Sejarah Hari Pahlawan 10 November, Urutan Peristiwa Lengkap

Last Updated: 10 November 2025, 19:13

Bagikan:

sejarah hari pahlawan
https://www.pexels.com/photo/person-in-uniform-with-indonesian-flag-patch-33399650/
Table of Contents

Sejarah hari pahlawan yang resmi ditetapkan pada tanggal 10 November yang dirayakan setiap tahun. Perayaan ini diadakan untuk mengenang jasa para pahlawan yang rela berkorban dan bertumpah darah di Surabaya tahun 1945.

Bukan hanya sekedar peringatan, tanggal tersebut memiliki makna yang mendalam bagi seluruh anak bangsa. Melalui peristiwa heroic mempertahankan kemerdekaan Indonesia memberikan pelajaran untuk terus berjiwa nasionalis. Melalui artikel ini kita akan mempelajari sejarah hari pahlawan, makna, hingga pesan moral yang dapat kita terapkan agar memiliki rasa cinta tanah air di era modern ini.

Sejarah Hari Pahlawan

1. Perobekan Bendera di Hotel Yamato Surabaya

Peristiwa perobekan bendera di hotel Yamato Surabaya terjadi pada tanggal 19 September 1945. Bermula dari negosiasi terhadap pihak Belanda untuk menurunkan bendera tersebut, namun sayangnya negosiasi ditolak dan menimbulkan kericuhan. Pada saat pemuda Indo-Belanda berkumpul, beberapa pemuda Indonesia akhirnya menyusup dan merobek warna biru bendera Belanda dan menyisakan warna merah putih yang berkibar. Adapun peristiwa ini memberikan semangat juang para pemuda. Namun, juga mengancam keamanan kota Surabaya sebab memicu kemarahan rakyat yang memuncak di 10 November 1945.

2. Perjuangan Mendapatkan Senjata

Pertempuran yang terjadi di kota Surabaya tanggal 10 November 1945 dilatarbelakangi oleh puncak perlawanan terhadap sekutu pasca kemerdekaan. Berangkat dari perjuangan bersenjata rakyat Surabaya, merupakan bentuk ambisi para pemuda untuk mendapatkan senjata sebagai persiapan perang melawan Jerman dan Belanda. Caranya adalah dengan melucuti senjata Jepang yang tersebar di Mabes Polri. Langkah ini dilakukan untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan pihak sekutu dan NICA.

3. Ultimatum Pertama (Masa Siap Berperang)

Ultimatum kepada rakyat Surabaya dikerahkan untuk menyerahkan senjata dari Jepang kepada sekutu memicu amarah yang luar biasa. Dengan ini kota Surabaya memasuki masa siap berperang di tanggal 28 Oktober 1945.

Baca Juga Artikel Terkait: Soeharto Diumumkan Jadi Pahlawan Nasional 2025: Analisis Lengkap Pro, Kontra, Jasa Pembangunan, dan Kontroversi HAM

4. Tewasnya Mallaby dan Ultimatum Ke-dua

Kericuhan bertambah parah sebab terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby  yang merupakan pimpinan tentara Inggris wilayah Jawa Timur di sekitar hotel Internatio Jembatan Merah tanggal 30 Oktober 1945. Tewasnya Mallaby membuat Inggris mengeluarkan ultimatum kembali agar rakyat Indonesia menyerahkan senjata dan berhenti menyerang. Selain itu, mereka memerintahkan agar para pemimpin serta pemuda berkumpul pada tanggal 10 November 1945 pukul 06.00 pagi. Mereka juga mengancam akan meledakkan bom di Surabaya jika melawan. Meskipun mengeluarkan ancaman yang mengerikan, rakyat tidak menggubris ultimatum tersebut.

5. Perang 10 November 1945

Didukung oleh seruan para ulama untuk berjihad membela Negara, pidato Bung Tomo dengan semangat berapi-api, serta siaran radio Gubernur Suryo, membulatkan tekad arek-arek Suroboyo untuk tetap maju melawan sekutu sampai titik darah terakhir. Pertempuran hebat tidak terelakkan yang dimulai tanggal 10 November 1945 berlangsung kurang lebih selama tiga minggu. Peperangan tersebut memakan korban sebanyak 20.000 rakyat Surabaya dan 1.600 tentara Inggris tewas, hilang, dan luka-luka.

6. Sejarah Ditetapkannya Hari Pahlawan 10 November

Semangat juang para pahlawan serta banyaknya korban yang gugur di medan perang membuat Surabaya dikenal dengan sebutan kota pahlawan. Penghargaan terhadap jasa para pahlawan ini kemudian diabadikan dalam peringatan setiap tanggal 10 November yang disahkan tahun 1959.

Kesimpulan

Melalui perjuangan para pahlawan 10 November, kita dapat melihat bahwa kemerdekaan bangsa bukanlah kado atau pemberian semata. Didalamnya tertuang perjuangan serta pengorbanan para pahlawan. Penting bagi kita untuk memiliki jiwa patriotisme. Tanpa jasa para pahlawan kita tidak akan merasakan keadilan dan kebebasan seperti saat ini.

Referensi :

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /