LhStoikisme untuk fresh graduate menjadi solusi ketika quarter life crisis mulai menghantui. Setelah lulus kuliah, banyak anak muda dihadapkan pada kenyataan bahwa hidup tak selalu berjalan sesuai rencana.
Banyatk fresh graduate bingung mencari pekerjaan, merasa tertinggal dari teman-temannya, atau bahkan kehilangan arah hidup karena tekanan ekonomi dan ekspektasi sosial.
Situasi ini bukan tanda kelemahan, tetapi bagian dari proses menuju kedewasaan. Namun, jika dibiarkan, kamu bisa merasa cemas dan tidak puas bahkan mengalami stres.
Untuk itu, stoikisme hadir sebagai life hack bagi fresh graduate agar lebih tenang dalam menghadapi perubahan hidup. Berikut 5 prinsip stoikisme yang bisa kamu terapkan.
1. Belajar Menerima Ketidakpastian
Filsuf Zeno, pendiri Stoikisme, mengajarkan bahwa ada dua hal dalam hidup: yang bisa kita kendalikan dan yang tidak bisa. Kamu bisa mengontrol usaha, niat, dan sikap, tetapi tidak bisa mengendalikan hasil atau opini orang lain.
Prinsip ini sangat relevan untuk kamu yang sedang menghadapi masa sulit setelah lulus, seperti lamaran kerja yang belum diterima atau pekerjaan pertama yang tak sesuai ekspektasi.
Tanamkan dalam pikiranmu, “Aku tidak bisa mengendalikan hasilnya, tapi aku bisa mengendalikan reaksiku.”
Cara berpikir seperti ini membantu menumbuhkan ketenangan dan keteguhan hati dalam menghadapi ketidakpastian karier.
Baca juga: Skill Fresh Graduate yang Dicari Perusahaan
2. Fokus pada Hal yang Bisa Kamu Kendalikan
Sering kali kamu terlalu sibuk memikirkan:
“Kenapa aku belum diterima kerja?”
atau “Kenapa hidup orang lain lebih mudah?”
Padahal, membandingkan diri hanya membuatmu stres. Stoikisme mengajarkan untuk mengalihkan fokus ke hal yang bisa kamu kendalikan, seperti:
- Memperbaiki CV dan portofolio,
- Menambah keterampilan baru,
- Bergabung dalam komunitas profesional.
Langkah kecil hari ini jauh lebih berharga daripada penyesalan atas hal yang tidak bisa kamu ubah.
3. Latihan Mindfulness
mindfulness dalam stoikisme bukan sekadar meditasi, tetapi kesadaran penuh terhadap pikiran dan emosi. Zeno percaya bahwa seseorang baru bisa tenang ketika ia sadar apa yang sedang ia pikirkan.
Kamu bisa mulai dengan pertanyaan sederhana:
Pagi hari: “Apa yang bisa aku syukuri hari ini?”
Malam hari: “Apa yang bisa aku perbaiki dari hari ini?”
Kebiasaan ini membantu kamu memahami diri lebih dalam dan mengurangi kecemasan setelah lulus kuliah.
4. Hidup Sederhana
Stoikisme menekankan bahwa kebahagiaan sejati datang dari rasa cukup. Sebagai fresh graduate, mungkin kamu belum punya segalanya dan itu tidak apa-apa.
Daripada memaksakan gaya hidup agar terlihat sukses, lebih baik fokus pada hal yang bermakna: relasi yang tulus, waktu istirahat yang cukup, serta pekerjaan yang sejalan dengan nilai hidupmu.
5. Refleksi Diri
Refleksi adalah inti dari praktik Stoikisme. Tokoh Stoik seperti Seneca dan Marcus Aurelius rutin menulis jurnal setiap malam untuk menilai tindakan mereka.
Kamu bisa meniru kebiasaan ini dengan journaling sederhana: tulis hal-hal yang kamu syukuri, kesalahan yang ingin diperbaiki, dan pelajaran yang kamu dapatkan setiap hari.
Refleksi membuatmu lebih sadar, tenang, dan menumbuhkan kepercayaan diri yang stabil bekal penting untuk melewati quarter life crisis setelah lulus kuliah.
Kesimpulan
Quarter life crisis adalah fase yang wajar dialami setiap fresh graduate. Dengan menerapkan prinsip stoikisme, kamu bisa belajar menerima ketidakpastian, fokus pada hal yang bisa dikendalikan, dan menemukan ketenangan dalam proses tumbuh menjadi dewasa.
Baca insight menarik lainnya tentang tips pengembangan karier di Garap Media.
