Skandal Pemain Ilegal, Vietnam Didiskualifikasi dari Kejuaraan Dunia Voli U-21 Putri
Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025 di Surabaya dan Gresik berubah panas setelah skandal pemain ilegal voli Vietnam mencuat. Tim yang sempat tampil impresif di Grup A ini harus menerima kenyataan pahit: dua pemain mereka, Đặng Thị Hồng (nomor 12) dan Nguyễn Phương Quỳnh (nomor 21), dinyatakan ineligible oleh Federasi Bola Voli Internasional (FIVB). Protes resmi dari tim Thailand memicu investigasi, yang akhirnya mengguncang posisi Vietnam di klasemen.
Perjalanan Vietnam di Grup A
Grup A dihuni oleh Indonesia, Argentina, Serbia, Puerto Rico, Kanada, dan Vietnam. Sejak awal, Vietnam tampil meyakinkan:
- Mengalahkan Indonesia 3–0 (7 Agustus)
- Menumbangkan Serbia
- Menang atas Kanada
- Hanya kalah dari Argentina dan Puerto Rico
Dengan modal tiga kemenangan, Vietnam awalnya berada di jalur aman menuju babak 16 besar. Namun, semuanya berubah setelah protes Thailand diterima FIVB.
Awal Mula Skandal
Isu ini mencuat ketika Thailand, yang berada di grup berbeda, melayangkan protes resmi kepada FIVB. Mereka mempertanyakan kelayakan dua pemain Vietnam berdasarkan Pasal 12.2 Regulasi Disiplin 2023, yang mengatur persyaratan keikutsertaan atlet di turnamen internasional.
FIVB kemudian melakukan pemeriksaan dokumen dan menemukan bahwa Đặng Thị Hồng dan Nguyễn Phương Quỳnh dianggap tidak memenuhi syarat. Meski detail alasan teknisnya belum sepenuhnya diungkap, keputusan tersebut cukup untuk membatalkan hasil laga yang melibatkan kedua pemain.
Keputusan dan Dampak Besar
FIVB memutuskan empat pertandingan Vietnam yang melibatkan kedua pemain tersebut dinyatakan kalah WO (0–3). Satu-satunya kemenangan yang tetap sah adalah melawan Puerto Rico, karena kedua pemain tidak turun di pertandingan tersebut.
Akibatnya, Vietnam yang semula berada di papan atas langsung terperosok ke posisi juru kunci Grup A, dengan rekor:
- 1 kemenangan sah
- 4 kekalahan WO
Hal ini membuat Vietnam gagal melaju ke babak 16 besar dan harus bermain di klasifikasi peringkat 17–24.
Reaksi Vietnam
Federasi Bola Voli Vietnam (VFV) tidak tinggal diam atas keputusan FIVB. Mereka langsung mengajukan banding resmi dan menegaskan bahwa seluruh dokumen pendaftaran sudah diserahkan sejak awal turnamen sesuai prosedur. VFV menyebut masalah ini muncul karena adanya persyaratan tambahan yang diminta FIVB secara mendadak, yang sebelumnya tidak tercantum dalam regulasi teknis.
Selain banding, VFV juga bekerja sama dengan pihak hukum untuk membela hak atlet dan menjaga reputasi bola voli Vietnam. Langkah ini diiringi dengan pelaporan resmi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Vietnam sebagai bentuk transparansi dan klarifikasi.
“Kami tidak melanggar prosedur. Semua data sudah diverifikasi sejak awal. Permintaan persyaratan tambahan di tengah kompetisi sangat merugikan tim,” ujar perwakilan VFV dalam konferensi pers.
Perjalanan Vietnam di Kejuaraan Dunia Voli Putri U-21 2025 menjadi bukti bahwa urusan administrasi bisa sekrusial penampilan di lapangan. Meski sempat mengalahkan Indonesia dan bersaing di papan atas, protes dari Thailand mengubah segalanya. Diskualifikasi dua pemain kunci membuat hasil mereka di fase grup dibatalkan, dan mimpi melangkah jauh di turnamen pun kandas.
Baca berita olahraga lainnya hanya di Garap Media.
Lampiran Referensi
