ByteDance kembali mencuri perhatian dunia teknologi setelah merilis Seedance 2.0, model kecerdasan buatan (AI) generasi video terbaru yang diklaim mampu menghasilkan video dengan kualitas setara film. Teknologi ini langsung menjadi sorotan karena memperlihatkan kemampuan visual dan audio yang jauh melampaui model AI video generatif sebelumnya.
Peluncuran Seedance 2.0 dinilai sebagai langkah strategis ByteDance dalam persaingan teknologi AI global. Model ini bahkan disebut-sebut mampu menyaingi hingga melampaui teknologi sejenis dari perusahaan teknologi besar lainnya, sekaligus membuka babak baru dalam industri konten visual berbasis AI.
Apa Itu Seedance 2.0 dari ByteDance?
Seedance 2.0 merupakan model AI generatif yang dirancang khusus untuk menciptakan video dari berbagai jenis input, mulai dari teks, gambar, hingga audio. Berbeda dari versi sebelumnya, Seedance 2.0 menawarkan kemampuan pembuatan video dengan alur cerita multi-shot, transisi yang halus, serta konsistensi karakter yang lebih stabil dalam satu video (Social Media Today, 2026).
Model ini dikembangkan oleh ByteDance, perusahaan teknologi asal China yang dikenal luas sebagai induk TikTok. Dengan Seedance 2.0, ByteDance memperkuat posisinya dalam perlombaan teknologi AI video yang kini semakin kompetitif.
Seedance 2.0 dan Teknologi Video Sinematik
Video Multi-Shot dengan Alur Cerita Konsisten
Salah satu keunggulan utama Seedance 2.0 adalah kemampuannya menghasilkan video multi-shot dalam satu proses generasi. Artinya, AI ini mampu menyusun beberapa adegan sekaligus dengan alur cerita yang saling terhubung, tanpa kehilangan konsistensi visual maupun karakter (Silicon Republic, 2026).
Audio dan Visual Dihasilkan Bersamaan
Seedance 2.0 juga mendukung pembuatan audio secara native. Tidak hanya visual, model ini mampu menghasilkan dialog, efek suara, dan musik latar yang selaras dengan adegan video. Fitur ini membuat hasil video terlihat lebih hidup dan mendekati produksi profesional (Social Media Today, 2026).
Kualitas Tinggi dan Gerakan Realistis
Menurut laporan media internasional, Seedance 2.0 mampu menghasilkan video dengan kualitas resolusi tinggi dan gerakan karakter yang lebih natural. Detail ekspresi, pencahayaan, serta sudut kamera dinilai semakin mendekati standar sinematografi modern (SCMP, 2026).
Dampak Seedance 2.0 bagi Industri Kreatif
Peluncuran Seedance 2.0 memicu diskusi luas di kalangan pelaku industri kreatif. Banyak pihak menilai teknologi ini dapat mempercepat proses produksi video, khususnya untuk iklan, film pendek, hingga konten media sosial. Dengan waktu dan biaya yang lebih efisien, AI ini berpotensi mengubah cara kreator memproduksi karya visual.
Namun, sebagian pengamat juga mengingatkan potensi dampak negatifnya. Beberapa ahli menyebut kemajuan AI video seperti Seedance 2.0 bisa mengancam sejumlah profesi di industri film dan video jika tidak diimbangi dengan regulasi dan etika penggunaan yang jelas (AS.com, 2026).
Respons Pasar dan Persaingan AI Video
Kehadiran Seedance 2.0 disebut turut memengaruhi pasar teknologi di China. Saham perusahaan teknologi yang berkaitan dengan AI mengalami penguatan seiring meningkatnya minat terhadap teknologi video generatif ByteDance (SCMP, 2026).
Di sisi lain, Seedance 2.0 juga memperketat persaingan dengan pengembang AI video lainnya di tingkat global. Inovasi yang ditawarkan ByteDance dinilai sebagai sinyal bahwa teknologi AI video akan menjadi salah satu fokus utama industri teknologi dalam beberapa tahun ke depan.
Seedance 2.0 menegaskan posisi ByteDance sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan teknologi AI video generatif. Dengan kemampuan menghasilkan video sinematik lengkap dengan audio, teknologi ini membuka peluang besar sekaligus tantangan baru bagi industri kreatif global.
Ikuti terus perkembangan teknologi AI, tren digital, dan inovasi terbaru lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya yang membahas masa depan konten digital dan teknologi mutakhir.
Referensi
