Snow White Live Action: Blunder Terbesar Disney?

Last Updated: 6 April 2025, 23:53

Bagikan:

Remake Paling Bingungin Sepanjang Sejarah Disney
Table of Contents

Snow White Live Action: Blunder Terbesar Disney Sepanjang Masa?

Film live action Snow White produksi Disney yang semula dinanti-nanti justru berujung menjadi proyek gagal. Remake dari film animasi klasik 1937 ini tenggelam oleh kontroversi casting, narasi menyimpang, hingga boikot penonton. Pendapatan minggu pertama yang rendah pun menambah deretan kegagalan film ini.


Gagal Komersial dan Dihantam Kontroversi

Dalam minggu pertama, film ini hanya meraup sekitar $10 juta, jauh dari ekspektasi. Banyak faktor diduga jadi penyebab, mulai dari pemilihan Rachel Zegler sebagai Snow White yang dianggap tidak merepresentasikan karakter klasik “putih seperti salju”, hingga Gal Gadot sebagai ratu jahat yang justru tampak jauh lebih cantik dari Snow White itu sendiri.

Masalah makin panas karena latar belakang politik kedua aktris. Gal Gadot dikenal mendukung Israel, sedangkan Rachel Zegler pernah menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Isu ini merambat hingga kampanye boikot film secara masif.


Akting Hambar, Bacotan Blunder, dan Cerita Tak Masuk Akal

Rachel Zegler dikritik karena dianggap kurang karisma dan tidak menyampaikan karakter ikonik Snow White dengan kuat. Gal Gadot, meskipun tampil memesona, justru dianggap terlalu glamor untuk peran antagonis. Hubungan mereka di film terasa datar dan tidak meyakinkan.

Lebih jauh, Disney juga mengubah jalan cerita. Unsur pangeran sebagai penyelamat dihilangkan. Rachel bahkan mengatakan:

“Snow White dalam versi ini bukanlah perempuan yang menunggu diselamatkan oleh pangeran.”

Komentar Rachel seperti itu dianggap sebagian netizen sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap nilai-nilai klasik yang selama ini dijunjung oleh Disney.

Tidak hanya itu, Rachel juga sempat melontarkan komentar seperti:

“Saya benci film aslinya. Itu terlalu kuno. Snow White sekarang adalah pemimpin, bukan gadis yang ingin menikah dengan pangeran.”

Banyak penggemar merasa komentar tersebut menunjukkan ketidakrespekkan terhadap karya klasik Disney dan fans lamanya. Alih-alih mengangkat semangat modern, Rachel dinilai justru melecehkan warisan budaya pop yang sudah melekat puluhan tahun. dan tidak menyampaikan karakter ikonik Snow White dengan kuat. Gal Gadot, meskipun tampil memesona, justru dianggap terlalu glamor untuk peran antagonis. Hubungan mereka di film terasa datar dan tidak meyakinkan.

Lebih jauh, Disney juga mengubah jalan cerita. Unsur pangeran sebagai penyelamat dihilangkan. Rachel bahkan mengatakan:

“Snow White dalam versi ini bukanlah perempuan yang menunggu diselamatkan oleh pangeran.”

Pernyataan tersebut menjadi pemicu perdebatan besar. Tidak hanya itu, Rachel juga sempat melontarkan komentar seperti:

“Saya benci film aslinya. Itu terlalu kuno. Snow White sekarang adalah pemimpin, bukan gadis yang ingin menikah dengan pangeran.”

Banyak penggemar merasa komentar tersebut menunjukkan ketidakrespekkan terhadap karya klasik Disney dan fans lamanya. Alih-alih mengangkat semangat modern, Rachel dinilai justru melecehkan warisan budaya pop yang sudah melekat puluhan tahun.


Visual Bagus Tapi Tak Menyelamatkan

Meski dari sisi produksi visual tampak megah, itu tidak cukup menutupi kelemahan cerita dan akting. Efek CGI dan desain set terlihat bagus, tetapi tidak mampu memberikan kedalaman emosional atau kesan yang membekas.

Satu hal yang juga jadi perhatian publik adalah logika visual yang terasa janggal. Gal Gadot sebagai ibu tiri tampil jauh lebih memikat dan elegan dibandingkan Snow White itu sendiri. Ini membuat motivasi iri hati karakter ratu jahat terasa tidak masuk akal. Ditambah lagi, karakter Snow White yang diperankan Zegler dianggap kurang sesuai secara visual karena tidak menampilkan kesan “putih seperti salju” sebagaimana nama karakternya.


Snow White live action adalah contoh nyata bahwa perubahan berlebihan dan keputusan casting yang tidak tepat bisa berujung pada kegagalan besar. Film ini menjadi pelajaran penting bagi Disney dalam membaca selera pasar dan menjaga esensi cerita klasik.

Ingin tahu berita terkini dan ulasan film lainnya? Baca terus hanya di Garap Media!


Referensi:https://www.garapmedia.com

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /