Fenomena alam berupa sinkhole menggegerkan warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sebuah lubang besar tiba-tiba muncul di tengah area persawahan dan memicu kepanikan warga sekitar. Kejadian ini pertama kali diketahui warga pada Minggu (4/1/2026) ketika tanah sawah mendadak amblas tanpa tanda-tanda jelas sebelumnya (Detik.com, 2026).
Warga menyebut sebelum tanah runtuh, terdengar suara gemuruh dari arah sawah. Tidak lama kemudian, permukaan tanah amblas dan membentuk lubang besar yang berisi air. Peristiwa tersebut dengan cepat menyita perhatian masyarakat dan menjadi perbincangan luas di media sosial (Konteks.co.id, 2026).
Kronologi Sawah Amblas di Limapuluh Kota
Sinkhole muncul saat warga sedang beraktivitas di sekitar persawahan. Amblasnya tanah terjadi secara tiba-tiba dan membuat warga berhamburan menjauh dari lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun lahan pertanian warga mengalami kerusakan (Detik.com, 2026).
Kondisi di lokasi semakin mengkhawatirkan karena air di dalam lubang terus bertambah. Air di dalam sinkhole terus meluap dan menggenangi area sawah di sekitarnya. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya dampak amblasnya tanah.
Penjelasan Ahli Geologi soal Sinkhole
Ahli geologi menjelaskan bahwa fenomena sinkhole Sumbar berkaitan dengan kondisi geologi wilayah tersebut. Penjelasan geolog yang menyebut bahwa daerah Limapuluh Kota memiliki kawasan bukit kapur atau batuan karst yang rentan mengalami pelarutan oleh air (ANTARA Sumatera Barat, 2026).
Air hujan yang meresap ke dalam tanah secara perlahan dapat melarutkan batuan kapur dan membentuk rongga bawah tanah. Ketika rongga ini tidak lagi mampu menahan beban tanah di atasnya, maka tanah di permukaan akan amblas secara tiba-tiba dan membentuk sinkhole (ANTARA Sumatera Barat, 2026).
DPRD dan BPBD Ambil Langkah
Menyikapi kejadian ini, DPRD Kabupaten Limapuluh Kota meminta BPBD setempat untuk segera mengambil langkah mitigasi. DPRD meminta BPBD menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna melakukan kajian geologi lebih mendalam di lokasi sinkhole (ANTARA Sumatera Barat, 2026).
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab pasti dan mencegah potensi bahaya lanjutan. Warga juga diimbau agar tidak mendekati lokasi sinkhole karena dikhawatirkan tanah di sekitarnya masih labil dan berisiko amblas.
Potensi Risiko dan Antisipasi
Menurut para ahli, sinkhole berpotensi melebar apabila struktur tanah di bawah permukaan masih rapuh. Oleh karena itu, pemantauan secara berkala dan kajian geologi lanjutan sangat dibutuhkan, terutama di wilayah pertanian dan permukiman warga (ANTARA Sumatera Barat, 2026b).
Edukasi kepada masyarakat terkait tanda-tanda awal pergerakan tanah juga menjadi hal penting agar warga dapat lebih waspada dan mengurangi risiko apabila kejadian serupa kembali terjadi.
Fenomena sinkhole Sumbar di Limapuluh Kota menjadi peringatan akan potensi bencana geologi yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Kerja sama antara pemerintah daerah, ahli geologi, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak kejadian ini.
Ikuti terus berita terbaru dan terpercaya seputar peristiwa daerah, nasional, dan fenomena alam lainnya hanya di Garap Media.
Referensi
