PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terus mematangkan persiapan pengoperasian Stasiun Jatake sebagai stasiun baru pada lintas Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung. Kehadiran stasiun ini menjadi salah satu proyek strategis transportasi publik yang dinilai penting untuk meningkatkan akses mobilitas warga Tangerang dan sekitarnya (ANTARA News, 2026).
Sejumlah media nasional melaporkan bahwa Stasiun Jatake dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Januari 2026. Pengoperasian stasiun ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan KRL sekaligus mengurangi beban kepadatan di stasiun-stasiun terdekat yang selama ini melayani kawasan Tangerang dan BSD City (Katadata.co.id, 2026).
Stasiun Jatake Siap Beroperasi Akhir Januari 2026
Jadwal Operasional Stasiun Jatake
Berdasarkan keterangan PT KCI yang dikutip berbagai media, Stasiun Jatake akan mulai melayani penumpang Commuter Line pada akhir Januari 2026. Pengoperasian stasiun ini tidak disertai perubahan pola perjalanan kereta, sehingga perjalanan KRL Tanah Abang–Rangkasbitung tetap berjalan normal dengan tambahan titik pemberhentian baru (Katadata.co.id, 2026).
PT KCI menegaskan bahwa sebelum resmi dibuka, seluruh aspek keselamatan dan kesiapan operasional telah melalui proses evaluasi dan pengujian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan berjalan aman, nyaman, dan sesuai standar operasional yang berlaku.
Lokasi dan Lintasan Kereta
Stasiun Jatake berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Secara lintasan, stasiun ini berada di antara Stasiun Cisauk dan Stasiun Serpong pada jalur Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung. Lokasinya dinilai strategis karena berada di kawasan dengan pertumbuhan hunian dan aktivitas ekonomi yang pesat (Detik.com, 2026).
Peran Stasiun Jatake dalam Layanan Commuter Line
Memperkuat Layanan KRL Tanah Abang–Rangkasbitung
Penambahan Stasiun Jatake merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung. Pembangunan dan pengoperasian stasiun ini ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi massal berbasis rel yang terjangkau dan efisien (ANTARA News, 2026).
Dengan bertambahnya stasiun baru, KCI berharap distribusi penumpang dapat menjadi lebih merata. Hal ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan di stasiun-stasiun lain yang selama ini menjadi titik utama naik turun penumpang di wilayah Tangerang.
Alternatif Akses Baru bagi Warga
Stasiun Jatake diproyeksikan melayani ribuan penumpang setiap hari. Kehadiran stasiun ini memberikan alternatif akses baru bagi warga Tangerang dan BSD City yang sebelumnya harus menjangkau stasiun dengan jarak relatif lebih jauh (Katadata.co.id, 2026).
Dampak Pembangunan Stasiun Jatake
Akses Transportasi Publik Lebih Efisien
Dengan beroperasinya Stasiun Jatake, masyarakat di sekitar Pagedangan dan kawasan sekitarnya memiliki akses KRL yang lebih dekat. Kondisi ini dinilai dapat memangkas waktu tempuh perjalanan harian sekaligus meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik dibandingkan kendaraan pribadi (Detik.com, 2026).
Potensi Pengembangan Kawasan
Kehadiran stasiun baru umumnya beriringan dengan pertumbuhan kawasan di sekitarnya. Akses transportasi yang lebih baik berpotensi mendorong perkembangan kawasan hunian, pusat bisnis, dan aktivitas ekonomi lokal di sekitar Stasiun Jatake (ANTARA News, 2026).
Beroperasinya Stasiun Jatake pada akhir Januari 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan layanan Commuter Line di wilayah Tangerang dan Jabodetabek. Stasiun ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat.
Ikuti terus perkembangan berita transportasi, infrastruktur, dan isu strategis lainnya hanya di Garap Media. Temukan berbagai artikel informatif dan aktual untuk menambah wawasan Anda setiap hari.
Referensi
