Film Dia Bukan Ibu menjadi salah satu tontonan horor psikologis paling dinanti tahun 2025. Cerita yang diadaptasi dari thread viral Jeropoint ini menghadirkan konflik keluarga yang dipenuhi misteri, perubahan, dan teror. Penonton diajak menyelami hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya yang tiba-tiba berubah drastis hingga memunculkan pertanyaan besar: masihkah ia sosok ibu yang sama?
Dengan jalan cerita yang kuat, Dia Bukan Ibu memperlihatkan bagaimana trauma, kepercayaan, dan identitas dapat mengubah kehidupan keluarga. Kisah ini tidak hanya menyuguhkan ketegangan, tetapi juga refleksi mendalam tentang rapuhnya hubungan manusia ketika keakraban berubah menjadi rasa takut.
Konflik Utama dalam Dia Bukan Ibu
Cerita berpusat pada kehidupan Vira (Aurora Ribero) dan adiknya Dino (Ali Fikry) yang tinggal bersama sang ibu, Yanti (Artika Sari Devi), setelah perceraian orang tua mereka. Dua tahun kemudian, Yanti mengalami perubahan drastis. Ia tampak kembali bersemangat, membuka usaha salon, membeli rumah baru, dan hidup seolah penuh energi positif. Namun, perubahan itu ternyata menyimpan rahasia gelap.
Yanti mulai menunjukkan perilaku tak terduga. Terkadang ia menjadi kasar, bahkan menyerang orang-orang terdekat. Anehnya, keesokan hari ia berperilaku normal seolah tidak ada yang terjadi. Vira merasa ada sesuatu yang salah. Ketegangan pun meningkat ketika ia mulai mempertanyakan: benarkah wanita itu masih ibunya?
Karakter dan Pemeran Utama
- Yanti (Artika Sari Devi) – sosok ibu yang mengalami perubahan misterius dan menimbulkan teror.
- Vira (Aurora Ribero) – anak sulung yang berusaha mengungkap kebenaran di balik perubahan ibunya.
- Dino (Ali Fikry) – adik Vira yang ikut merasakan dampak ketakutan akibat perilaku sang ibu.
Kehadiran para pemeran dengan akting yang emosional dan intens membuat kisah ini semakin nyata. Artika Sari Devi membawa karakter Yanti dengan lapisan misteri, sementara Aurora Ribero berhasil memvisualisasikan ketakutan seorang anak yang terjebak dalam dilema keluarga.
Visual dan Produksi Dia Bukan Ibu
Film ini diproduksi dengan atmosfer horor psikologis yang kental. Penggunaan pencahayaan gelap, musik latar penuh ketegangan, serta sinematografi yang detail semakin menghidupkan konflik. Penonton dibuat seolah ikut berada di dalam rumah penuh misteri, merasakan setiap ketakutan yang dialami karakter.
Kekuatan produksi Dia Bukan Ibu bukan hanya pada aspek visual, tetapi juga pada penyajian suasana emosional. Setiap adegan menghadirkan rasa tidak pasti, membuat penonton terus bertanya-tanya tentang kebenaran sosok Yanti.
Pesan Moral dari Dia Bukan Ibu
Di balik nuansa horor, film ini menyimpan pesan reflektif. Dia Bukan Ibu menyoroti trauma keluarga, perubahan identitas, dan tipisnya batas antara cinta dan ketakutan. Film ini mengingatkan bahwa keluarga bisa menjadi sumber kekuatan, namun juga tempat lahirnya ketidakpastian terbesar.
Pesan yang dihadirkan mendorong penonton untuk merenung: apakah kita benar-benar mengenal orang-orang terdekat kita? Pertanyaan ini menjadi inti dari pengalaman emosional yang ditawarkan film.
Film Dia Bukan Ibu bukan sekadar tontonan horor biasa. Dengan cerita yang dalam, akting memukau, dan atmosfer mencekam, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang menggabungkan ketegangan dan renungan emosional. Penonton dijamin akan meninggalkan bioskop dengan perasaan campur aduk antara takut, kagum, dan penasaran.
Jangan lewatkan penayangan perdananya pada 25 September 2025 di bioskop seluruh Indonesia. Untuk membaca berita lengkap, ulasan, dan insight eksklusif seputar film ini, kunjungi Garap Media dan temukan berbagai informasi menarik lainnya.
Referensi:
- https://www.liputan6.com/showbiz/read/6160816/sinopsis-dan-fakta-film-dia-bukan-ibu-yang-tayang-25-september-2025-di-bioskop
- https://www.kapanlagi.com/film/dia-bukan-ibu-id5190.html
- https://radarkudus.jawapos.com/entertainment/696589536/film-dia-bukan-ibu-horor-baru-yang-bicara-tentang-trauma-keluarga-dan-misteri-ibu-yang-menakutkan
- https://mamikos.com/info/nonton-film-dia-bukan-ibu-gnr/
