Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, mengundurkan diri dari jabatannya bersama sekitar 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI). Pengunduran diri tersebut dilakukan karena adanya perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan dan dinamika internal organisasi yang dinilai semakin sulit dipertemukan. Di sisi lain, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa dinamika tersebut merupakan hal yang biasa terjadi dalam organisasi politik dan memastikan roda organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya (CNN Indonesia, 2026; detikNews, 2026).
Perbedaan Arah Perjuangan Jadi Alasan Pengunduran Diri Sekjen Partai Buruh
Ferri Nuzarli menjelaskan bahwa keputusan mengundurkan diri lahir setelah melalui proses evaluasi yang cukup panjang. Menurutnya, terdapat perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan organisasi sehingga ORI memutuskan tidak lagi menjadi bagian dari Partai Buruh.
Lebih lanjut, Ferri menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak diambil secara mendadak. Ia memastikan pengunduran diri dilakukan dengan tetap menjaga hubungan baik dan tidak didasari konflik pribadi. Pilihan itu disebut sebagai keputusan organisasi setelah berbagai upaya komunikasi tidak menghasilkan kesepahaman mengenai arah perjuangan ke depan (CNN Indonesia, 2026).
ORI Resmi Menarik Sekitar 1,3 Juta Anggota dari Partai Buruh
Selain mengundurkan diri sebagai Sekretaris Jenderal, Ferri menyatakan bahwa ORI juga menarik sekitar 1,3 juta anggota yang selama ini berada di bawah organisasi tersebut. Organisasi Rakyat Indonesia merupakan salah satu organisasi yang ikut berperan dalam pembentukan Partai Buruh pada Kongres I tahun 2021.
Selanjutnya, Ferri mengatakan bahwa para pengurus ORI yang masih menjabat dalam struktur Partai Buruh diminta segera mengajukan pengunduran diri sesuai mekanisme organisasi. Langkah tersebut dilakukan agar proses administrasi berjalan secara tertib setelah keputusan organisasi ditetapkan (CNN Indonesia, 2026).
Beberapa poin penting dari keputusan tersebut meliputi:
- Ferri Nuzarli mengundurkan diri sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh.
- ORI menyatakan keluar dari Partai Buruh.
- Sekitar 1,3 juta anggota ORI disebut ikut mengundurkan diri.
- Pengurus ORI diminta melepaskan jabatan struktural di Partai Buruh.
- Keputusan disebut lahir karena perbedaan arah perjuangan organisasi.
Said Iqbal Sebut Pengunduran Diri sebagai Dinamika Organisasi
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memberikan tanggapan atas pengunduran diri Ferri Nuzarli beserta ORI. Menurutnya, keluar dan masuknya anggota merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam organisasi politik.
Ia juga tidak memberikan penilaian lebih jauh mengenai klaim jumlah anggota ORI yang disebut ikut keluar dari Partai Buruh. Meski demikian, seluruh agenda organisasi disebut tetap berjalan sesuai rencana tanpa perubahan akibat pengunduran diri tersebut. Selain itu, konsolidasi Partai Buruh di berbagai daerah juga terus dilaksanakan sesuai agenda yang telah disusun sebelumnya (detikNews, 2026).
Agenda Partai Buruh Dipastikan Tetap Berjalan
Partai Buruh menegaskan bahwa seluruh program organisasi tetap berjalan setelah pengunduran diri Ferri Nuzarli. Menurut Said Iqbal, kepengurusan pusat maupun daerah tetap menjalankan aktivitas organisasi sebagaimana telah direncanakan.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk memastikan bahwa dinamika internal tidak mengganggu pelaksanaan agenda organisasi maupun proses konsolidasi yang sedang berlangsung. Sementara itu, struktur kepengurusan akan segera disesuaikan agar roda organisasi tetap berjalan secara efektif (detikNews, 2026).
Said Salahudin Ditunjuk sebagai Plt Sekjen Partai Buruh
Partai Buruh bergerak cepat mengisi kekosongan jabatan sekretaris jenderal setelah Ferri Nuzarli mengundurkan diri. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menunjuk Said Salahudin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal untuk memastikan seluruh kegiatan organisasi tetap berjalan.
Penunjukan tersebut dilakukan agar fungsi administrasi, koordinasi, dan konsolidasi organisasi tidak terganggu. Kepemimpinan sementara itu juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program kerja partai di tingkat pusat maupun daerah sambil menunggu penetapan sekretaris jenderal definitif sesuai mekanisme organisasi (detikNews, 2026).
Perbedaan Pandangan Menjadi Alasan Utama Pengunduran Diri
Berdasarkan penjelasan Ferri Nuzarli, keputusan keluar dari Partai Buruh dilandasi oleh perbedaan arah perjuangan yang dinilai sudah tidak dapat disatukan. Ferri menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi organisasi dan bukan keputusan yang diambil secara spontan.
Di sisi lain, Partai Buruh menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi politik. Partai juga menegaskan bahwa aktivitas organisasi tetap berjalan tanpa perubahan terhadap agenda yang telah disusun sebelumnya. Perbedaan pandangan tersebut kemudian menjadi inti dari polemik yang berkembang setelah pengunduran diri diumumkan kepada publik (CNN Indonesia, 2026; detikNews, 2026).
Kronologi Pengunduran Diri Sekjen Partai Buruh
Peristiwa pengunduran diri Ferri Nuzarli dapat dirangkum sebagai berikut:
- Ferri Nuzarli mengumumkan pengunduran diri sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh.
- ORI menyatakan keluar dari Partai Buruh bersama sekitar 1,3 juta anggota.
- Ferri menyebut perbedaan arah perjuangan sebagai alasan utama pengunduran diri.
- Said Iqbal menyatakan dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik.
- Partai Buruh menunjuk Said Salahudin sebagai Plt Sekretaris Jenderal.
- Partai memastikan seluruh agenda organisasi tetap berjalan sesuai rencana.
Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan adanya dinamika internal yang direspons dengan langkah organisasi dari masing-masing pihak. Hingga saat ini, baik ORI maupun Partai Buruh tetap menyampaikan sikapnya masing-masing mengenai alasan pengunduran diri dan kelanjutan organisasi (CNN Indonesia, 2026; detikNews, 2026).
Pengunduran diri Ferri Nuzarli sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh bersama ORI menjadi salah satu dinamika penting dalam perjalanan organisasi tersebut. Ferri menyatakan bahwa keputusan diambil karena adanya perbedaan arah perjuangan, sedangkan Partai Buruh menilai peristiwa itu sebagai dinamika yang lazim terjadi dalam organisasi politik. Di tengah situasi tersebut, partai memastikan aktivitas organisasi tetap berjalan dan menunjuk Said Salahudin sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal untuk menjaga kesinambungan kepengurusan (CNN Indonesia, 2026; detikNews, 2026).
Ikuti terus informasi politik nasional dan perkembangan organisasi kemasyarakatan hanya di Garap Media. Temukan juga berbagai artikel terbaru mengenai kebijakan publik, dinamika partai politik, serta isu nasional lainnya yang disusun berdasarkan sumber tepercaya.
Referensi
