Shah Allah Ditta Caves: Misteri Warisan Kuno yang Kembali Dibongkar Otoritas Pakistan
Shah Allah Ditta Caves adalah situs gua kuno yang terletak di kaki Pegunungan Margalla, Islamabad. Tempat ini memiliki nilai arkeologis tinggi karena menyimpan jejak sejarah dari era Buddha, Hindu, hingga era Mughal. Setelah bertahun-tahun terabaikan, situs ini kembali menjadi perhatian publik berkat program restorasi yang dimulai ulang oleh pemerintah Pakistan (Dawn, 2024).
Selama beberapa dekade, kondisi gua memburuk akibat erosi, vandalisme, hingga minimnya upaya konservasi. Kini, dengan keterlibatan Kementerian Warisan dan Budaya, Shah Allah Ditta Caves diproyeksikan menjadi salah satu situs sejarah yang akan direstorasi secara modern dan terencana (Express Tribune, 2024).
Sejarah Panjang Shah Allah Ditta Caves
Asal‑Usul dan Perkembangan Penghuni Gua
Shah Allah Ditta Caves diyakini telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Menurut laporan Dawn (2016), gua ini merupakan bagian dari jalur kuno menuju Taxila, pusat peradaban Buddha. Biksu-biksu Buddha tercatat menggunakan tempat ini untuk meditasi dan aktivitas spiritual.
Setelah era Buddha berakhir, gua tersebut digunakan oleh sadhus Hindu yang meninggalkan lukisan dan simbol-simbol keagamaan di dinding batu. Pada periode Mughal, wilayah ini kemudian menjadi tempat singgah para pertapa Muslim. Perpindahan fungsi ini menunjukkan bahwa Shah Allah Ditta Caves merupakan titik penting dalam lintasan budaya Asia Selatan (Islamabad Post, 2025).
Struktur, Mural, dan Temuan Arkeologis
Gua ini terdiri dari formasi batu kanjur di dua sisi mata air alami. Fasad gua bagian timur memiliki dinding batu kasar yang direkatkan dengan tanah liat dan dilapisi plester tanah berwarna merah (The News, 2024). Pada permukaannya ditemukan lukisan berwarna hitam yang kemudian tertutup whitewash, yang diduga merupakan representasi dewa-dewa Hindu (Dawn, 2024).
Di area depan gua terdapat saluran air berpaving dan kolam persegi dari batu kapur, bukti pentingnya mata air bagi penghuni gua dari berbagai era (The News, 2024). Temuan ini memperkuat nilai arkeologis situs sebagai ruang aktivitas spiritual dan sosial.
Masa Kemunduran dan Kerusakan Serius
Selama bertahun-tahun, Shah Allah Ditta Caves mengalami kerusakan signifikan. Mural kuno terkelupas akibat kelembapan dan asap api, sementara akses menuju lokasi pun memburuk. Proyek konservasi yang pernah dijanjikan pada 2016 tidak berjalan optimal (Dawn, 2016).
Kurangnya penjagaan juga menyebabkan dinding gua dipenuhi coretan vandalisme, membuat kondisi pelestarian semakin sulit. Para arkeolog memperingatkan bahwa restorasi yang dilakukan tanpa riset menyeluruh dapat merusak karakter asli situs.
Upaya Restorasi Terbaru
Proyek Pelestarian 2024
Pada Januari 2024, pemerintah Pakistan kembali meluncurkan proyek restorasi besar untuk menyelamatkan Shah Allah Ditta Caves. Menteri sementara Warisan dan Budaya melakukan peletakan batu pertama dan menegaskan bahwa konservasi akan mengikuti standar arkeologi modern (Dawn, 2024).
Rencana kerja mencakup dokumentasi menyeluruh, ekskavasi arkeologis, studi geoteknik, landscaping, hingga pembangunan drainase untuk melindungi gua dari air hujan (Express Tribune, 2024).
Daya Tarik Wisata dan Tantangan Ke Depan
Dengan keindahan alam Margalla Hills dan nilai sejarah yang kuat, Shah Allah Ditta Caves menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Laporan The Nation (2022) menyebut bahwa pengunjung tertarik pada atmosfer spiritual, kolam alami, serta rute trekking yang melintasi situs.
Namun, pelestarian jangka panjang membutuhkan kontrol ketat terhadap vandalisme, edukasi publik, serta pengawasan rutin. Jika tidak, restorasi bisa gagal melindungi fitur asli gua dan mural kuno yang bernilai tinggi.
Shah Allah Ditta Caves adalah bukti sejarah lintas peradaban yang hidup melalui gua, mural, dan mata airnya. Melalui program restorasi terbaru, situs ini memiliki peluang besar untuk kembali menjadi pusat penelitian, wisata, dan pelestarian budaya.
Untuk mengikuti kabar terbaru seputar warisan budaya dunia, sejarah, dan fenomena unik lainnya, kunjungi Garap Media dan temukan berbagai artikel mendalam yang informatif.
Referensi
