Strategi Gila Noise Marketing yang Bikin Viral!

Last Updated: 7 August 2025, 14:42

Bagikan:

Ketika strategi marketing terlalu bising hingga bikin netizen bereaksi spontan.
Table of Contents

Strategi Gila Noise Marketing yang Bikin Viral!

Pernahkah kamu melihat sebuah brand tiba-tiba viral hanya karena sesuatu yang “kontroversial”? Bisa jadi itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi noise marketing. Dalam dunia pemasaran yang semakin kompetitif, merek-merek kini tak lagi hanya mengandalkan kualitas produk, melainkan juga mengandalkan suara gaduh untuk mencuri perhatian publik. Fenomena ini semakin sering muncul di media sosial Indonesia, dan membuat banyak orang bertanya-tanya: Apakah ini strategi cerdas atau hanya sensasi murahan?


Apa Itu Noise Marketing?

Noise marketing adalah strategi pemasaran yang sengaja menciptakan kegaduhan, kontroversi, atau kehebohan publik untuk menarik perhatian terhadap suatu brand, produk, atau layanan. Biasanya, pendekatan ini menggunakan isu sensitif, aksi nyeleneh, atau kampanye yang memancing perdebatan publik agar mendapatkan exposure yang luas secara cepat.

Alih-alih membangun citra melalui pendekatan yang konservatif, noise marketing bermain dalam wilayah abu-abu antara popularitas dan kontroversi. Strategi ini bisa jadi sangat efektif, tetapi juga memiliki risiko besar jika tidak dikelola dengan hati-hati.


Contoh Penerapan Noise Marketing di Indonesia

Di Indonesia, sudah banyak brand dan figur publik yang (disengaja atau tidak) terlibat dalam noise marketing. Beberapa di antaranya adalah:

  • Produk makanan yang viral karena rasa atau nama aneh, seperti “Mie Setan” atau “Bakso Beranak”. Nama-nama ekstrem ini secara tidak langsung memancing rasa penasaran netizen untuk mencicipi dan membagikan pengalaman mereka di media sosial.
  • Influencer yang membuat pernyataan kontroversial, lalu mempromosikan produk beberapa hari setelahnya. Strategi ini menarik perhatian karena netizen sudah terlanjur engage dengan drama yang terjadi sebelumnya.
  • Brand fashion yang meluncurkan desain nyeleneh seperti sendal berbentuk ironis atau baju dengan kata-kata provokatif. Strategi ini sering menjadi bahan perbincangan di Twitter dan TikTok, membuat brand tersebut tetap relevan dalam percakapan digital.

Keuntungan dan Risiko

Keuntungan:

  • Meningkatkan brand awareness secara cepat
    Dalam hitungan jam, brand bisa dikenal luas karena strategi ini cenderung viral.
  • Efisiensi biaya promosi
    Meskipun berisiko, kampanye kontroversial bisa menghemat biaya iklan karena dibantu oleh user-generated content dari netizen.
  • Cocok untuk segmen muda dan digital native
    Anak muda cenderung lebih open-minded terhadap konten-konten yang tidak biasa dan gemar membagikan hal-hal unik di media sosial.

Risiko:

  • Reputasi jangka panjang bisa rusak
    Sekali salah langkah, brand bisa dicap buruk dan kehilangan kepercayaan konsumen.
  • Potensi boikot atau cancel culture
    Jika kampanye dianggap menyinggung nilai-nilai tertentu, bisa saja brand menjadi target boikot netizen.
  • Efek viral bisa tidak bertahan lama
    Noise marketing hanya efektif untuk jangka pendek. Tanpa kualitas produk yang kuat, brand bisa cepat dilupakan.

Apakah Noise Marketing Selalu Negatif?

Tidak selalu. Strategi ini bisa jadi sangat efektif jika dilakukan secara strategis dan tetap memperhatikan etika. Kuncinya ada pada niat dan eksekusi. Jika brand hanya ingin viral tanpa dasar produk yang kuat, maka noise marketing hanya akan menjadi gelembung sesaat. Namun, jika strategi ini menjadi bagian dari narasi besar brand, maka bisa menciptakan brand identity yang kuat dan otentik.


Noise marketing bukan strategi baru, tapi kini makin marak digunakan di tengah persaingan konten yang sangat ketat. Dengan risiko dan keuntungan yang seimbang, para pemasar harus bijak dalam memilih kapan dan bagaimana membuat kegaduhan yang efektif tanpa harus kehilangan kepercayaan konsumen.

Ingin tahu lebih banyak strategi pemasaran nyeleneh tapi jitu? Jangan lewatkan artikel menarik lainnya hanya di Garap Media!

Lampiran Referensi:

  1. Kotler, Philip. 
  2. Mashable. 
  3. Marketeers.com.
  4. Detik.com. 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /