Buah Aprikot – Buah ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang di Indonesia, namun buah kecil ini kaya nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Rasanya manis dan menyegarkan, sehingga cocok dikonsumsi langsung atau diolah menjadi jus, salad, maupun campuran sereal.
Meski menyimpan banyak manfaat, konsumsi buah aprikot yang berlebihan atau bijinya tertelan bisa menimbulkan efek samping. Memahami manfaat sekaligus risiko buah ini penting agar konsumsinya aman dan menyehatkan tubuh.
Kandungan Nutrisi Buah Aprikot
Dalam 100 gram buah aprikot (sekitar 2 buah) terdapat:
- 1,2 gram protein
- 2 gram serat
- 10 gram karbohidrat
- 15 mg kalsium
- 250 mg kalium
- 10 mg magnesium
- 20 mg fosfor
- 0,4 mg zat besi
Selain itu, buah aprikot juga kaya vitamin A, B, C, E, folat, dan antioksidan. Kandungan airnya yang tinggi membantu menjaga hidrasi, serta rendah kalori dan bebas lemak jenuh, sehingga baik untuk kesehatan tubuh dan organ penting (Alodokter, 2024).
Manfaat Buah Aprikot
Aprikot kaya nutrisi dan antioksidan sehingga memberikan manfaat kesehatan yang beragam:
- Menjaga Kesehatan Usus: Serat dalam aprikot mendukung pencernaan dan pertumbuhan bakteri baik, sehingga mencegah sembelit dan menjaga saluran pencernaan tetap sehat.
- Menjaga Kadar Gula dan Kolesterol: Serat dalam aprikot membantu menstabilkan kadar gula darah dan kolesterol, mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung. Buah ini juga memiliki indeks glikemik rendah.
- Memelihara Kesehatan Jantung: Kalium dan antioksidan pada aprikot membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah pengerasan pembuluh darah, baik untuk kesehatan jantung.
- Mencegah Dehidrasi: Kandungan air tinggi pada aprikot membantu mencegah dehidrasi, meski tetap disarankan minum air putih minimal 8 gelas per hari.
- Menjaga Kesehatan Mata: Vitamin A dan E dalam aprikot mendukung penglihatan dan melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas..
- Menjaga Kesehatan Kulit: Vitamin C membantu produksi kolagen, melindungi kulit dari paparan sinar UV, dan mencegah kerusakan akibat radikal bebas. Aprikot pun sering dijadikan bahan kosmetik.
Aprikot juga dipercaya menurunkan risiko stroke, tekanan darah tinggi, dan kerusakan hati (Alodokter, 2024).
Efek Samping Konsumsi Buah Aprikot
Meskipun bermanfaat, konsumsi aprikot juga memiliki risiko:
- Bahaya Biji Aprikot: Biji aprikot mengandung amigdalin, yang bisa berubah menjadi sianida. Jika tertelan, dapat menyebabkan hipotensi, kejang, atau bahkan koma.
- Gangguan Pencernaan: Beberapa orang mungkin mengalami gas berlebih, kembung, flatulensi, atau diare akibat sensitivitas terhadap kandungan aprikot.
- Reaksi Alergi: Alergi dapat muncul karena reaksi silang dengan serbuk sari pohon birch atau persik, serta alergi sulfit. Reaksi serius memerlukan perhatian medis segera. (Liputan6, 2024).
Tips Aman Konsumsi Buah Aprikot
- Hindari mengonsumsi biji aprikot.
- Batasi jumlah buah sesuai kebutuhan tubuh.
- Cuci buah hingga bersih sebelum dikonsumsi.
- Padukan dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Penutup
Buah aprikot menawarkan beragam manfaat bagi kesehatan, mulai dari pencernaan hingga jantung, mata, dan kulit. Dengan mengonsumsi dalam jumlah tepat dan memperhatikan risiko efek samping, buah ini bisa menjadi tambahan yang menyehatkan dalam diet harian.
Simak berita menarik lainnya di Garap Media untuk informasi kesehatan dan gaya hidup terbaru. Jangan lewatkan artikel lainnya yang juga membahas tips konsumsi makanan sehat dan bergizi untuk mendukung gaya hidup seimbang.
Referensi:
- Alodokter. (2024). Manfaat buah aprikot tak perlu diragukan lagi. Retrieved from https://www.alodokter.com/manfaat-buah-aprikot-tak-perlu-diragukan-lagi
- Liputan6. (2024). Hati-hati, ini 3 buah berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Retrieved from https://www.liputan6.com/regional/read/5833144/hati-hati-ini-3-buah-berbahaya-jika-dikonsumsi-berlebihan
