Senat Amerika Serikat Sepakat Akhiri Shutdown

Last Updated: 11 November 2025, 12:53

Bagikan:

Senat Amerika Serikat Sepakat Akhiri Shutdown Terlama: Sengketa Subsidi Kesehatan Berlanjut
Setelah 41 hari dilanda penutupan pemerintahan (shutdown) yang memecahkan rekor terlama dalam sejarah Amerika Serikat, Senat Amerika Serikat akhirnya meloloskan RUU pendanaan
Table of Contents

Setelah 41 hari shutdown yang memecahkan rekor dalam sejarah, Senat Amerika Serikat meloloskan RUU pendanaan pada Senin malam.

Keputusan ini dicapai setelah adanya kompromi yang didukung bipartisan pada akhir pekan.

Senator John Thune menyatakan semua pihak menyadari parahnya masalah akibat shutdown berkepanjangan ini, dan bersyukur bahwa akhir krisis sudah terlihat.

Detail Kesepakatan Senat dan Proses Pemungutan Suara

RUU tersebut disahkan dengan hasil 60-40, melewati ambang batas 60 suara yang diperlukan.

Pemungutan ini terwujud berkat dukungan dari delapan anggota Demokrat dan satu senator independen (Angus King), yang bergabung dengan mayoritas Republikan.

Paket kompromi bipartisan ini menggabungkan tiga langkah pendanaan penuh selama satu tahun untuk beberapa bagian pemerintahan tertentu, ditambah RUU pendanaan sementara untuk sisa pemerintahan hingga 30 Januari.

Selain itu, RUU ini akan membatalkan lebih dari 4.000 PHK federal yang diupayakan oleh pemerintahan Donald Trump dan menjamin pembayaran gaji dengan surat perintah khusus (retroactively paid) untuk semua pekerja federal yang terpengaruh.

RUU ini juga menjamin pendanaan untuk Program Bantuan Gizi Tambahan hingga September.

RUU ini akan dilanjutkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan Presiden Donald Trump diharapkan akan segera menandatanganinya menjadi undang-undang.

Dampak Krisis dan Perjuangan Subsidi Kesehatan

Tuntutan utama yang memicu shutdown ini adalah perpanjangan subsidi Affordable Care Act (ACA) yang diusung oleh Demokrat.

Subsidi ACA akan kedaluwarsa pada akhir tahun dan jika tidak diperpanjang, akan meningkatkan biaya kesehatan bagi jutaan warga Amerika.

Republikan menolak membahas kebijakan kesehatan ini kecuali pemerintahan dibuka kembali terlebih dahulu.

Krisis 41 hari ini telah menimbulkan dampak yang menumpuk: ratusan ribu pekerja federal bekerja tanpa digaji, penerbangan mengalami penundaan karena kekurangan pengawas lalu lintas udara, dan bantuan makanan untuk 42 juta warga berpenghasilan rendah terancam.

Sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri shutdown, Republikan berjanji akan memberikan pemungutan suara di Senat pada minggu kedua bulan Desember mengenai perpanjangan subsidi ACA—sebuah konsesi politik yang sangat didesak oleh Demokrat.

Kontroversi dan Perpecahan di Kalangan Demokrat

Keputusan untuk meloloskan RUU pendanaan ini menyebabkan perpecahan di kaukus Demokrat.

Senator Minority Leader Chuck Schumer, yang memilih menentang RUU tersebut, menghadapi kritik dari kaum progresif yang frustrasi.

Senator Andy Kim menyebut pemungutan suara tersebut sebagai “aib mutlak” (absolute disgrace).

Meskipun demikian, Senator John Hickenlooper berargumen bahwa shutdown itu perlu karena telah berhasil “memaksa orang untuk memperhatikan” bahwa keterjangkauan layanan kesehatan adalah masalah hidup atau mati.

Senator Jeanne Shaheen, salah satu pihak yang memediasi kesepakatan, membela keputusan itu.

Ia merasa shutdown efektif dalam mengangkat isu ini, dan kesepakatan tersebut memberikan kesempatan untuk terus menangani masalah kesehatan ke depan.

Jalan Terjal di Dewan Perwakilan Rakyat

Jalan RUU ini di DPR (House of Representatives) dianggap sempit. Pemimpin Minoritas DPR, Hakeem Jeffries, telah menyatakan akan berjuang menentang RUU tersebut karena dinilai “gagal” dalam hal kesehatan.

Juru bicara DPR, Mike Johnson, menolak menjanjikan pemungutan suara untuk perpanjangan subsidi ACA bahkan jika RUU tersebut lolos di Senat.

Dengan margin tipis Republikan di DPR, di mana mereka hanya boleh kehilangan dua suara, pemungutan suara ini diperkirakan akan menjadi pertarungan sengit.

Penutup

Kesepakatan yang dicapai oleh Senat Amerika Serikat mengakhiri shutdown terlama, memberikan kelegaan bagi para pekerja federal dan layanan vital.

Meskipun demikian, RUU ini belum menyelesaikan sengketa mendasar mengenai subsidi Affordable Care Act (ACA), yang tetap menjadi pertarungan politik yang harus diselesaikan. Bola panas kini beralih ke DPR dan Presiden.

Untuk memahami lebih jauh dinamika politik dan kebijakan yang memengaruhi kehidupan publik, terus ikuti tips dan informasi menarik lainnya di garapmedia.com

Referensi

  1. nu.nl(2025).
  2. edition.cnn.com(2025).
  3. washingtonpost.com(2025).

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /