Sejarah Kapur Barus : Dari Komoditas Langka hingga Kota Kuno yang Megah

Last Updated: 21 September 2025, 16:27

Bagikan:

Pohon kapur barus, sumber utama komoditas rempah di Sumatra.
Gambar: Ilustrasi pohon kapur barus atau kristal kapur barus
Table of Contents

Kapur barus, yang juga dikenal sebagai kamper, adalah zat kristal padat. Zat ini berasal dari getah pohon Dryobalanops aromatica.

Pohon endemik ini hanya dapat ditemukan di hutan Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan Kalimantan. Pohonnya sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 62 meter dengan diameter batang hingga 70 sentimeter.


Proses pengambilan kristal kapur barus dari pohonnya tidaklah mudah. Hal ini menjadikannya barang langka dan berharga mahal.

Kelangkaan ini, ditambah aroma khasnya yang kuat, membuat kapur barus menjadi komoditas yang sangat berharga. Sejarah kapur barus menunjukkan bahwa rempah ini telah diburu sejak zaman kuno untuk berbagai keperluan global.

Mengapa Kapur Barus Sangat Berharga?

Nilai historis kapur barus tidak hanya karena kelangkaannya, tetapi juga karena manfaatnya yang beragam dan sakral. Di peradaban Mesir Kuno, kapur barus menjadi bahan utama untuk proses pembalseman mumi para Firaun.

Penelitian menyebutkan bahwa mumi Raja Ramses II dan Ramses III diawetkan dengan balsem yang mengandung kapur barus, membuktikan bahwa komoditas ini telah diperdagangkan sejak ribuan tahun yang lalu dari Nusantara hingga ke Mesir(mongabay.co.id, 2021).

Selain itu, kapur barus juga memiliki peran penting dalam ritual keagamaan. Dalam hadis, Nabi Muhammad meminta umatnya untuk menggunakan kapur barus pada bilasan terakhir saat memandikan jenazah, sementara dalam tradisi Hindu, kapur barus dibakar saat ritual puja untuk melambangkan kehadiran roh dewata.

Sejarah Penggunaan Kapur Barus

Jantung dari sejarah kapur barus adalah kota kuno bernama Barus, yang terletak di pesisir barat Sumatra Utara. Nama “kapur barus” sendiri berasal dari nama kota ini. Hal tersebut menunjukkan betapa sentralnya Barus dalam perdagangan komoditas berharga ini. Para sejarawan menyebutnya sudah dikenal bangsa Yunani sejak abad ke-2 Masehi.

Barus dicatat sebagai bandar niaga dengan nama Baraosai atau Barousai di peta kuno Ptolemy. Sebagai pelabuhan yang strategis, Barus menjadi pusat perdagangan global yang ramai. Kota ini dikunjungi oleh saudagar dari Tiongkok, India, Persia, dan Arab. Barus menjadi saksi bisu akulturasi budaya. Buktinya adalah penemuan prasasti Tamil di Lobu Tua, yang menunjukkan keberadaan perkumpulan pedagang Tamil pada abad ke-11 Masehi.(tempo.co. 2024).

Baca juga: Sejarah dan Kisah Masjid Raya Al-Mashun Medan yang Menawan

Peran Kapur Barus

Sebagai salah satu komoditas paling dicari di Jalur Rempah, kapur barus menjadi jembatan antara peradaban Timur dan Barat. Permintaannya yang tinggi mendorong para pedagang menempuh perjalanan jauh dan berbahaya. Hal ini dicatat oleh berbagai catatan sejarah, termasuk tulisan-tulisan kuno dari Tiongkok, India, dan Timur Tengah(persee.fr, 1989).

Bahkan, para penjelajah Eropa pun tertarik pada kekayaan rempah-rempah di Nusantara. Dalam sebuah artikel bbc dijelaskan bahwa kekayaan alam, termasuk kapur barus,awalnya menjadi salah satu daya tarik utama bagi bangsa Eropa untuk datang ke Asia(bbc.com, 2022).

Peninggalan dan Fakta Menarik dari Kapur Barus

Bukti kejayaan Barus dapat dilihat dari berbagai peninggalan arkeologis, seperti makam-makam kuno di kompleks Makam Mahligai dan Makam Papan Tinggi. Penemuan ini menunjukkan klaim bahwa Barus adalah salah satu kota tertua di Indonesia.

Sayangnya, pohon kapur barus kini agak sulit ditemukan di Barus. Pohon ini masuk dalam daftar spesies endemik Nusantara yang terancam punah akibat konversi lahan dan eksploitasi. Meskipun demikian, sisa-sisa pohon yang ada dan jejak-jejak sejarah yang ditemukan menjadi pengingat akan kejayaan Barus di masa lalu.

Ambil Peran: Jaga dan Lestarikan Warisan Kapur Barus

Kisah sejarah kapur barus adalah warisan tak ternilai yang patut kita jaga. Sebagai generasi penerus, kita punya tanggung jawab untuk melestarikan kekayaan budaya dan alam ini melalui langkah sederhana:

  1. Kenali
    Pahami lebih mendalam sejarah kapur Barus di masa lalu dengan menelusuri artikel artikel terkait.
  2. Berbagi
    Pohon kapur barus sekarang terancam punah, Bagikan kisah tentang kondisi ini di media sosial Anda untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung upaya pelestarian hutan di Sumatra Utara.
  3. Kunjungi
    Jadikan Barus tujuan wisata sejarah Anda berikutnya. Kunjungi situs-situs kuno seperti Makam Mahligai dan saksikan langsung jejak kejayaan peradaban Nusantara.

Penutup

Dari sebuah pohon di hutan lebat hingga menjadi komoditas global, sejarah kapur barus adalah kisah tentang kekayaan alam, perdagangan, dan peradaban yang membentuk Indonesia. Lebih dari sekadar aroma, kapur barus adalah warisan budaya yang tak ternilai, mengingatkan kita akan kejayaan masa lalu dan pentingnya bagi kita untuk mengingat dan melestarikan setiap jejak sejarah.

Referensi

  1. mongabay.co.id(2021)
  2. bbc.com(2022)
  3. tempo.co(2024)
  4. persee.fr(1989)

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /