Sisu: Road to Revenge Aksi Brutal Balas Dendam Tanpa Ampun
Film Sisu: Road to Revenge kembali mengguncang genre aksi lewat kisah balas dendam ekstrem sosok mantan komando Finlandia, Aatami Korpi. Sekuel ini mempertahankan ciri khas film pertamanya: aksi nonstop, kekerasan praktikal, dan atmosfer kelam pasca-perang yang membekas kuat. (The Guardian, 2025)
Cerita dimulai saat Korpi kembali ke rumah keluarganya yang telah hancur akibat pembantaian. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Desember 2025, sebagaimana tertera pada halaman resmi Cinema XXI. Ia membongkar sisa bangunan tersebut, mengangkut kayu-kayunya dengan truk untuk dibangun kembali di tempat aman. Namun upaya itu memicu pengejaran dari komandan Soviet yang membunuh keluarganya, memulai konflik berdarah lintas perbatasan. (Rotten Tomatoes, 2025)
Apa Itu Sisu: Road to Revenge
Sekuel Penuh Aksi Brutal
Sisu: Road to Revenge merupakan sekuel film Sisu (2022) yang disutradarai Jalmari Helander dan kembali dibintangi Jorma Tommila sebagai Aatami Korpi. Tokoh antagonisnya diperankan Stephen Lang sebagai komandan Soviet yang menjadi musuh utama. (The Guardian, 2025)
Film ini mengusung premis sederhana namun intens: satu lelaki melawan pasukan demi kehormatan dan balas dendam. Tanpa dialog panjang dan plot berlapis, ceritanya dibangun lewat bahasa visual berupa kekerasan, pengejaran, dan pertarungan ekstrem. (RogerEbert.com, 2025)
Gaya Visual dan Atmosfer
Aksi Praktikal Bergaya Old‑School
Keunggulan utama Sisu: Road to Revenge terletak pada penggunaan stunt praktikal tanpa dominasi CGI. Adegan perkelahian dan ledakan disajikan secara nyata dan brutal, menghadirkan sensasi mentah ala film aksi klasik. (The Guardian, 2025)
Karakter Korpi diciptakan sebagai sosok yang hampir tak bisa dikalahkan: terluka parah, jatuh berulang kali, namun selalu bangkit dan kembali menyerang. Pendekatan ini menjadikan film terasa seperti “dongeng kekerasan dewasa” dengan figur pahlawan super versi gelap. (RogerEbert.com, 2025)
Humor Gelap & Perjalanan Berdarah
Meski brutal, film ini menyisipkan humor gelap lewat situasi absurd yang dialami sang pahlawan. Dengan durasi sekitar 1 jam 29 menit dan pacing cepat, alur bergerak laksana road‑movie kekerasan yang membawa penonton dari satu set‑piece maut ke set‑piece berikutnya. (Metacritic, 2025).
Respons Kritikus
Ulasan Positif
Sisu: Road to Revenge memperoleh Metascore 76/100 yang menunjukkan respons “generally favorable” dari para kritikus. Mereka memuji kreativitas koreografi aksi, efek praktikal, serta keberanian film ini mempertahankan identitas grindhouse. (Metacritic, 2025)
The Guardian menyebut film ini “terrific sequel” karena konsistensi gaya ekstrem dan keberhasilan menciptakan hiburan penuh adrenalin. Sementara RogerEbert.com menilai sekuel ini mampu memperluas dunia Sisu dengan set‑piece yang lebih bervariasi tanpa menghilangkan ciri khas kekerasannya. (The Guardian, 2025; RogerEbert.com, 2025)
Tanggapan Penonton
Di Rotten Tomatoes, penonton umumnya menikmati film ini sebagai thrill ride berdarah yang efektif bagi pecinta aksi keras. Namun ada pula kritik yang menilai ceritanya terlalu tipis dan kekerasannya berlebihan. (Rotten Tomatoes, 2025)
Untuk Siapa Film Ini
Cocok untuk:
- Pecinta film aksi brutal dan grindhouse.
- Penonton yang menyukai stunt praktikal tanpa CGI.
- Penggemar kisah balas dendam ekstrem bergaya klasik.
Perlu berhati‑hati jika:
- Sensitif terhadap kekerasan grafis dan gore.
- Mengharapkan drama emosional mendalam.
- Mencari film ringan atau keluarga.
Bagi penggemar film aksi ekstrem, Sisu: Road to Revenge menjadi sajian sinematik yang memuaskan: brutal, cepat, dan tanpa kompromi. Film ini menunjukkan bahwa pendekatan fisikal dan efek praktikal masih memiliki daya tarik besar di tengah dominasi CGI modern.
Jangan lewatkan berita film menarik lainnya hanya di Garap Media. Temukan lebih banyak ulasan dan rekomendasi tontonan untuk memperluas referensi hiburanmu!
Referensi
