Sejarah rumah sakit Simpang di Surabaya merupakan saksi keberhasilan perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Meskipun bangunan rumah sakit ini sudah tidak berwujud, kita perlu mengenang sejarah ini. Banyak para pahlawan yang terbantu dan gugur yang dimakamkan disana.
Saat ini rumah sakit Simpang berubah menjadi mall Delta Plaza yang terletak di wilayah Surabaya pusat. Bagaimana sejarahnya dari rumah sakit menjadi mall? Simak artikel ini sampai akhir ya untuk membaca sejarah lengkap!
Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Simpang
Berdirinya rumah sakit Simpang berada dibawah naungan Jenderal Daendels yang diberi nama Centrale Burgerlijke Ziekeinrichting (CBZ). Seiring berjalannya waktu masyarakat menyebutnya rumah sakit Simpang yang diambil dari sudut pandang letak bangunannya.
Awalnya rumah sakit ini dibangun untuk melayani pasien militer. Namun kemudian juga melayani warga sipil baik masyarakat sekitar ataupun dari berbagai penjuru Jawa Timur.
Waktu demi waktu berlalu membuat rumah sakit Simpang menambah kapasitas daya tampung pasien. Puncaknya yakni ketika terjadi wabah kolera yang terjadi pada tahun 1868.
Untuk menunjang perkembangan tenaga medis, kemudian dibangun sekolah untuk pendidikan para calon dokter di tahun 1938. Sekolah ini diberi Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS). Calon dokter ini kemudian difasilitasi untuk praktik di rumah sakit Simpang.
Gedung NIAS ini kemudian menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Kemudian di tahun 1938 dibangun Nieuwe CBZ atau saat ini dikenal dengan rumah sakit Karamenjangan.
Baca Juga : Gerbang Brandenburg Menjadi Ikon Sejarah & Keindahan Jerman
Pada saat meledaknya pertempuran 10 November 1945 rumah sakit Simpang menjadi pertolongan utama bagi para korban. Banyaknya korban bahkan memenuhi rumah sakit sampai ke halaman. Dedikasi dokter dan perawat yang bekerja terus menerus tetap tidak berhasil menyelamatkan nyawa para korban. Mereka pun dimakamkan di di halaman belakang rumah sakit secara massal.
Korban yang masih bisa diselamatkan diungsikan ke luar kota melihat pertempuran yang semakin kacau. Pada tanggal 14 November 1945 dilakukan pengungsian terakhir melalui kereta api dari stasiun Gubeng menuju kota Malang.
Transisi Rumah Sakit Simpang Menjadi Delta Plaza
Meredanya pertempuran 10 November serta wabah kolera membuat rumah sakit Simpang berfungsi normal seperti sedia kala. Sayangnya seiring berjalannya waktu fungsi rumah sakit Simpang sebagai lembaga kesehatan berangsur menurun.
Pada sekitar tahun 1980-an bangunan rumah sakit ini dirobohkan dan dibangun pusat perbelanjaan modern yang bernama Delta Plaza. Meskipun bangunan sudah tidak bersisa, untuk mengenang keberadaan rumah sakit Simpang dibangun sebuah tugu peringatan.
Tugu tersebut berada di ujung jalan dengan tulisan Tugu Peringatan Rumah Sakit Simpang. Di dalamnya tertuang kisah pertempuran 10 November 1945 di kawasan sekitar.
Kesimpulan
Meskipun bangunan rumah sakit Simpang sudah tidak tersisa, kita masih dapat mengenangnya. Bagaimanapun juga rumah sakit ini menjadi rumah sakit tertua di kota Surabaya. Di rumah sakit ni juga terdapat perjuangan rakyat Surabaya membela Negara Indonesia.
Referensi
Liputan6.com. (2019, Agustus 17). Mengenang Rumah Sakit Simpang Surabaya yang kini jadi monumen. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/surabaya/read/4038742/mengenang-rumah-sakit-simpang-surabaya-yang-kini-jadi-monumen Liputan6
onlyoneprivate3069. (2024, Oktober 9). Dari rumah sakit bersejarah menjadi pusat belanja modern: Kisah Rumah Sakit Simpang. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/onlyoneprivate3069/6705d87ec925c44243137262/dari-rumah-sakit-bersejarah-menjadi-pusat-belanja-modern-kisah-rumah-sakit-simpang Kompasiana
PesonaCagarBudayaSurabaya. (2013, Desember 14). Rumah Sakit Umum Simpang (C.S.Z). WordPress. https://pesonacagarbudayasurabaya.wordpress.com/2013/12/14/rumah-sakit-umum-simpang-c-s-z/
