengan menjauh dari pemicu dan menciptakan hambatan, kebiasaan tidak baik dapat ditekan secara realistis.
Untuk memahami strategi membangun kebiasaan dan pengembangan diri lainnya, pembaca dapat mengeksplorasi berbagai artikel inspiratif dan informatif di Garap Media.
Referensi
- Clear, J. (2018). Atomic habits: An easy & proven way to build good habits & break bad ones. Avery.
