Sindikat Scam Kamboja Dibubarkan, Ratusan WNI Serbu KBRI Phnom Penh Minta Dipulangkan

Last Updated: 20 January 2026, 08:12

Bagikan:

Sindikat Scam Kamboja Dibubarkan
KBRI Phnom Penh meningkatkan layanan perlindungan bagi ratusan WNI yang melapor setelah sindikat penipuan daring di Kamboja dibubarkan. Sumber gambar: KBRI Phnom Penh
Table of Contents

Gelombang kedatangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh menjadi sorotan publik. Mereka datang setelah keluar dari jaringan sindikat penipuan daring atau online scam yang dibubarkan oleh pemerintah Kamboja.

Dalam kurun waktu empat hari saja, KBRI Phnom Penh mencatat sedikitnya 911 WNI yang melapor dan meminta pendampingan. Fenomena ini memperlihatkan besarnya dampak pemberantasan kejahatan siber lintas negara terhadap pekerja migran Indonesia di Kamboja.

WNI Serbu KBRI Phnom Penh

Lonjakan laporan WNI ke KBRI Phnom Penh terjadi setelah aparat keamanan Kamboja memperketat operasi penindakan terhadap bisnis online scam. Dalam waktu singkat, ratusan WNI berdatangan secara bergelombang ke kantor perwakilan RI untuk meminta perlindungan dan bantuan pemulangan ke Tanah Air (Antara News, 2026).

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa sebagian besar WNI datang dalam kondisi aman, namun berada dalam situasi tertekan karena kehilangan pekerjaan secara mendadak. Banyak di antara mereka tidak memiliki akses tempat tinggal tetap setelah sindikat tempat mereka bekerja dibubarkan.

Kondisi tersebut membuat KBRI harus membuka layanan konsuler secara intensif, termasuk pendataan identitas, pemeriksaan status keimigrasian, serta asesmen kebutuhan mendesak seperti makanan dan tempat penampungan sementara.

Sindikat Penipuan Daring Dibubarkan

Pembubaran sindikat penipuan daring merupakan bagian dari instruksi langsung Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, yang menargetkan pemberantasan total kejahatan siber lintas negara. Pemerintah Kamboja memerintahkan aparat keamanan untuk menyisir pusat-pusat operasi online scam yang selama ini banyak melibatkan pekerja asing (DetikNews, 2026).

Akibat kebijakan tersebut, banyak perusahaan fiktif berbasis penipuan daring menghentikan operasinya secara tiba-tiba. Para pekerja, termasuk ratusan WNI, dilepaskan tanpa kejelasan status, gaji, maupun dokumen resmi.

Situasi ini mendorong para WNI mencari perlindungan ke KBRI Phnom Penh sebagai satu-satunya jalur resmi untuk mendapatkan pendampingan hukum dan solusi pemulangan.

Masalah Administrasi dan Overstay

KBRI Phnom Penh mengungkapkan bahwa mayoritas WNI yang melapor mengalami persoalan administratif serius. Banyak paspor ditahan oleh pihak perusahaan atau bahkan hilang, sementara visa kerja mereka telah lama kedaluwarsa sehingga berstatus overstay (Antara News, 2026).

Selain itu, sebagian WNI mengaku direkrut secara tidak resmi melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat, tanpa kontrak kerja yang jelas. Hal ini memperumit proses verifikasi data oleh pihak KBRI.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, KBRI memberikan bantuan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), pendampingan keimigrasian, serta koordinasi dengan otoritas Kamboja agar para WNI tidak dikenai sanksi berat.

Upaya Pemulangan WNI ke Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Kamboja guna mempercepat proses deportasi. Pemulangan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kelengkapan administrasi dan kondisi para WNI.

Fenomena Lama yang Kembali Terulang

Kasus WNI yang terlibat dalam sindikat penipuan daring di Kamboja bukanlah fenomena baru. Sepanjang tahun 2025, KBRI Phnom Penh telah menangani ribuan kasus serupa dengan pola perekrutan yang hampir sama, yakni janji gaji tinggi dan pekerjaan ringan (CNBC Indonesia, 2026).

Minimnya literasi kerja luar negeri dan tekanan ekonomi di dalam negeri menjadi faktor utama yang membuat WNI mudah tergiur. Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat agar hanya menggunakan jalur resmi dan memverifikasi perusahaan sebelum menerima tawaran kerja ke luar negeri.

Kasus WNI serbu KBRI Phnom Penh menjadi pengingat keras akan bahaya sindikat penipuan daring internasional. Edukasi dan kewaspadaan publik menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran kerja ilegal.

Ikuti terus perkembangan berita perlindungan WNI dan isu internasional lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan laporan mendalam dan informasi penting setiap harinya.

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /