Seollal adalah perayaan Tahun Baru Korea yang dirayakan berdasarkan kalender lunar dan menjadi salah satu hari raya terpenting di Korea Selatan. Perayaan ini identik dengan tradisi penghormatan leluhur, penggunaan hanbok, hingga santapan khas yang hanya muncul saat momen spesial tersebut (Wikipedia, 2024).
Tak hanya dirayakan di Korea Selatan, Seollal juga diperingati komunitas diaspora Korea di berbagai negara. Bahkan sejumlah pusat kebudayaan internasional turut mengadakan acara khusus untuk memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat global (Sortiraparis, 2026).
Apa Itu Seollal dan Asal-Usulnya?
Seollal merupakan Tahun Baru Korea yang mengikuti kalender lunisolar. Biasanya jatuh pada akhir Januari atau awal Februari, bertepatan dengan perayaan Imlek di beberapa negara Asia Timur. Perayaan ini telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian penting dalam sejarah serta identitas budaya Korea (Wikipedia, 2024).
Seollal berkembang dari tradisi agraris kuno yang kemudian dipengaruhi ajaran Konfusianisme, terutama dalam hal penghormatan kepada orang tua dan leluhur (STEKOM, 2024).
Tradisi Utama dalam Seollal
Charye dan Sebae
Salah satu ritual utama saat Seollal adalah charye, yaitu upacara penghormatan kepada leluhur dengan menyajikan berbagai makanan di meja persembahan. Prosesi ini dilakukan oleh keluarga sebagai bentuk rasa hormat dan doa untuk keberkahan di tahun yang baru (Wikipedia, 2024).
Setelah ritual selesai, anggota keluarga yang lebih muda melakukan sebae, yakni membungkuk hormat kepada orang yang lebih tua sambil menyampaikan ucapan selamat tahun baru. Sebagai balasan, biasanya diberikan uang dalam amplop sebagai simbol doa dan harapan baik (Intipseleb, 2023).
Tteokguk, Sup Wajib Seollal
Tradisi makan tteokguk atau sup kue beras menjadi simbol penting dalam Seollal. Masyarakat Korea percaya bahwa memakan semangkuk tteokguk menandakan bertambahnya usia satu tahun secara simbolis. Sup ini melambangkan kemurnian dan awal yang baru (Kumparan, 2023).
Selain tteokguk, keluarga juga menyajikan berbagai hidangan tradisional lain seperti jeon dan japchae untuk melengkapi perayaan (Wikipedia, 2024).
Seollal di Luar Korea
Perayaan Seollal tidak hanya berlangsung di Korea Selatan. Di Paris, misalnya, komunitas Korea dan lembaga budaya mengadakan acara khusus untuk memperkenalkan tradisi Seollal kepada publik internasional, termasuk pertunjukan budaya dan pameran kuliner khas (Sortiraparis, 2026).
Hal ini menunjukkan bahwa Seollal tidak hanya menjadi warisan budaya nasional, tetapi juga bagian dari diplomasi budaya Korea di tingkat global.
Makna Filosofis Seollal
Secara filosofis, Seollal bukan sekadar pergantian tahun. Perayaan ini menekankan pentingnya keluarga, penghormatan terhadap leluhur, serta refleksi diri untuk memulai tahun yang baru dengan harapan lebih baik. Nilai-nilai tersebut tetap dijaga meski masyarakat Korea kini hidup di era modern yang serba cepat (STEKOM, 2024).
Seollal adalah bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Dari ritual charye hingga santapan tteokguk, setiap elemen perayaan memiliki makna mendalam yang terus diwariskan lintas generasi.
Ingin membaca lebih banyak ulasan budaya dunia dan tradisi unik lainnya? Kunjungi Garap Media dan temukan artikel menarik serta informatif setiap harinya.
Referensi
