Panahan – Olahraga yang dilakukan dengan menembakkan anak panah menggunakan busur untuk mengenai target pada jarak tertentu. Olahraga ini menuntut kekuatan otot, daya tahan, kelenturan, serta akurasi, sehingga pemanah bisa tampil maksimal.
Di Indonesia maupun dunia, panahan memiliki berbagai divisi, mulai dari recurve, compound, hingga standart bow. Selain untuk olahraga, panahan awalnya digunakan sebagai alat berburu dan perang, meskipun kini lebih difokuskan sebagai olahraga kompetitif dan rekreasi.
Sejarah Panahan
Asal-usul dan Panahan Kuno
Bukti tertua tentang busur dan anak panah berasal dari Afrika Selatan, seperti Gua Sibudu, diperkirakan 72.000 – 60.000 tahun lalu. Di Eropa, fragmen anak panah ditemukan di Jerman dan Swiss, dengan usia 13.500 – 18.000 tahun. Busur tertua diketahui berasal dari rawa Holmegaard di Denmark. Lama kelamaan, busur menggantikan lembing lempar sebagai sarana utama meluncurkan proyektil.
Busur dan anak panah juga hadir dalam budaya Mesir dan Nubia sejak awal predinastik. Artefak panahan di Levant, seperti penyetel anak panah, dikenal sejak budaya Natufian. Peradaban klasik, termasuk Asyiria, Yunani, Romawi, India, Korea, Tiongkok, dan Jepang, memiliki pemanah terampil di tentara mereka. Akkadia pertama kali menggunakan busur komposit dalam peperangan.
Panahan Abad Pertengahan dan di Indonesia
Pada Abad Pertengahan, busur pendek digunakan sebagai senjata jarak jauh utama. Busur silang diperkenalkan di Eropa abad ke-10 dengan akurasi dan penetrasi lebih tinggi, namun laju tembak lebih lambat. Tentara Inggris menggunakan busur panjang hingga 300 yard, sedangkan Prancis mengandalkan busur silang.
Di Indonesia, panahan dimulai 5.000 tahun lalu. Organisasi resmi pertama adalah PERPANI, dibentuk 12 Juli 1953 di Yogyakarta. Indonesia diterima sebagai anggota FITA pada 1959, dan kejuaraan nasional pertama diselenggarakan di Surabaya. Selain panahan tradisional, ronde FITA modern menggunakan alat bantu luar negeri dengan gaya menembak berdiri (Wikipedia).
Peralatan Panahan
1. Busur Panah
Busur adalah peralatan utama dalam panahan. Tiga jenis busur: recurve, longbow, dan compound. Pemula biasanya menggunakan recurve karena mudah dipelajari. Busur recurve memiliki bentuk melengkung di bagian ujung, membantu anak panah meluncur lebih stabil.
2. Anak Panah
Anak panah dibuat dari kayu, aluminium, karbon, atau kombinasi karbon-aluminium. Panah harus memiliki panjang dan kekakuan yang tepat agar tidak meleset dari busur dan tidak membahayakan pemanah. Penempatan dan pemilihan anak panah yang tepat memengaruhi akurasi tembakan.
3. Target dan Peralatan Pendukung
Target panahan berbentuk lingkaran dengan skor berbeda. Pemanah pemula dapat memulai dari jarak lebih dekat. Peralatan pendukung meliputi pelindung dada (bracer), tempat anak panah (quiver), dan pelindung jari (finger tab) untuk keselamatan dan kenyamanan saat latihan (Halodoc, 2023).
Teknik Dasar Panahan
1. Sikap atau Posisi
Sikap atau posisi adalah dasar penting memanah. Pemanah harus menyeimbangkan tubuh saat memegang busur dan anak panah, dengan kaki selebar bahu dan berat badan merata. Latihan posisi yang benar membantu otot inti menjaga stabilitas tubuh, meningkatkan konsistensi dan akurasi tembakan, serta mencegah cedera.
2. Penempatan Anak Panah
Penempatan anak panah di tali busur (nocking) harus benar agar panah terbang lurus. Ekor anak panah harus masuk sepenuhnya di nock dan menjauhi sisi busur. Penempatan yang tepat memastikan tembakan stabil, tidak terganggu, dan lebih akurat.
3. Memegang Busur dan Anak Panah
Tali busur harus berada di sendi pertama jari yang digunakan untuk menarik, sedangkan anak panah dipegang stabil namun tidak terlalu kencang. Finger tab membantu posisi jari lebih rileks, sehingga pemanah dapat menarik busur dengan lancar dan melepaskan anak panah secara konsisten.
4. Menarik Busur dan Melepaskan Tembakan
Menarik busur (drawing) dilakukan melalui tiga tahap: pre-draw, primary draw, dan secondary draw. Pre-draw menyiapkan otot bahu, siku, dan pergelangan tangan, primary draw adalah tarikan utama hingga tali menyentuh dagu, bibir, dan hidung, sedangkan secondary draw menahan tali sebelum dilepas. Pelepasan (release) dilakukan dengan merilekskan jari untuk menghasilkan panah yang stabil dan akurat. Gerakan ini harus lancar agar tali busur tidak bergetar.
5. Membidik
Membidik adalah tahap mengarahkan anak panah ke target. Tubuh harus stabil dan pemanah fokus pada posisi anak panah di busur. Latihan konsistensi membidik meningkatkan akurasi tembakan dan kontrol mental saat bertanding (Halodoc, 2023).
Baca juga: Deretan Artis Indonesia yang Menggemari Olahraga Panahan
Penutup
Panahan adalah olahraga yang mengajarkan ketepatan, fokus, dan disiplin. Memahami sejarah, peralatan, dan teknik dasar panahan membantu pemula menguasai olahraga ini secara aman dan efektif.
Temukan berita menarik lainnya di Garap Media tentang olahraga dan teknik olahraga. Jangan lewatkan informasi penting untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuanmu.
Referensi:
- Halodoc. (2023). Olahraga Panahan, Kenali Teknik Dasar dan Peralatannya. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/olahraga-panahan-kenali-teknik-dasar-dan-peralatannya
- Wikipedia. Panahan. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/
